- Tensi politik di internal Golkar Kota Bekasi memanas jelang penataan kepengurusan akibat kuatnya desakan regenerasi dari akar rumput.
- Kader muda menuntut nahkoda baru yang memiliki loyalitas tinggi dan menolak figur pragmatis yang menjadikan partai sebagai alat kepentingan pribadi.
- Politisi senior, Abdul Manan, mendapat kritik tajam karena manuver politiknya dinilai kerap “dua kaki” demi mengamankan kekuasaan dan trah keluarganya di birokrasi.
TENSI POLITIK di internal DPD Golkar Kota Bekasi kian memanas menjelang momentum penataan struktur kepengurusan baru.
Gelombang desakan dari akar rumput agar partai beringin ini segera melakukan bersih-bersih dan mempercepat regenerasi kepemimpinan terus berhembus kencang di Kota Bekasi.
Figur pemimpin masa depan diharapkan memiliki visi besar dan lepas dari segala kepentingan yang bersifat pragmatis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dorongan Kuat Regenerasi Golkar Kota Bekasi di Tengah Isu Pragmatisme
Mengapa Kader Muda Mendesak Regenerasi Pemimpin Golkar Kota Bekasi?
Kebutuhan akan nahkoda baru yang memiliki loyalitas tunggal terhadap partai menjadi alasan utama di balik desakan regenerasi ini.
Kader internal menginginkan sosok pemimpin yang berjuang murni untuk membesarkan partai, bukan memanfaatkannya demi mencari keuntungan kekuasaan semata.
”Golkar Kota Bekasi butuh pemimpin yang loyal pada garis perjuangan partai, bukan sosok pragmatis yang menjadikan partai sebagai alat memburu kepentingan pribadi,” ujar Citra selaku Kader Muda Golkar Kota Bekasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (29/09/2026).
Apa Alasan Politisi Senior Abdul Manan Mendapat Kritik Tajam?
Selain menuntut penyegaran, kader muda juga menyoroti manuver politisi senior Golkar di Kota Bekasi, Abdul Manan. Purnawirawan militer tersebut dikritik karena rekam jejak politiknya selama ini dinilai sangat labil, sarat kalkulasi keuntungan pribadi, dan tidak lagi mencerminkan jiwa pengayom masyarakat.
”Semua kader tahu siapa Pak Abdul Manan. Sikap politiknya sering mencla-mencle, kadang ke kanan, kadang ke kiri. Di mana ada posisi yang menguntungkan dirinya, di situ dia berlabuh,” tegas Citra.
Ia pun memperingatkan ketua terpilih nantinya agar sangat selektif dalam menempatkan figur-figur di struktur kepengurusan.
”Saran saya untuk ketua terpilih nanti, jangan akomodasi politisi gaek yang sok menonjol di forum-forum keagamaan tapi manuver politiknya tidak mencerminkan hal itu,” lanjutnya.
Bagaimana Rekam Jejak Manuver Politik ‘Dua Kaki’ di Lingkaran Birokrasi?
Pola politik pragmatis ini disebut-sebut sangat terlihat dari cara Abdul Manan mendekati poros kekuasaan secara silih berganti.
Pada masa kepemimpinan mantan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, ia sangat merapat demi memuluskan jalan putrinya di lingkungan birokrasi. Namun, arah dukungannya kini dinilai berbalik menyasar kekuasaan Wali Kota baru.
”Dulu merapat rapat ke Bang Pepen, bahkan memaksakan dorongan untuk posisi Sekda bagi putrinya. Sekarang, malah berganti haluan mendekat ke Tri Adhianto. Harusnya di usia yang sudah sepuh, dekatkan diri ke tempat ibadah, bukan terus-menerus mengejar panggung politik,” cetusnya.
Eksistensi politik sang purnawirawan di partai kini dianggap sudah redup dan tidak lagi memiliki pengaruh yang signifikan di tingkat akar rumput maupun elit.
”Secara fungsional, suara dan pengaruh Abdul Manan itu sudah tidak didengar lagi oleh para petinggi Golkar, baik di kota maupun di DPP. Tapi karena tidak tahu malu, dia terus bersikap seolah-olah sangat dibutuhkan partai. Sudah pensiun dari militer, harusnya pensiun juga dari politik praktis. Jangan mengatasnamakan pengabdian kalau sejatinya hanya berburu keuntungan pribadi,” pungkasnya.
Kritik tajam dari internal ini menjadi sinyal peringatan bahwa Golkar Kota Bekasi membutuhkan restrukturisasi kepengurusan yang bebas dari beban politisi masa lalu. Publik kini menanti langkah strategis elit partai dalam menjawab tuntutan regenerasi tersebut.
Bagaimana tanggapan Anda terkait dinamika partai politik di Kota Bekasi? Sampaikan di kolom komentar dan bagikan artikel ini! Agar tidak ketinggalan informasi terkini terkait kebijakan publik dan pemerintahan, ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] sekarang juga.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















