Presidium Kornas Desak Presiden Prabowo Angkat Letjen (Purn) Edy Rahmayadi sebagai Kepala KSP

- Jurnalis

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presidium Kornas usulkan Letjen (Purn) Edy Rahmayadi gantikan LSP sebagai Kepala KSP.

Presidium Kornas usulkan Letjen (Purn) Edy Rahmayadi gantikan LSP sebagai Kepala KSP.

  • ​Desakan Copot: Presidium Kornas, Sutrisno Pangaribuan, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera memberhentikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) pasca-ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.
  • ​Tersangka Penyadapan Ilegal: Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) diduga memerintahkan penyadapan ilegal (illegal tapping) tanpa verifikasi dan dasar hukum pada sistem LIMS serta menghilangkan barang bukti.
  • ​Sorotan Keistimewaan: Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) dituding mendapatkan keistimewaan dari Polri karena tidak ditampilkan dalam balutan baju tahanan dan tangan diborgol saat konferensi pers.
  • ​Calon Pengganti: Letnan Jenderal (Purn.) Edy Rahmayadi, eks Pangkostrad dan Gubernur Sumatera Utara, diusulkan sebagai pengganti paling tepat dan kompeten untuk posisi Kepala KSP.

DESAKAN PUBLIK agar Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) dari jabatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) kian menguat menyusul statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal.

Sebagai purnawirawan kepolisian berpangkat Jenderal yang dituduh melanggar hukum, posisinya di lingkaran utama Istana dinilai tidak lagi memiliki legitimasi moral dan etika.

Sebagai gantinya, sosok berpengalaman seperti Letnan Jenderal (Purn.) Edy Rahmayadi didorong untuk segera ditunjuk memimpin Kantor Staf Kepresidenan guna menjaga stabilitas pemerintahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Jenderal Listyo Sigit Prabowo Didesak untuk Segera Dicopot?

​Presiden Prabowo Subianto didesak untuk segera mengambil langkah tegas karena Jenderal Listyo Sigit Prabowo dianggap sudah kehilangan kelayakan etis dan moral setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

​”Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menetapkan Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) bersama sejumlah perwira tinggi (Pati) Polri sebagai tersangka. Kabareskrim mengatakan bahwa LSP disangkakan memerintahkan penyadapan Ilegal (illegal tapping), memasukkan nomor ke server LIMS tanpa verifikasi dan dasar hukum, dan memerintahkan penghapusan file hasil sadapan (menghapus jejak),” kata Sutrisno Pangaribuan kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (04/11/2026).

​Sutrisno Pangaribuan yang juga merupakan Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas) sekaligus Inisiator Sumatera Connection tersebut menegaskan, status hukum baru ini membuat keberadaan LSP di dalam ring satu kepresidenan sangat mencederai integritas pemerintahan baru.

Menurutnya, jika yang bersangkutan tidak memiliki kesadaran untuk mundur mandiri, maka tidak ada pilihan lain bagi Presiden kecuali memecatnya.

​”Dengan status tersangka, maka Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) tidak lagi memenuhi syarat secara etika dan moral sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Kalau LSP tidak mengundurkan diri, maka Presiden Prabowo Subianto harus segera memberhentikannya,” sambung Sutrisno.

​Kritik atas Dugaan “Keistimewaan” Jenderal Listyo Sigit Prabowo

​Sutrisno juga menyoroti adanya dugaan perlakuan khusus yang diberikan institusi kepolisian terhadap mantan Kapolri tersebut selama proses hukum berjalan.

​”Akan tetapi Polri masih memberi keistimewaan kepada LSP dan gerombolannya. Polri tidak menampilkan LSP dan gerombolannya saat ekspose (konperensi pers),” ungkap Sutrisno Pangaribuan dengan kritis.

​Ia membandingkan perlakuan ini dengan penanganan kasus-kasus tersangka biasa yang kerap diekspos secara gamblang ke publik lengkap dengan atribut penahanan.

​”Polri lazimnya menampilkan wajah para tersangka dengan baju tahanan dan tangan diborgol saat konperensi pers. Namun tidak berlaku bagi LSP dan gerombolannya,” sesalnya.

​Siapa Sosok Letjen (Purn) Edy Rahmayadi dan Mengapa Ia Layak Menjadi KSP?

​Mengisi kekosongan krusial di pucuk pimpinan KSP membutuhkan figur berkarakter kuat yang memiliki rekam jejak panjang, baik di sektor militer maupun sipil.

Terkait hal tersebut, Sutrisno menilai Letnan Jenderal (Purn.) Edy Rahmayadi adalah figur terbaik untuk menduduki posisi strategis itu.

​Edy Rahmayadi bukanlah orang baru di kancah kepemimpinan nasional. Berikut adalah rekam jejak kepemimpinannya yang diunggulkan:

  • ​Pangdam I Bukit Barisan ke-42 (Kepemimpinan Teritorial)
  • ​Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-37 (Kesatuan Elit TNI)
  • ​Gubernur Sumatera Utara ke-18 (Kepemimpinan Sipil)
  • ​Ketua Umum PSSI (Organisasi Nasional)

​”Untuk menggantikan LSP sebagai KSP, Presiden Prabowo Subianto akan segera mengangkat sosok berpengalaman dalam jabatan militer dan sipil. Memiliki pengalaman sebagai pemimpin teritorial, dan memimpin kesatuan elit TNI. Letnan Jenderal (Purn.) Edy Rahmayadi Pangdam I Bukit Barisan ke-42, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-37, dan Gubernur Sumatera Utara ke-18,” papar Sutrisno.

​Menurutnya, perpaduan unik ini merupakan modal besar yang jarang dimiliki tokoh lain, menjadikannya perisai yang mumpuni di sekeliling Presiden Prabowo Subianto.

​”Tidak banyak sosok yang memiliki pengalaman memimpin di militer dan kemudian menjadi pemimpin sipil. Selain pengalaman sebagai pemimpin militer dan sipil, Edy Rahmayadi juga pernah menjadi Ketua Umum PSSI. Seluruh pengalaman tersebut membuat Edy Rahmayadi sebagai sosok yang paling tepat menjaga Presiden Prabowo Subianto sebagai KSP,” pungkasnya.

​Dengan latar belakang sebagai purnawirawan bintang tiga TNI, Edy diyakini mampu membangun jembatan komunikasi yang solid antara faksi senior dan junior, elite politik sipil, hingga masyarakat luas di seluruh penjuru tanah air.

​Kasus hukum yang menjerat Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi ujian penting bagi komitmen pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Keputusan cepat untuk merombak pimpinan KSP akan menentukan arah efektivitas kerja pemerintahan ke depan.

​Dapatkan terus analisis politik, hukum, dan pemerintahan terpercaya di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, serta nasional hanya di RakyatBekasi.com. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini dan tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah!

​Ayo gabung dan ikuti Saluran WhatsApp Resmi RakyatBekasi sekarang juga agar tidak ketinggalan informasi serta berita terhangat setiap hari secara langsung di ponsel Anda.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MAJU ATAU JALAN DI TEMPAT? Menakar Pertaruhan Kinerja Sekda Kota Bekasi yang Baru di Tengah Tantangan Kompleks
Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara
Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara
Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?
Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah
Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa
Menguak Sejarah Intelijen Indonesia: Kisah Jenderal Soemitro Tegur Keras Ali Moertopo karena Isu Cawe-Cawe Kekuasaan
Panas! Musda Golkar Kota Bekasi Jadi Bola Liar, Pertarungan Dua Srikandi Bikin Penguasa Ketar-ketir
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WIB

Presidium Kornas Desak Presiden Prabowo Angkat Letjen (Purn) Edy Rahmayadi sebagai Kepala KSP

Rabu, 4 November 2026 - 15:01 WIB

MAJU ATAU JALAN DI TEMPAT? Menakar Pertaruhan Kinerja Sekda Kota Bekasi yang Baru di Tengah Tantangan Kompleks

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara

Kamis, 10 September 2026 - 05:42 WIB

Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x