Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi tengah mengambil sampel air yang menghitam pekat di kawasan Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kamis (23/07/2026). Pengambilan sampel ini dilakukan guna menguji tingkat pencemaran air secara ilmiah di laboratorium.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi tengah mengambil sampel air yang menghitam pekat di kawasan Limus Nunggal, Kecamatan Cileungsi, Kamis (23/07/2026). Pengambilan sampel ini dilakukan guna menguji tingkat pencemaran air secara ilmiah di laboratorium.

Aliran Kali Bekasi mengalami pencemaran berat yang menyebabkan air berubah warna menjadi hitam pekat. Dugaan kuat mengarah pada pembuangan limbah industri dari wilayah hulu di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kondisi ini memicu respons cepat dari otoritas setempat untuk menyelidiki sumber utama kerusakan lingkungan tersebut.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi melakukan investigasi lapangan dan pengambilan sampel air untuk uji laboratorium. Hasil analisis ilmiah akan menjadi dasar penegakan hukum dan koordinasi lintas wilayah. Upaya ini bertujuan menjaga kelestarian ekosistem sungai yang menjadi sumber daya air penting bagi masyarakat.

​Aliran Kali Bekasi kembali tercemar dan berubah warna menjadi hitam pekat pada Kamis (23/07/2026). Kondisi memprihatinkan ini diduga kuat berasal dari pembuangan limbah di kawasan hulu Kabupaten Bogor, tepatnya aliran Sungai Cileungsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons temuan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bersama Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) langsung bergerak cepat melakukan investigasi lapangan guna melacak sumber utama pencemaran.

​Investigasi Pencemaran Kali Bekasi oleh Pemkot Bekasi

​Pihak DLH bersama tim ahli dari KP2C segera menyisir titik-titik krusial aliran sungai yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor. Temuan awal di lapangan mengonfirmasi adanya anomali kualitas air yang sangat parah.

​”Tim menemukan indikasi terjadi pencemaran air, hal tersebut ditandai dengan adanya perubahan pada air Sungai cileungsi yang berwarna hitam,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (23/07/2026).

​Bagaimana Proses Penelusuran DLH Kota Bekasi Terhadap Limbah Hitam Ini?

​Proses penelusuran difokuskan pada area pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas, serta beberapa saluran pembuangan yang berpotensi menjadi jalur masuknya air limbah industri ke badan sungai.

​”Melalui hasil proses investigasi, DLH Kota Bekasi melakukan pengambilan sampel air Sungai diwilayah Cileungsi. Dan, selanjutnya akan dianalisis untuk mengetahui kualitas air,” jelasnya.

​Apa Langkah Hukum dan Tindak Lanjut dari Hasil Uji Laboratorium?

​Meski pengamatan visual dan investigasi awal menunjukkan indikasi kuat bahwa limbah hitam berasal dari kawasan hulu, pembuktian secara saintifik mutlak diperlukan sebelum mengambil langkah hukum atau sanksi lingkungan.

​“Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, DLH tetap melakukan verifikasi melalui pengambilan sampel dan analisis laboratorium untuk memastikan sumber pencemar secara ilmiah,” sambungnya.

​Pemerintah daerah tidak bisa bertindak gegabah jika titik sumber limbah berada di luar yurisdiksi. Kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci penyelesaian masalah.

​”Dengan hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah terkait maupun instansi berwenang apabila sumber pencemaran berada di luar wilayah administrasi Kota Bekasi,” tuturnya.

​Mengapa Ekosistem Kali Bekasi Harus Terus Dijaga dan Diawasi?

​Pemkot Bekasi berkomitmen untuk memperkuat pengawasan kualitas baku mutu air secara berkelanjutan.

Respon tanggap terhadap laporan masyarakat menjadi prioritas utama demi mencegah kerusakan ekologi yang lebih luas.

​”Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian Kali Bekasi sebagai salah satu sumber daya air yang memiliki peran penting bagi masyarakat dan ekosistem di wilayah Bekasi,” pungkasnya.

​Pencemaran aliran sungai yang terus berulang membutuhkan intervensi serius dan ketegasan sanksi dari hulu ke hilir agar kualitas air dapat kembali normal.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai kondisi Kali Bekasi yang kerap menghitam ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan baca terus pembaruan berita seputar kebijakan dan layanan publik Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi
Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x