Sejarah Jalan Brawijaya: Simbol Akhir Keemasan Majapahit

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PENGUASA TERAKHIR MAJAPAHIT: Suasana aktivitas warga dan padatnya laju kendaraan di sepanjang ruas Jalan Brawijaya, kawasan elit Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (05/08/2026). Penamaan jalan protokol ini diabadikan untuk menghormati memori kolektif tentang kebesaran Brawijaya V (Bhre Kertabumi), penguasa ikonik era transisional yang menjadi saksi sekaligus simbol penutup dari era keemasan imperium Nusantara, Majapahit, menjelang akhir abad ke-15. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

PENGUASA TERAKHIR MAJAPAHIT: Suasana aktivitas warga dan padatnya laju kendaraan di sepanjang ruas Jalan Brawijaya, kawasan elit Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (05/08/2026). Penamaan jalan protokol ini diabadikan untuk menghormati memori kolektif tentang kebesaran Brawijaya V (Bhre Kertabumi), penguasa ikonik era transisional yang menjadi saksi sekaligus simbol penutup dari era keemasan imperium Nusantara, Majapahit, menjelang akhir abad ke-15. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Protokol: Jalan Brawijaya merupakan ruas jalan strategis yang melintasi kawasan elit Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
  • Asal-usul Gelar: Nama “Brawijaya” (Bhatara Wijaya) merujuk pada gelar penguasa terakhir Majapahit yang populer melalui naskah Babad Tanah Jawi abad ke-19.
  • Figur Transisional: Diidentikkan dengan Brawijaya V (Bhre Kertabumi, 1468-1478 M), sosok ikonik yang hidup di masa transisi masuknya pengaruh Islam di Jawa.
  • Akhir Penuh Misteri: Berakhirnya takhta sang raja diselimuti legenda spiritual, mulai dari moksa di Gunung Lawu, pati obong di Pantai Ngobaran, hingga dialog damai bersama para Wali.

Menjelang perayaan HUT RI ke-81, seri ulasan sejarah jalan protokol ke-34 dari 45 edisi Rabu (05/08/2026) kembali dihadirkan oleh Zenza TekSas, Seniman Kemerdekaan sekaligus Peraih Rekor MURI.

Mengarahkan sorotan ke kawasan elite Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, naskah ini mengupas jejak historis Jalan Brawijaya.

Sebuah penanda jalan yang tidak sekadar mengarahkan lalu lintas, melainkan mengabadikan memori kolektif tentang penguasa terakhir sekaligus simbol penutup era keemasan imperium Nusantara, Majapahit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menelusuri Sejarah Jalan Brawijaya di Kebayoran Baru

​Dari Mana Asal-usul Gelar Brawijaya Muncul?

​Di balik hiruk-pikuk pusat kota metropolitan, nama-nama jalan di Jakarta senantiasa merekam jejak panjang peradaban masa lalu yang tak boleh dilupakan oleh generasi modern.

​”Kawasan Kebayoran Baru di Jakarta Selatan menyimpan banyak memori sejarah melalui deretan nama jalannya, salah satunya adalah Jalan Brawijaya,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.com, Rabu (05/08/2026).

​Jika ditelusuri akar sejarahnya, gelar “Brawijaya” rupanya tidak ditemukan pada prasasti sezaman atau kitab kuno peninggalan Majapahit seperti Nagarakretagama maupun Pararaton.

Gelar yang berasal dari kata Bhatara Wijaya ini baru muncul dan populer dalam kesusastraan Jawa era selanjutnya, khususnya pada naskah Babad Tanah Jawi (abad ke-19), untuk menyebut penguasa-penguasa terakhir menjelang keruntuhan Majapahit.

​Siapa Sosok Ikonik Brawijaya V dalam Sejarah Jawa?

​Dari sekian banyak figur yang menyandang gelar tersebut, sosok yang paling ikonik dan melekat kuat dalam ingatan kolektif masyarakat adalah Brawijaya V.

Sejumlah sejarawan mengidentifikasikannya sebagai Bhre Kertabumi, penguasa Majapahit yang bertahta pada kurun waktu 1468 hingga 1478 Masehi.

​Dalam folklor dan cerita rakyat Nusantara, Brawijaya V digambarkan sebagai figur transisional yang memimpin di tengah masa-masa penuh gejolak. Di eranya, pengaruh Islam mulai masuk dan berkembang pesat di tanah Jawa.

Sang raja bahkan kerap dikisahkan memiliki hubungan darah langsung dengan Raden Patah, pelopor kerajaan Islam pertama di Jawa sekaligus pendiri Kesultanan Demak.

​Bagaimana Misteri Akhir Hayat Sang Penguasa Terakhir?

​Kisah akhir hayat Brawijaya V diselimuti oleh kabut misteri dan legenda yang sangat kaya akan nuansa spiritualitas. Tercatat, ada tiga versi populer mengenai akhir perjalanan hidup sang raja pungkasan ini.

​Sebagian masyarakat meyakini ia melakukan moksa (menghilang bersama raga) di kawasan lereng Gunung Lawu.

Versi lain menyebutkan ia melakukan pati obong (membakar diri) di Pantai Ngobaran, Yogyakarta.

Sementara itu, terdapat pula versi yang meyakini ia wafat dengan tenang setelah melalui proses dialog spiritual yang mendalam bersama para Wali penyebar Islam.

​Meski keruntuhan imperium Majapahit telah berlalu berabad-abad lamanya, nama besar Brawijaya tetap abadi.

Tidak hanya menjadi nama jalan strategis di Jakarta Selatan, kebesarannya juga melekat pada almamater terkemuka Universitas Brawijaya di Malang, serta komando militer pertahanan Kodam V/Brawijaya di Jawa Timur.

​Melalui penamaan tersebut, warisan kebesaran dan sejarah penguasa terakhir Majapahit terus dijaga lintas generasi.

Versi akhir hayat Brawijaya manakah yang paling sering Anda dengar? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar! Bagikan ulasan sejarah ini ke media sosial dan baca terus rekam jejak pahlawan bangsa karya Zenza TekSas eksklusif hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hijrah Camp Curug Cijalu: Healing Alam Sambil Perkuat Akidah
Sejarah Jalan Adityawarman: Diplomat Majapahit Pendiri Pagaruyung
Sejarah Jalan Gunawarman: Pangeran Kashmir Penyebar Buddha
Sejarah Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru dan Profil Kesatria Madura Penakluk Mataram
Pertamina Patra Niaga Perkuat Pendidikan Anak Lewat Program RASI dan TEBAR 4.0
Resmi! Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026, Cek Rinciannya
Rahasia Sehat Usia 40 Tahun: Pola Makan Alami Sesuai Tuntunan Alquran
Sejarah Jalan AM Sangaji dan Profil ‘Si Jago Tua’ Maluku
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Sejarah Jalan Brawijaya: Simbol Akhir Keemasan Majapahit

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Hijrah Camp Curug Cijalu: Healing Alam Sambil Perkuat Akidah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Sejarah Jalan Adityawarman: Diplomat Majapahit Pendiri Pagaruyung

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Sejarah Jalan Gunawarman: Pangeran Kashmir Penyebar Buddha

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Sejarah Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru dan Profil Kesatria Madura Penakluk Mataram

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x