Kursi Kosong Pendamping Asep Surya Atmadja: Adu Kuat 3 Calon Wakil Bupati Bekasi dari Kandang Banteng

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kursi Kosong Pendamping Asep Surya Atmadja: Adu Kuat 3 Calon Wakil Bupati Bekasi dari Kandang Banteng.

Kursi Kosong Pendamping Asep Surya Atmadja: Adu Kuat 3 Calon Wakil Bupati Bekasi dari Kandang Banteng.

  • Momentum Politik: Pelantikan definitif dr. Asep Surya Atmadja sebagai Bupati Bekasi pada Jumat (23/10/2026) mengulang sejarah suksesi kepemimpinan di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
  • Mandat Regulasi: Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 dan PP Nomor 104 Tahun 2014, kursi Wakil Bupati Bekasi wajib diisi karena sisa masa jabatan periode berjalan masih lebih dari 18 bulan.
  • Peta Koalisi & Pemilih: Koalisi parpol pengusung Pilkada 2024 (PDIP, PPP, Partai Buruh, dan PBB) akan mengusulkan 2 nama kandidat melalui Bupati Bekasi untuk dipilih oleh 54 anggota DPRD Kabupaten Bekasi.
  • Bursa Kandidat: Tiga politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) mencuat sebagai kandidat kuat, yakni Waras Wasisto (56), Nuryadi Darmawan (51), dan Usup Supriatna (47).

BURSA CALON WAKIL BUPATI BEKASI memanas di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, usai pelantikan definitif dr. Asep Surya Atmadja sebagai Bupati Bekasi pada Jumat (23/10/2026).

Pengisian kursi kosong di lingkungan Pemkab Bekasi ini wajib dilakukan karena sisa masa jabatan kepala daerah masih lebih dari 18 bulan.

Tiga politisi PDI Perjuangan (PDIP), yakni Waras Wasisto, Nuryadi Darmawan, dan Usup Supriatna, kini mencuat sebagai kandidat kuat pendamping Bupati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinamika Politik Pengisian Kursi Calon Wakil Bupati Bekasi

Kabupaten Bekasi kembali mengulang sejarah politik daerah untuk kedua kalinya, di mana Wakil Bupati naik menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati hingga akhirnya dilantik secara definitif menjadi Bupati Bekasi.

Momentum pelantikan dr. Asep Surya Atmadja pada Jumat (23/10/2026) menjadi pijakan krusial setelah beberapa bulan menjaga kesinambungan birokrasi, pembangunan, dan pelayanan publik di Pemkab Bekasi.

Mengapa Kursi Wakil Bupati Bekasi Wajib Segera Diisi?

Kursi Wakil Bupati Bekasi wajib segera diisi karena sisa masa jabatan kepemimpinan daerah saat ini masih menyisakan waktu lebih dari 18 bulan, sehingga secara hukum kepala daerah tidak diperkenankan memimpin seorang diri.

Ketentuan mutlak ini diatur secara tegas dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 104 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Dalam rangka implementasi apa yang telah dipersiapkan selama menjaga kesinambungan kerja pembangunan dan pelayanan publik, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan pemerintahan daerah yaitu UU Nomor 10 Tahun 2016 dan PP Nomor 104 Tahun 2014, dr. Asep Surya Atmadja selaku Bupati tidak bisa hanya seorang diri sebagai Pemimpin Daerah, namun mau tidak mau harus mencari dan mendapatkan seorang Wakil Bupati karena periodesasinya masih tersisa lebih dari 18 bulan,” kata Pemerhati Kebijakan Publik, Syafrudin, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (28/10/2026).

Kehadiran sosok pendamping yang muda, sepaham, dan berintegritas dinilai sangat mendesak untuk mengakselerasi strategi politik birokrasi di Pemkab Bekasi.

Tanpa pembagian beban kerja yang proporsional antara Bupati dan Wakil Bupati, efektivitas pelayanan publik di 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi dikhawatirkan tidak berjalan optimal.

Bagaimana Dampak Dominasi PDIP dalam Koalisi Parpol Pengusung?

Dominasi PDI Perjuangan (PDIP) dalam koalisi partai politik pengusung berdampak pada besarnya peluang partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk mengusulkan dua nama bakal Calon Wakil Bupati Bekasi sekaligus.

Di parlemen Cikarang Pusat, PDIP memiliki jumlah kursi paling dominan dibandingkan mitra koalisinya saat Pilkada 2024, yakni PPP, Partai Buruh, dan PBB.

“Mengingat pula PDIP Kabupaten Bekasi saat pilkada lalu memasangkan kadernya sebagai Calon Bupati, secara harfiah PDIP Kabupaten Bekasi memiliki kans atau potensi lebih dominan mengusulkan dua bakal calon Wakil Bupati di dalam koalisi Parpol Pengusung. Namun demikian, koalisi parpol pengusung tersebut, terutama DPC PDIP Kabupaten Bekasi, harus benar-benar menjaring dan menetapkan siapa yang akan diusulkan kepada Bupati Bekasi untuk selanjutnya dipilih oleh 54 anggota DPRD Kabupaten Bekasi,” ujar Syafrudin.

Kendati PDIP memegang posisi tawar tertinggi, seluruh partai politik dalam gabungan pengusung Pilkada 2024 tetap memiliki kesempatan setara dalam meja perundingan koalisi.

Kemunculan berbagai figur di media massa maupun elektronik, termasuk opsi tokoh masyarakat di luar struktur parpol, menjadi pengayaan referensi politik bagi publik, Bupati Bekasi, serta 54 legislator di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat.

Siapa Saja 3 Tokoh Muda PDIP yang Masuk Bursa Calon Wakil Bupati Bekasi?

Tiga tokoh muda berlabel politisi kawakan PDIP yang masuk dalam bursa kuat Calon Wakil Bupati Bekasi adalah Waras Wasisto, Nuryadi Darmawan, dan Usup Supriatna.

Ketiga figur ini dinilai memiliki kematangan birokrasi, jejaring elitis, serta rekam jejak legislatif yang teruji di wilayah Jawa Barat maupun Bekasi.

“Di antara tokoh muda yang muncul dalam eskalasi yang kemungkinan diusulkan parpol adalah Waras Wasisto, Nuryadi Darmawan, dan Usup Supriatna. Tiga tokoh muda berlabelkan politisi kawakan PDIP tersebut sama-sama memiliki rekam jejak politik yang cukup kompeten,” jelas Syafrudin.

Berikut adalah rincian profil, keunggulan strategis, dan rekam jejak jabatan politik ketiga kandidat tersebut:

1. Waras Wasisto, S.H., M.M. (56 Tahun)

Banteng senior sarat pengalaman ini mengawali kiprahnya sebagai aktivis buruh sebelum berlabuh di PDIP.

Kemampuannya memahami peta birokrasi pemerintahan dan membangun komunikasi lintas partai dinilai sejumlah pengamat menjadikannya figur potensial pendamping dr. Asep Surya Atmadja.

  • DPRD Provinsi Jawa Barat: Terpilih dua periode (Pemilu 2014 dan 2019) dari Dapil 8 (Kota Bekasi dan Kota Depok), aktif di Komisi I bidang pemerintahan, serta menjabat Ketua Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat (2014–2019).
  • Struktur Internal Partai: Pernah mengemban jabatan strategis sebagai Bendahara DPD PDIP Jawa Barat.
  • Latar Belakang Sosial: Memiliki basis massa kuat dari rekam jejaknya sebagai aktivis buruh di kawasan industri.
  • Kiprah Nasional: Maju sebagai Bakal Calon Anggota DPR RI pada Pemilu Legislatif 2024 dari Dapil Jawa Barat VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta).

2. Nuryadi Darmawan, R.S., S.IP., M.H. (51 Tahun)

Politisi yang akrab disapa Bang Nung ini memiliki trah politik kuat di Kabupaten Bekasi dari sang ayah yang merupakan politisi senior PDI Kabupaten Bekasi.

Selain populer di jajaran elit DPP PDIP dan mitra birokrasi Pemkot Bekasi maupun Wali Kota Bekasi dari masa ke masa, ia telah empat periode menduduki kursi legislatif di Gedung DPRD Kota Bekasi – Jalan Chairil Anwar No 112 Bekasi timur Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

  • Rekam Jejak Legislatif (DPRD Kota Bekasi 4 Periode):
    • Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2009–2014 (Sekretaris Komisi D).
    • Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2014–2019 (Ketua Komisi IV).
    • Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019–2024 (Sekretaris Komisi III 2019–2022, Sekretaris Komisi I 2022–2024).
    • Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2024–2029 (Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi).
  • Kiprah Partai Politik dan Organisasi:
    • Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) & Korcam PDI Kecamatan Bekasi Selatan (1993–1995).
    • Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bekasi Selatan (1995) & Ketua PK KNPI Bekasi Selatan.
    • Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi (2000–2005 dan 2019–2024).
    • Ketua DPD KNPI Kota Bekasi (2012–2015).
    • Kepala BSPN DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi (2018–Sekarang).

3. Usup Supriatna, S.IP. (47 Tahun)

Tokoh muda asli daerah kelahiran Kabupaten Bekasi ini hanya terpaut usia empat tahun dari Nuryadi Darmawan, namun memiliki penguasaan teritorial akar rumput yang solid.

Konsistensi 20 tahun perjalanan politiknya di kandang banteng Kabupaten Bekasi mengantarkannya ke kursi pimpinan dewan dan pucuk sekretariat partai di Cikarang.

  • Jabatan Legislatif: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi periode 2024–2029.
  • Struktur Internal Partai: Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Bekasi periode 2025–2030.

Kini, bola panas penentuan dua nama resmi Calon Wakil Bupati Bekasi berada di tangan koalisi partai pengusung dan Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmadja sebelum diserahkan ke meja paripurna DPRD Kabupaten Bekasi.

Publik menantikan proses penjaringan yang transparan dan bebas dari sekadar bagi-bagi kekuasaan, demi melahirkan kepemimpinan dwitunggal yang mampu menuntaskan persoalan infrastruktur, ketenagakerjaan, dan layanan dasar warga Kabupaten Bekasi.

Bagaimana menurut Anda, siapa sosok yang paling tepat mendampingi Bupati Asep Surya Atmadja di sisa masa jabatan ini? Bagikan artikel ini, tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, dan jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow Whatsapp Channel Rakyat Bekasi Di Sini agar selalu update dengan berita politik dan pemerintahan terkini di Kota dan Kabupaten Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Penulis : Pemerhati Kebijakan Publik, Syafrudin.

Editor : Bung Ewox

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi Gerindra Tantang Pemuda Bekasi Kawal Asta Cita Presiden Prabowo
Musda Golkar Kota Bekasi Memanas: Gus Shol Masuk Radar DPP Jadi Poros Tengah
Bursa Calon Wakil Bupati Bekasi Memanas: Tarik Ulur Koalisi PDIP, PPP, dan PBB, Sosok Waras Wasisto Jadi Sorotan!
Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran
Tak Sekadar Manuver Politik, Ketua DPC PPP Kota Bekasi Gus Nawal Salurkan Kursi Roda untuk Warga Bantargebang
Demokrasi Lokal Diuji Politik Uang dan Disinformasi, Bawaslu Rangkul Aktivis Cipayung hingga Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan Pemilu
Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah
Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Kursi Kosong Pendamping Asep Surya Atmadja: Adu Kuat 3 Calon Wakil Bupati Bekasi dari Kandang Banteng

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Musda Golkar Kota Bekasi Memanas: Gus Shol Masuk Radar DPP Jadi Poros Tengah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Bursa Calon Wakil Bupati Bekasi Memanas: Tarik Ulur Koalisi PDIP, PPP, dan PBB, Sosok Waras Wasisto Jadi Sorotan!

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Fraksi Gerindra DPRD Kota Bekasi Desak Anggaran Tepat Sasaran

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Tak Sekadar Manuver Politik, Ketua DPC PPP Kota Bekasi Gus Nawal Salurkan Kursi Roda untuk Warga Bantargebang

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x