Resmi Dilantik, DPC GMNI Kota Bekasi Peringatkan Pemkot: Kami Siap Jadi Oposisi Jika Kekuasaan Menyimpang

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi pelantikan jajaran pengurus DPC GMNI Kota Bekasi periode 2026-2028 yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlevi dan dihadiri perwakilan Wali Kota Bekasi di Gedung Graha Kartika, Kota Bekasi, Sabtu (29/08/2026).

Prosesi pelantikan jajaran pengurus DPC GMNI Kota Bekasi periode 2026-2028 yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlevi dan dihadiri perwakilan Wali Kota Bekasi di Gedung Graha Kartika, Kota Bekasi, Sabtu (29/08/2026).

  • ​Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kota Bekasi periode 2026-2028 resmi dilantik pada Sabtu (29/08/2026) di Gedung Graha Kartika Kota Bekasi.
  • ​Nicolas Tamba memimpin DPC GMNI dengan membawa tiga komitmen utama, yakni konsolidasi, kaderisasi fundamental, dan keberpihakan pada rakyat.
  • ​Elit DPP GMNI serta Kepala Kesbangpol Kota Bekasi yang mewakili Wali Kota Bekasi turut hadir menyaksikan momentum regenerasi tersebut.
  • ​Kepengurusan baru menegaskan kesiapannya menjadi mitra kritis bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dan menjadi oposisi moral jika terjadi penyimpangan kekuasaan.

​Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bekasi periode 2026-2028 resmi dilantik di Gedung Graha Kartika Kota Bekasi, Sabtu (29/08/2026) malam.

Mengusung tema besar “Merawat Persatuan GMNI dan Mengawal Demokrasi Rakyat Di Kota Bekasi”, kepengurusan baru ini menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dan merawat denyut nadi demokrasi di Kota Patriot.

​Apa Saja Tiga Komitmen Utama DPC GMNI Kota Bekasi di Bawah Komando Nicolas Tamba?

​Dalam pidato politik perdananya, Ketua DPC GMNI Kota Bekasi Nicolas Tamba menekankan bahwa pelantikan bukanlah sekadar seremoni administratif pergantian pengurus, melainkan langkah krusial untuk melahirkan kader yang berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bung Nico sapaan karibnya, menjabarkan tiga komitmen utama yang akan menjadi pedoman gerak organisasinya.

​”Konsolidasi organisasi yang teruji dalam kerja struktural yang sunyi, bukan konsolidasi yang hanya tampil ketika ada panggung dan sorotan. Soliditas sejati diukur dari ketahanan organisasi di ruang-ruang yang tidak terekspos publik,” kata Bung Nico kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Sabtu (29/08/2026).

​Lebih lanjut, Bung Nico memaparkan komitmen keduanya mengenai urgensi kaderisasi. Menurutnya, kaderisasi harus bersifat fundamental dan tidak superfisial.

Kader GMNI sejatinya adalah subjek yang tengah melalui proses penyadaran dan penempaan diri agar mampu berfungsi secara substantif bagi bangsa, bukan sekadar mengisi bagan struktur organisasi.

​Komitmen ketiga adalah keberpihakan mutlak kepada rakyat Kota Bekasi. Ia memandang demokrasi substantif bukan sebatas prosedural atau siklus elektoral, melainkan sebuah iklim di mana suara rakyat tetap memiliki daya gema meski kotak suara telah ditutup.

​Bagaimana Sikap GMNI Terhadap Kebijakan Pemkot Bekasi ke Depannya?

​Menyikapi konstelasi politik dan laju kebijakan di wilayahnya, kata Bung Nico, DPC GMNI Kota Bekasi menegaskan posisi netral namun tajam.

Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan demografi terkini sekaligus terus memproduksi pemikiran kritis bagi pembangunan daerah.

​”Ketika kekuasaan berjalan lurus bersama kepentingan rakyat, kami akan berdiri sebagai mitra kritis di sampingnya. Namun ketika kekuasaan menyimpang dari mandat rakyat yang memberinya legitimasi, kami akan berdiri sebagai kekuatan oposisi moral dan pengingat struktural,” tegasnya.

​Sebagai penutup, Bung Nico mengingatkan seluruh kadernya bahwa GMNI adalah rumah besar yang tidak boleh mati akan pemikiran.

Pejuang dan aktivis GMNI diwajibkan untuk selalu merakyat dan berpihak secara konkret kepada masyarakat Kota Bekasi.

​Kehadiran pengurus baru DPC GMNI Kota Bekasi diharapkan mampu membawa angin segar bagi diskursus publik, sekaligus menjadi alarm pengingat bagi para pemangku kebijakan agar tidak melenceng dari amanat konstitusi.

​Siapa Saja Tokoh yang Terlibat dalam Prosesi Pelantikan GMNI?

​Perhelatan pelantikan kepengurusan ini disaksikan langsung oleh para petinggi tingkat nasional serta jajaran pemangku kebijakan daerah.

Sejumlah tokoh yang turut hadir dalam agenda tersebut meliputi:

  • Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlevi, yang memberikan sambutan khusus sekaligus melantik pengurus baru.
  • Sekretaris Jenderal DPP GMNI Patra Dewa dan Bendahara Umum Ersanday Santoso.
  • Ketua Presidium GMNI 2006-2008 Dedy Rachmadi.
  • Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Hudi Wijayanto yang hadir mewakili Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
  • Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia.
  • Sekretaris Persatuan Alumni (PA) GMNI Kota Bekasi beserta jajaran alumni GMNI yang berada di wilayah Kota Bekasi.

Sebagai rumah pergerakan pemikiran yang tak pernah mati, kader GMNI dituntut untuk senantiasa adaptif terhadap perkembangan demografi saat ini dan terus menyumbangkan pemikiran strategis bagi pembangunan daerah.

Perjuangan aktivis mahasiswa ini diharapkan mampu menjadi garda terdepan pelindung hak-hak masyarakat Kota Bekasi secara luas.

​Bagaimana pendapat Anda tentang tiga komitmen pengurus baru GMNI ini? Jangan lupa bagikan artikel ini untuk mencerahkan publik, serta ikuti terus pembaruan informasinya dengan bergabung ke Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda selalu update dengan berita politik dan pemerintahan terkini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serapan Tembus 98 Persen, 1.004 RW di Kota Bekasi Sukses Cairkan Dana Lingkar Beken
Sempat Molor, Pemkot Bekasi Kebut Wisata Air Kalimalang Beroperasi Akhir September 2026
Kepala Kantah Puji PNBK 2026: Bukti Nyata Bekasi Sebagai Miniatur Indonesia
Proyek FO Bulak Kapal Alot! 30 KK Belum Sepakat Harga Pembebasan Lahan, Ini Langkah Pemkot Bekasi
Resmi! Anak Mantan Wali Kota Bekasi Dipolisikan Atas Penipuan Proyek Fiktif APBD Rp252 Juta
Telan Anggaran Rp32 Miliar, Pembangunan Ulang Balai Patriot Kota Bekasi Baru Sentuh 40 Persen
Bukan Sekadar Seremoni, Ini Alasan Wali Kota Bekasi Libatkan 2.000 Anak Muda di PNBK Jilid III
Bukan Sekadar Pesta Budaya, Wali Kota Bekasi Bangga Aksi Solidaritas PNBK Jilid III Tembus Rp500 Juta
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Resmi Dilantik, DPC GMNI Kota Bekasi Peringatkan Pemkot: Kami Siap Jadi Oposisi Jika Kekuasaan Menyimpang

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Serapan Tembus 98 Persen, 1.004 RW di Kota Bekasi Sukses Cairkan Dana Lingkar Beken

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:53 WIB

Sempat Molor, Pemkot Bekasi Kebut Wisata Air Kalimalang Beroperasi Akhir September 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Kepala Kantah Puji PNBK 2026: Bukti Nyata Bekasi Sebagai Miniatur Indonesia

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Proyek FO Bulak Kapal Alot! 30 KK Belum Sepakat Harga Pembebasan Lahan, Ini Langkah Pemkot Bekasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x