- Lokasi Ikonik: Jalan Sunan Kalijaga terletak strategis di kawasan pendidikan Rawamangun, Jakarta Timur, berdekatan dengan kompleks Al Azhar, Muhammadiyah, dan Diponegoro.
- Profil Ulama: Didedikasikan untuk Raden Mas Said (Sunan Kalijaga), putra Bupati Tuban yang lahir pada 1450 M.
- Strategi Kultural: Menyiarkan agama Islam secara damai menggunakan media kesenian tradisional Nusantara seperti wayang kulit dan tembang Lir-ilir.
- Peran Politik: Tercatat dalam sejarah sebagai penasihat Kesultanan Demak dan turut membangun arsitektur Masjid Agung Demak.
Menjelang perayaan HUT RI ke-81, seri ulasan sejarah jalan protokol edisi ke-42 dari 45, Kamis (13/08/2026), kembali menyapa warga metropolitan.
Seniman Kemerdekaan sekaligus Peraih Rekor MURI, Zenza TekSas, membedah Sejarah Jalan Sunan Kalijaga di Jakarta Timur.
Kawasan yang sarat nuansa historis ini mengabadikan nama tokoh Walisongo penasihat Kesultanan Demak yang masyhur menyebarkan Islam lewat dakwah kultural wayang kulit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menelusuri Sejarah Jalan Sunan Kalijaga di Jakarta Timur
Di Mana Lokasi Sejarah Jalan Sunan Kalijaga dan Siapa Sosoknya?
Di timur ibu kota, nama-nama tokoh Walisongo secara terstruktur diabadikan sebagai urat nadi mobilitas warga, bersanding harmonis dengan pusat-pusat pendidikan Islam terkemuka.
”Di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, terdapat kawasan pemukiman yang unik dan kental nuansa historis Nusantara, tepatnya di sekitar kompleks sekolah ternama seperti Al Azhar, Muhammadiyah, dan Perguruan Diponegoro yang menggunakan nama Walisongo,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (13/08/2026).
Jalan Sunan Kalijaga merekam jejak Raden Mas Said (Raden Sahid), putra Bupati Tuban Tumenggung Wilatikta yang lahir sekitar 1450 M.
Nama “Kalijaga” sendiri konon berasal dari kisah masa tirakatnya ketika beliau bertapa menjaga tongkat milik Sunan Bonang di pinggir sungai (kali) daerah Tuban. Beliau juga dikenal dengan sebutan Lokajaya, Syaikh Malaya, hingga Pangeran Tuban.
Mengapa Sunan Kalijaga Memilih Wayang Kulit Sebagai Media Dakwah?
Keberhasilan dakwah Sunan Kalijaga memikat jutaan hati masyarakat Jawa tidak lepas dari pendekatannya yang luwes, damai, dan inklusif.
Alih-alih membenturkan agama dengan tradisi, sang ulama meleburkan nilai tauhid ke dalam kebudayaan lokal.
Metode dakwah kultural andalannya yang paling melegenda meliputi:
- Kesenian Wayang Kulit: Menjadikan wayang sebagai media dakwah massa. Beliau menyisipkan lakon pewayangan Hindu-Buddha dengan nilai moral, tauhid, dan filosofi Islam agar ajaran agama mudah dicerna rakyat kecil.
- Tembang dan Musik Tradisional: Menggubah karya sastra dan lagu religi Nusantara yang sarat makna kehidupan. Salah satu warisan abadinya adalah tembang Lir-ilir yang masih membumi hingga kini.
- Pendekatan Budaya Halus: Memasukkan nilai-nilai syariat Islam secara perlahan ke dalam ritual dan tradisi masyarakat tanpa merusak tatanan adat istiadat leluhur.
Apa Saja Peninggalan Bersejarah Sunan Kalijaga di Nusantara?
Dalam tatanan pemerintahan abad ke-15, Sunan Kalijaga memegang peran ganda. Selain menjadi pemuka agama agung, beliau diangkat sebagai penasihat utama di Kesultanan Demak.
Sang ulama juga berkontribusi langsung sebagai konseptor dalam pembangunan tata ruang dan arsitektur Masjid Agung Demak.
Sunan Kalijaga wafat di usia senja dan dimakamkan di Kelurahan Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hingga kini, kompleks makamnya tidak pernah sepi peziarah dan menjadi destinasi wisata religi utama Nusantara.
Penggunaan nama Sunan Kalijaga sebagai arteri utama di kawasan pendidikan Rawamangun menjadi pengingat sunyi bagi kita semua.
Bahwa kearifan lokal, toleransi beragama, dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan untuk membangun peradaban bangsa yang kokoh.
Apakah tembang Lir-ilir atau lakon wayang Sunan Kalijaga pernah menjadi memori masa kecil Anda?
Sampaikan komentar Anda di bawah! Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini ] agar selalu update berita pemerintahan, layanan publik, hingga ulasan sejarah nusantara.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















