- Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi tengah menyiapkan kajian pelebaran Jalan Narogong Pangkalan 5 untuk aksesibilitas truk PSEL Sumurbatu.
- Pembebasan lahan seluas 190 meter diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.
- Pemkot Bekasi sebelumnya telah melebarkan akses masuk sejauh 700 meter dengan serapan anggaran mencapai Rp24 Miliar.
- Langkah infrastruktur ini krusial untuk mencegah penumpukan kendaraan berat pasca fasilitas PSEL beroperasi penuh dalam dua tahun ke depan.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi tengah mematangkan rencana pelebaran di Jalan Narogong Pangkalan 5, Kecamatan Bantargebang.
Langkah strategis ini diambil sebagai persiapan aksesibilitas armada truk menuju Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Sumurbatu.
Proyek vital ini dinilai mendesak dieksekusi menyusul peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas PSEL pada Rabu (26/08/2026) lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Pemkot Bekasi Kebut Pelebaran Jalan Pangkalan 5
Pemerintah Daerah memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kelancaran akses lalu lintas di sekitar area pengolahan sampah.
Kelancaran infrastruktur ini mutlak dibutuhkan agar manuver truk pengangkut sampah tidak memicu kemacetan parah di wilayah Bantargebang.
Mengapa Pelebaran Jalan Akses PSEL Sumurbatu Mendesak Dilakukan?
Kebutuhan infrastruktur akses yang memadai sangat mendesak karena volume kendaraan pengangkut diprediksi melonjak tajam saat PSEL beroperasi.
Sebelumnya, Pemkot Bekasi telah melakukan pelebaran akses masuk sejauh 700 meter dengan anggaran menembus Rp24 Miliar, namun secara kapasitas angka tersebut dirasa belum mencukupi.
“Itu kan memang kita ada pelebaran jalan. Saat ini memang baru sebagian karena lahannya belum dibayar semua, Nanti masih proses nih. Kalau lahan dibangun sepanjang 190 Meter pelebaran jalan,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Minggu (30/08/2026).
Kapan Pembebasan Lahan dan Proyek Fisik di Pangkalan 5 Dimulai?
Pembebasan lahan untuk aksesibilitas lanjutan diproyeksikan baru akan dieksekusi secara optimal pada tahun 2027.
Saat ini, DBMSDA masih berfokus menyusun kajian teknis agar pembebasan lahan di titik masuk Jalan Narogong Pangkalan 5 berjalan mulus tanpa kendala hukum maupun sosial.
“Lokasi itu akan kita lebarin juga jalannya. Kita lagi bikin kajian, nanti tahun depan rencana pembebasan lahan, baru kita (laksanakan). Karena kan 2 tahun ke depan, pasca lokasi PSEL Sumurbatu ini beroperasi, pasti truk sampahnya akan numpuk ke jalan di Pangkalan 5 semua,” jelasnya.
Bagaimana Kondisi Kapasitas Jalan Narogong Saat Ini?
Secara umum, kondisi Jalan Raya Narogong yang pengelolaannya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai masih sangat mumpuni.
Daya tampung tonase jalan tersebut diyakini masih sanggup menahan mobilitas harian truk sampah milik Pemkot Bekasi.
“Karena situasi lokasi di Jalan Narogong yang secara kewenangan ada di Provinsi Jawa Barat masih oke, dalam menampung jumlah kendaraan truk pengangkut sampahnya, masih cukup kuat. Yang kurang kan pas masuk ke Pangkalan 5 nya, nanti kan truk sampahnya akan numpuk di situ semua,” katanya.
Apa Langkah Antisipatif DBMSDA Kota Bekasi ke Depannya?
Sebagai langkah antisipatif, pengerjaan pembebasan lahan dan pelebaran jalan akan dilaksanakan secara paralel seiring progres pembangunan fasilitas PSEL.
Jika pembebasan lahan tuntas dikerjakan tahun depan, maka pekerjaan fisiknya akan langsung dieksekusi menyesuaikan ketersediaan anggaran.
“Tahun depan baru pembebasan lahan dulu. Nanti fisiknya mungkin masih 2028 atau 2029. Karena kan proyeksi pembangunan PSEL ini rampung kan hampir 2 tahun atau 18 bulan secara pekerjaan. Jadi kita antisipasi lah, agar nanti pas operasi mudah-mudahan sudah clear-lah, sudah ada pelebaran jalannya,” pungkasnya.
Kesiapan infrastruktur jalan yang terukur akan menjadi kunci penentu suksesnya operasional PSEL Sumurbatu tanpa merugikan kenyamanan mobilitas warga Bantargebang.
Perencanaan yang matang dari Pemkot Bekasi diharapkan mampu menekan potensi konflik lalu lintas di kemudian hari.
Ingin tahu kelanjutan progres pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Kota Bekasi? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar dan segera ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita lokal terpercaya!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















