- Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda kini ditargetkan rampung akhir September 2026.
- Target awal pada akhir Juni 2026 resmi meleset karena Pemkot Bekasi (DBMSDA) memaksa kontraktor mengubah desain untuk memasang lift.
- Kontraktor pelaksana telah menyetujui perubahan desain demi aksesibilitas bagi disabilitas, lansia, dan ibu hamil.
- Progres fisik bangunan saat ini telah mencapai 75 hingga 80 persen, dengan fokus pada tahap pabrikasi dan penyelesaian akhir.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) memperpanjang target pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda.
Sebelumnya diproyeksikan tuntas pada akhir Juni 2026, kini proyek ini didesak untuk tuntas pada akhir September 2026.
Penundaan ini terjadi karena Pemkot Bekasi secara tegas memaksa kontraktor pelaksana proyek untuk menyertakan lift dalam desain akhir, fasilitas yang sebelumnya tidak ada dalam rencana awal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Target JPO Stasiun Bekasi Molor Kembali ke Akhir September?
Perubahan desain konstruksi untuk memasukkan lift menjadi alasan utama molornya penyelesaian JPO Stasiun Bekasi.
Pemkot Bekasi (DBMSDA) melakukan negosiasi ulang dengan kontraktor agar fasilitas tersebut tetap disediakan demi aksesibilitas yang lebih baik bagi seluruh kalangan.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menjelaskan bahwa desain awal JPO tidak mencakup pemasangan lift. Namun, Pemkot Bekasi berkeras agar lift tetap dipasangkan demi aksesibilitas.
“Akhirnya kita kembali melakukan pengajuan secara nego, kepada pelaksana dan kita panggil. Agar tetap kita meminta supaya Konstruksi Bangunan JPO di Stasiun Bekasi tetep menggunakan lift,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (16/07/2026).
Pihak kontraktor pun menyetujui permintaan tersebut, yang berdampak pada penjadwalan ulang seluruh timeline proyek.
“Sebab pihak pelaksana selaku kontraktor menyetujui keinginan kita untuk pakai lift. Jadi akhir September lah target penyelesaiannya di rencanakan. Yang tadinya desain awal JPO tanpa lift, tapi tetap akhirnya akan dipasangkan lift,” tutur Idi.
Bagaimana Progres Fisik Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Saat Ini?
Meskipun ada perubahan target, pengerjaan fisik proyek ini diprakirakan sudah hampir rampung dengan capaian fisik mencapai 75 hingga 80 persen.
Fokus pekerjaan saat ini beralih pada tahap penyelesaian akhir (finishing) dan proses pabrikasi komponen lift serta struktur pendukungnya.
Warga mungkin sesekali melihat aktivitas di lokasi tidak terlalu padat. Namun, Idi menegaskan bahwa pengerjaan terus berlanjut, terutama pada proses pabrikasi.
“Sebenarnya mulai mah tetap mulai, lanjut terus, enggak ada stuck lah gitu. Cuma kan kadang-kadang kalau enggak terlalu aktif di lapangan, dia lagi pabrikasi kan gitu sebenarnya. Jadi, tetep sesuai kebutuhan lah,” paparnya. Tahap penyelesaian akhir ini meliputi pemasangan lantai hingga struktur tangga utama.
Kehadiran lift pada JPO Stasiun Bekasi dinilai sangat krusial agar ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, maupun pengguna kursi roda yang kerap kesulitan melintas di area stasiun yang padat.
Pemkot Bekasi menargetkan proyeksi pembangunan JPO ini segera selesai, demi mengurangi arus kepadatan lalu lintas di Jalan Ir. H. Juanda sekitar Stasiun Bekasi.
Molornya proyek JPO Stasiun Bekasi ini tentu memberikan dampak bagi keselamatan pengguna KRL yang masih harus menyeberang di jalan raya.
Pemkot Bekasi berharap dengan target September, JPO dapat segera berfungsi mengurangi kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat Bekasi.
Bagaimana pendapat Anda tentang penundaan tambahan demi fasilitas lift ini? Sampaikan tanggapan Anda di kolom komentar dan bagikan berita ini agar masyarakat Bekasi tahu perkembangan infrastruktur kota.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






