- Lokasi & Kegiatan: Pelajar SMP Negeri 5 Kota Bekasi mengikuti praktik pembelajaran literasi ekonomi dan interaksi jual-beli langsung di Pasar Seroja, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (28/10/2026).
- Inisiatif OPD: Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi melalui Bidang Pasar membuka akses pasar tradisional sebagai ruang edukasi pelajar guna membendung dominasi pasar modern dan belanja daring (online shop).
- Target Peserta: Program edukasi lapangan ini berlangsung selama beberapa hari secara bertahap hingga mencakup seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Bekasi.
- Tujuan Ekonomi: Meningkatkan kecakapan komunikasi dan tawar-menawar siswa sekaligus memicu efek domino agar para orang tua kembali berbelanja di pasar tradisional yang kini lebih bersih dan tertata.
EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL KOTA BEKASI kian terhimpit oleh menjamurnya ritel modern dan masifnya gempuran belanja daring (online shop) yang mengikis budaya interaksi sosial.
Merespons ancaman tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Bidang Pasar pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi menginisiasi langkah taktis dengan menjadikan pasar rakyat sebagai laboratorium edukasi bagi kalangan pelajar.
Langkah konkret ini salah satunya terlihat di Pasar Seroja, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, saat puluhan siswa SMP Negeri 5 Kota Bekasi diterjunkan langsung untuk mempraktikkan transaksi tawar-menawar bersama pedagang, Rabu (28/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Pemkot Bekasi dan Disdagperin Kota Bekasi Membangkitkan Pasar Tradisional Kota Bekasi
Transformasi gaya hidup masyarakat perkotaan membuat generasi muda kian asing dengan atmosfer pasar rakyat.
Di bawah arah kebijakan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, Disdagperin Kota Bekasi mengambil pendekatan edukatif sejak dini agar generasi penerus tidak tercerabut dari akar ekonomi lokal.
Mengapa Pelajar SMP Negeri 5 Kota Bekasi Diajak Belajar Belanja di Pasar Seroja?
Pelajar SMP Negeri 5 Kota Bekasi diajak berbelanja langsung di Pasar Seroja untuk mengenalkan ekosistem pasar rakyat yang mulai asing bagi generasi muda, sekaligus melatih keterampilan komunikasi dan negosiasi harga secara tatap muka.
Di tengah dominasi ritel modern yang mematok harga pas (fixed price), siswa didorong untuk aktif bertanya, memeriksa kesegaran komoditas seperti cabai dan sayuran, hingga menawar harga secara langsung di lapak pedagang.
Kepala SMP Negeri 5 Kota Bekasi, Sujirman, menegaskan bahwa metode pembelajaran luar kelas ini sangat krusial bagi pembentukan kecakapan hidup (life skill) siswa.
”Sekarang ini kan sudah banyak pasar modern sehingga dalam proses belanja mereka itu tidak ada kegiatan tawar menawar. Di Pasar tradisional ini karena tidak ada harga baku, anak-anak ini jadi melatih dan membandingkan harga yang ada kemudian mereka belajar menawar,” kata Kepala SMP Negeri 5 Kota Bekasi, Sujirman kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Pasar Seroja, Kecamatan Bekasi Utara, Rabu (28/10/2026).
Lebih lanjut, Sujirman menilai kegiatan ini merupakan bagian dari literasi terapan dalam kurikulum pembelajaran sekolah.
Para siswa dituntut berani membangun komunikasi yang santun namun kritis dengan para pedagang yang belum pernah mereka kenal sebelumnya.
”Jadi anak-anak ini setelah kegiatan ini paling tidak punya pengalaman, sehingga suatu saat disuruh orang tua belanja mereka sudah bisa,” imbuhnya.
Program kunjungan edukatif SMP Negeri 5 Kota Bekasi di Pasar Seroja ini telah berjalan selama beberapa hari terakhir dan dijadwalkan terus berlanjut secara bergiliran hingga mencakup seluruh siswa kelas IX pada hari-hari berikutnya.
Apa Dampak Edukasi Pasar Tradisional Kota Bekasi terhadap Daya Beli Masyarakat?
Dampak langsung dari edukasi Pasar Tradisional Kota Bekasi bagi pelajar adalah terciptanya efek berantai (multiplier effect) yang mendorong para orang tua siswa kembali berbelanja ke pasar rakyat, sehingga mendongkrak perputaran uang dan daya beli pedagang lokal.
Kepala Bidang Pasar pada Disdagperin Kota Bekasi, Yudhistira, menyambut positif antusiasme sekolah-sekolah yang mulai menjadikan pasar tradisional sebagai lokus pembelajaran lapangan.
Menurutnya, intervensi pengenalan pasar sejak usia dini sangat mendesak mengingat pasar tradisional merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat yang kini terus digerus oleh platform belanja daring.
”Ini adalah upaya meningkatkan daya beli masyarakat, siswa siswi ini sambil belajar mengenal barang, bisa tawar menawar dan di sisi lain mereka nanti juga akan bercerita kepada orang tuanya. Mungkin saja yang biasanya sekarang belanja di pasar modern, bisa kembali ke pasar tradisional,” kata Yudhistira.
Bagaimana Kondisi Pasar Tradisional Kota Bekasi Saat Ini Dibandingkan Pasar Modern?
Kondisi Pasar Tradisional Kota Bekasi saat ini telah berevolusi menjadi jauh lebih bersih, tertata rapi, dan nyaman bagi pengunjung sehingga mampu bersaing langsung dengan fasilitas pasar modern.
Yudhistira menekankan bahwa stigma lama mengenai pasar tradisional yang identik dengan kondisi kumuh, becek, dan berbau tidak sedap kini secara bertahap telah dikikis melalui program revitalisasi dan penataan rutin oleh Disdagperin Kota Bekasi. Keunggulan pasar rakyat yang terus dipertahankan meliputi:
- Kualitas & Kesegaran Produk: Komoditas pangan seperti cabai, sayuran hijau, dan bahan pokok dijaga kesegarannya langsung dari pemasok.
- Fleksibilitas Harga: Pembeli dapat melakukan tawar-menawar tanpa harga kaku, sehingga lebih hemat dibandingkan ritel modern.
- Keramahan Pelayanan: Pedagang dibina untuk bersikap ramah dan edukatif, bahkan terhadap pembeli usia pelajar.
- Lingkungan Tertata: Penataan zonasi kios dan kebersihan area pasar terus ditingkatkan demi kenyamanan berbelanja keluarga.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan Disdagperin Kota Bekasi di Pasar Seroja ini diharapkan menjadi prototipe bagi seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi.
Langkah berkelanjutan ini menjadi ujian nyata bagi Pemkot Bekasi agar inovasi penyelamatan pasar rakyat tidak sekadar berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan benar-benar berdampak pada peningkatan omzet pedagang pasar tradisional.
Bagaimana menurut Anda mengenai langkah edukasi pelajar di pasar tradisional ini? Bagikan artikel ini dan tulis pendapat Anda di kolom komentar. Jangan lupa baca berita terkini seputar kebijakan publik lainnya dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar Anda selalu update dengan informasi terpercaya di Kota dan Kabupaten Bekasi!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















