Nasib Digantung, Ribuan PPPK Kota Bekasi Siap ‘Putihkan’ Istana Negara Tuntut Status PNS

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster seruan aksi Silaturahmi Nasional (Silatnas) Aliansi Merah Putih yang menampilkan Ketua DPD Kota Bekasi Darus Salam, mengajak seluruh tenaga PPPK menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (07/09/2026) untuk menuntut status PNS dan pengalihan gaji ke APBN.

Poster seruan aksi Silaturahmi Nasional (Silatnas) Aliansi Merah Putih yang menampilkan Ketua DPD Kota Bekasi Darus Salam, mengajak seluruh tenaga PPPK menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (07/09/2026) untuk menuntut status PNS dan pengalihan gaji ke APBN.

  • ​Sekitar 20.000 massa dari Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia (Aliansi Merah Putih) akan menggelar unjuk rasa berskala nasional bertajuk Silatnas di Istana Negara, Jakarta.
  • ​Aksi protes dijadwalkan berlangsung pada Senin, 7 September 2026, merespons ketidakpastian nasib kepegawaian tenaga honorer.
  • ​Terdapat empat tuntutan utama: pengangkatan PPPK penuh waktu, status PNS tanpa syarat usia, kepastian karier, dan pengalihan beban gaji dari APBD ke APBN.
  • ​Konsolidasi lintas profesi mencakup tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknis, dengan posko pengamanan terpadu telah disiapkan untuk menjamin aksi damai.

​Kekecewaan terhadap ketidakpastian nasib kepegawaian memicu gelombang protes besar-besaran dari kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sekitar 20.000 massa dari berbagai daerah, termasuk ribuan pegawai di lingkup Pemkot Bekasi yang tergabung dalam Aliansi PPPK Paruh Waktu Indonesia (Aliansi Merah Putih), bersiap “memutihkan” kawasan Istana Negara, Jakarta, pada Senin (07/09/2026) mendatang.

Aksi ini menjadi klimaks dari kebuntuan status kepegawaian yang dinilai belum memberikan keadilan bagi para abdi negara di garis depan pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Alasan Ribuan PPPK Kota Bekasi Bersiap Kepung Istana Negara

​Langkah tegas turun ke jalan ini diambil setelah serangkaian upaya dialogis dan penantian regulasi dirasa tidak membuahkan hasil signifikan bagi kesejahteraan tenaga PPPK, baik di tingkat pusat maupun di daerah.

​Mengapa Ribuan PPPK Kecewa terhadap Pemerintah Pusat?

​Kekecewaan ini meletus memuncak lantaran pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada perayaan Hari Kemerdekaan dinilai luput menyinggung kepastian nasib tenaga honorer dan PPPK paruh waktu.

Para pekerja merasa kontribusi nyata mereka di berbagai sektor tidak mendapat apresiasi kebijakan yang setimpal.

​”Kami bekerja dengan beban yang sama, mengabdi penuh untuk pelayanan publik di garis depan, namun diperlakukan secara tidak adil baik secara status maupun pendapatan,” tegas Darus Salam mewakili jajaran pengurus Aliansi Merah Putih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (28/08/2026).

​Ketua Aliansi Merah Putih DPD Kota Bekasi tersebut menyatakan bahwa konsolidasi lintas profesi—mulai dari tenaga kesehatan (nakes), guru, hingga tenaga teknis—telah rampung sepenuhnya.

“Tanggal 7 September 2026 akan menjadi momentum kebersamaan bagi kami untuk menuntut hak dengan kepala tegak,” tambahnya.

​Apa Saja 4 Tuntutan Utama Massa PPPK dalam Aksi Silatnas 2026?

​Massa aksi membawa empat tuntutan krusial yang menyoroti perbaikan sistem kepegawaian dan akan disuarakan langsung di depan gerbang Istana Negara. Keempat tuntutan tersebut meliputi:

  • Pengangkatan PPPK Penuh Waktu (2026): Meminta pemerintah segera menghapus sistem paruh waktu dan mengalihkan seluruh PPPK lintas profesi menjadi berstatus penuh waktu pada tahun ini.
  • Pengangkatan PNS Tanpa Syarat Usia (2027): Mendesak lahirnya regulasi khusus yang memungkinkan seluruh PPPK diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2027, tanpa adanya diskriminasi batasan usia.
  • Kepastian Jenjang Karier: Menuntut payung hukum yang menjamin pengembangan karier ASN PPPK yang selama ini dianggap buntu atau stagnan.
  • Pengalihan Beban Gaji ke APBN: Mendesak pemerintah pusat mengambil alih pembayaran gaji ASN PPPK dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ke APBN demi mencegah ketimpangan dan menjamin stabilitas keuangan daerah.

​Bagaimana Persiapan Pengamanan dan Koordinasi Aksi 7 September Mendatang?

​Guna memastikan pergerakan massa berjalan tertib, pihak aliansi telah mendirikan posko informasi terpadu.

Koordinasi pergerakan dari berbagai penjuru daerah menuju Jakarta saat ini dipimpin langsung oleh jajaran inti.

Tim tersebut mencakup Sekjen Aliansi Fajar Imanullah (Jarwo), serta tim koordinator lapangan Alif dan Agil. Menjelang hari pelaksanaan, Aliansi Merah Putih terus mengimbau seluruh tenaga PPPK di pelosok negeri untuk merapatkan barisan secara damai.

​Perjuangan panjang para tenaga abdi negara ini diharapkan segera mendapat respons positif dan solusi konkret dari para pemangku kebijakan agar pelayanan publik di daerah tidak terganggu.

Baca terus update kebijakan kepegawaian terkini di RakyatBekasi.Com, bagikan artikel ini kepada rekan sejawat, dan sampaikan dukungan atau pendapat Anda di kolom komentar.

Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita terbaru!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Apresiasi Kebijakan PJJ Pemkot Bekasi, Ingatkan Pentingnya Pemerataan Akses Belajar Daring
Darurat Abu Vulkanik, Wali Kota Bekasi Resmi Terapkan PJJ 2 Hari untuk Siswa SD dan SMP
Pemkot Bekasi Sabet Peringkat 6 Nasional Inovasi Daerah, Tri Adhianto Tuntut OPD Lebih Progresif
Darurat Judi Online! Dinsos Kota Bekasi Bekukan Belasan Ribu Penerima Bansos
Gembleng Nalar Kritis Mahasiswa, BEM KAMMALAH STAI Al-Marhalah Al-‘Ulya Sukses Gelar LDKM 2026
Kualitas Udara Kota Bekasi Kembali Membaik Usai Terdampak Abu Vulkanik, DLH Ingatkan Hal Ini
Opsi PJJ Resmi Dibuka, Wali Kota Bekasi Pastikan Belum Ada Sekolah yang Terapkan Belajar dari Rumah
Teror Abu Vulkanik Anak Krakatau Berlanjut, Pemkot Bekasi Siagakan Water Mist Eco Enzyme di Jalan Protokol
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:47 WIB

GMNI Apresiasi Kebijakan PJJ Pemkot Bekasi, Ingatkan Pentingnya Pemerataan Akses Belajar Daring

Senin, 7 September 2026 - 19:59 WIB

Darurat Abu Vulkanik, Wali Kota Bekasi Resmi Terapkan PJJ 2 Hari untuk Siswa SD dan SMP

Senin, 7 September 2026 - 16:46 WIB

Pemkot Bekasi Sabet Peringkat 6 Nasional Inovasi Daerah, Tri Adhianto Tuntut OPD Lebih Progresif

Senin, 7 September 2026 - 15:52 WIB

Darurat Judi Online! Dinsos Kota Bekasi Bekukan Belasan Ribu Penerima Bansos

Senin, 7 September 2026 - 13:13 WIB

Kualitas Udara Kota Bekasi Kembali Membaik Usai Terdampak Abu Vulkanik, DLH Ingatkan Hal Ini

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x