- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kota Bekasi periode 2026-2028 resmi dilantik pada Sabtu (29/08/2026) di Gedung Graha Kartika Kota Bekasi.
- Nicolas Tamba memimpin DPC GMNI dengan membawa tiga komitmen utama, yakni konsolidasi, kaderisasi fundamental, dan keberpihakan pada rakyat.
- Elit DPP GMNI serta Kepala Kesbangpol Kota Bekasi yang mewakili Wali Kota Bekasi turut hadir menyaksikan momentum regenerasi tersebut.
- Kepengurusan baru menegaskan kesiapannya menjadi mitra kritis bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan menjadi oposisi moral jika terjadi penyimpangan kekuasaan.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bekasi periode 2026-2028 resmi dilantik di Gedung Graha Kartika Kota Bekasi, Sabtu (29/08/2026) malam.
Mengusung tema besar “Merawat Persatuan GMNI dan Mengawal Demokrasi Rakyat Di Kota Bekasi”, kepengurusan baru ini menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dan merawat denyut nadi demokrasi di Kota Patriot.
Apa Saja Tiga Komitmen Utama DPC GMNI Kota Bekasi di Bawah Komando Nicolas Tamba?
Dalam pidato politik perdananya, Ketua DPC GMNI Kota Bekasi Nicolas Tamba menekankan bahwa pelantikan bukanlah sekadar seremoni administratif pergantian pengurus, melainkan langkah krusial untuk melahirkan kader yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bung Nico sapaan karibnya, menjabarkan tiga komitmen utama yang akan menjadi pedoman gerak organisasinya.
”Konsolidasi organisasi yang teruji dalam kerja struktural yang sunyi, bukan konsolidasi yang hanya tampil ketika ada panggung dan sorotan. Soliditas sejati diukur dari ketahanan organisasi di ruang-ruang yang tidak terekspos publik,” kata Bung Nico kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Sabtu (29/08/2026).
Lebih lanjut, Bung Nico memaparkan komitmen keduanya mengenai urgensi kaderisasi. Menurutnya, kaderisasi harus bersifat fundamental dan tidak superfisial.
Kader GMNI sejatinya adalah subjek yang tengah melalui proses penyadaran dan penempaan diri agar mampu berfungsi secara substantif bagi bangsa, bukan sekadar mengisi bagan struktur organisasi.
Komitmen ketiga adalah keberpihakan mutlak kepada rakyat Kota Bekasi. Ia memandang demokrasi substantif bukan sebatas prosedural atau siklus elektoral, melainkan sebuah iklim di mana suara rakyat tetap memiliki daya gema meski kotak suara telah ditutup.
Bagaimana Sikap GMNI Terhadap Kebijakan Pemkot Bekasi ke Depannya?
Menyikapi konstelasi politik dan laju kebijakan di wilayahnya, kata Bung Nico, DPC GMNI Kota Bekasi menegaskan posisi netral namun tajam.
Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan demografi terkini sekaligus terus memproduksi pemikiran kritis bagi pembangunan daerah.
”Ketika kekuasaan berjalan lurus bersama kepentingan rakyat, kami akan berdiri sebagai mitra kritis di sampingnya. Namun ketika kekuasaan menyimpang dari mandat rakyat yang memberinya legitimasi, kami akan berdiri sebagai kekuatan oposisi moral dan pengingat struktural,” tegasnya.
Sebagai penutup, Bung Nico mengingatkan seluruh kadernya bahwa GMNI adalah rumah besar yang tidak boleh mati akan pemikiran.
Pejuang dan aktivis GMNI diwajibkan untuk selalu merakyat dan berpihak secara konkret kepada masyarakat Kota Bekasi.
Kehadiran pengurus baru DPC GMNI Kota Bekasi diharapkan mampu membawa angin segar bagi diskursus publik, sekaligus menjadi alarm pengingat bagi para pemangku kebijakan agar tidak melenceng dari amanat konstitusi.
Siapa Saja Tokoh yang Terlibat dalam Prosesi Pelantikan GMNI?
Perhelatan pelantikan kepengurusan ini disaksikan langsung oleh para petinggi tingkat nasional serta jajaran pemangku kebijakan daerah.
Sejumlah tokoh yang turut hadir dalam agenda tersebut meliputi:
- Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlevi, yang memberikan sambutan khusus sekaligus melantik pengurus baru.
- Sekretaris Jenderal DPP GMNI Patra Dewa dan Bendahara Umum Ersanday Santoso.
- Ketua Presidium GMNI 2006-2008 Dedy Rachmadi.
- Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Hudi Wijayanto yang hadir mewakili Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
- Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia.
- Sekretaris Persatuan Alumni (PA) GMNI Kota Bekasi beserta jajaran alumni GMNI yang berada di wilayah Kota Bekasi.
Sebagai rumah pergerakan pemikiran yang tak pernah mati, kader GMNI dituntut untuk senantiasa adaptif terhadap perkembangan demografi saat ini dan terus menyumbangkan pemikiran strategis bagi pembangunan daerah.
Perjuangan aktivis mahasiswa ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan pelindung hak-hak masyarakat Kota Bekasi secara luas.
Bagaimana pendapat Anda tentang tiga komitmen pengurus baru GMNI ini? Jangan lupa bagikan artikel ini untuk mencerahkan publik, serta ikuti terus pembaruan informasinya dengan bergabung ke Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda selalu update dengan berita politik dan pemerintahan terkini.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















