Sejarah Jalan Sunan Kudus: Jejak Panglima Ulama Pelopor Toleransi

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEJAK TOLERANSI WALISONGO: Suasana dan tata letak kawasan Jalan Sunan Kudus di sebuah kompleks perumahan wilayah Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (14/08/2026). Penamaan ruas jalan ini diabadikan untuk menghormati Sayyid Ja'far Shadiq (Sunan Kudus), ulama, cendekiawan, sekaligus panglima perang abad ke-16 yang dijuluki pelopor toleransi beragama Nusantara melalui mahakarya akulturasi arsitektur Masjid Menara Kudus. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

JEJAK TOLERANSI WALISONGO: Suasana dan tata letak kawasan Jalan Sunan Kudus di sebuah kompleks perumahan wilayah Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (14/08/2026). Penamaan ruas jalan ini diabadikan untuk menghormati Sayyid Ja'far Shadiq (Sunan Kudus), ulama, cendekiawan, sekaligus panglima perang abad ke-16 yang dijuluki pelopor toleransi beragama Nusantara melalui mahakarya akulturasi arsitektur Masjid Menara Kudus. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

  • Lokasi Historis: Jalan Sunan Kudus berada di kompleks perumahan wilayah Rawamangun, Jakarta Timur, yang mengabadikan nama-nama tokoh Wali Songo.
  • Profil Ulama: Didedikasikan bagi Sayyid Ja’far Shadiq (Sunan Kudus), ulama abad ke-16 yang juga bertindak sebagai panglima perang Kesultanan Demak.
  • Toleransi Beragama: Dikenal luas karena kebijakan tolerannya melarang umat Islam menyembelih sapi demi menghormati tradisi masyarakat Hindu.
  • Warisan Budaya: Membangun Masjid Menara Kudus yang memamerkan akulturasi menawan antara arsitektur Islam dan corak candi Hindu-Buddha.

​Menjelang perayaan HUT RI ke-81, seri ulasan sejarah jalan protokol edisi ke-43 dari 45, Jumat (14/08/2026), kembali menyapa warga metropolitan.

Seniman Kemerdekaan sekaligus Peraih Rekor MURI, Zenza TekSas, secara khusus membedah Sejarah Jalan Sunan Kudus di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Penamaan ruas jalan ini merupakan wujud penghormatan bagi Sayyid Ja’far Shadiq, Wali Songo yang dijuluki panglima perang sekaligus pelopor toleransi beragama Nusantara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Membedah Sejarah Jalan Sunan Kudus di Rawamangun

​Siapa Sosok Sayyid Ja’far Shadiq di Balik Nama Jalan Sunan Kudus?

​Di wilayah Rawamangun, Jakarta Timur, terdapat sebuah kompleks perumahan unik yang seluruh jalannya diabadikan dari nama para tokoh penyebar Islam di Pulau Jawa.

​”Menelusuri salah satu sudutnya, Anda akan menemukan Jalan Sunan Kudus—sebuah nama yang membawa kita menyeberang jauh ke masa silam, menyusuri jejak seorang ulama besar yang mewarnai sejarah Nusantara,” kata Zenza TekSas kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (14/08/2026).

​Sunan Kudus lahir dengan nama asli Sayyid Ja’far Shadiq. Ia adalah tokoh sentral Wali Songo yang aktif berdakwah pada abad ke-16.

Darah kepemimpinan mengalir deras dari orang tuanya, yakni Dewi Rahil dan Sunan Ngudung (Raden Usman Haji) yang merupakan panglima perang kepercayaan Kesultanan Demak. Kombinasi ini membentuk Sunan Kudus menjadi cendekiawan dan ksatria yang visioner.

​Bagaimana Strategi Dakwah Toleransi Sunan Kudus?

​Kehebatan Sunan Kudus paling mencolok terlihat dari metode dakwahnya yang luar biasa damai dan membumi.

Alih-alih memaksa, sang ulama memilih jalur pendekatan budaya yang sangat menghargai adat istiadat leluhur.

​Berikut adalah bukti nyata toleransi tinggi dalam strategi dakwahnya:

  • Larangan Menyembelih Sapi: Sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Hindu yang menyakralkan sapi, Sunan Kudus meminta para pengikutnya mengganti hewan kurban dengan kerbau.
  • Akulturasi Sosial: Kebijakan kultural ini berhasil menciptakan keharmonisan sosial tanpa gesekan di tengah masyarakat Nusantara yang majemuk.

​Apa Saja Warisan Bersejarah dari Sang Wali Al-Ilmi?

​Pusat perjuangan dakwah Sunan Kudus dipusatkan di sebuah wilayah bernama Tajuk. Kawasan ini kemudian diubah namanya menjadi Kudus, mengambil inspirasi dari kata Al-Quds (kota suci di Palestina).

Berkat kedalaman ilmunya dalam bidang fikih, tauhid, dan hadis, masyarakat menjulukinya Wali Al-Ilmi (Wali yang Berilmu) dan ia dipercaya mengemban amanah sebagai Amir Haji.

​Meski raganya telah tiada, warisan bersejarah Sunan Kudus masih berdiri kokoh. Mahakarya arsitekturnya yang paling ikonik adalah Masjid Menara Kudus.

Bangunan ini memamerkan keindahan akulturasi peradaban, memadukan seni arsitektur Islam dengan corak Hindu-Buddha yang tampak pada menaranya.

​Kini, kompleks makamnya di Jawa Tengah tidak pernah sepi peziarah dan menjadi pusat wisata religi nasional.

​Keteladanan, kearifan lokal, serta toleransi tinggi yang diajarkan Sunan Kudus berabad-abad lalu tetap hidup meresap melalui papan nama jalan di ibu kota.

Sejarah ini menjadi inspirasi abadi bagi bangsa Indonesia lintas generasi agar selalu menjaga keharmonisan beragama.

​Mari bagikan artikel ini untuk terus menyebarkan pesan toleransi di lingkungan kita. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini] agar selalu update berita pemerintahan, politik, ekonomi, dan ulasan sejarah nusantara terbaru!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Sunan Kalijaga: Jejak Dakwah Kultural Walisongo di Jakarta Timur
Promo Bright Gas Bekasi Spesial HUT RI: Diskon Isi Ulang Hingga Rp8.100
Sejarah Jalan Sunan Drajat: Jejak Ulama Pemersatu Lewat Gamelan Singa Mengkok
Sejarah Jalan Sunan Bonang: Dakwah Kultural Pencipta Tombo Ati
5 Tahun Berjalan, Alfamidi Berangkatkan 101 Karyawan Umrah
Link Live Streaming dan Jadwal Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026
Sejarah Jalan Sunan Ampel: Jejak Dakwah dan Falsafah Moh Limo
Sejarah Jalan Sunan Giri: Jejak Ulama Pendiri Giri Kedaton
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Sejarah Jalan Sunan Kudus: Jejak Panglima Ulama Pelopor Toleransi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:15 WIB

Sejarah Jalan Sunan Kalijaga: Jejak Dakwah Kultural Walisongo di Jakarta Timur

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Promo Bright Gas Bekasi Spesial HUT RI: Diskon Isi Ulang Hingga Rp8.100

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Sejarah Jalan Sunan Drajat: Jejak Ulama Pemersatu Lewat Gamelan Singa Mengkok

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Sejarah Jalan Sunan Bonang: Dakwah Kultural Pencipta Tombo Ati

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x