Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

  • ​Eks Kapal Induk Italia, Garibaldi, yang disiapkan untuk militer Indonesia rencananya akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya.
  • ​Berdasarkan manuskrip pejabat Tiongkok kuno Chau Ju-Kua (1225 M), Sriwijaya mengontrol ketat jalur perdagangan Selat Malaka dengan sistem rantai besi pelintang laut.
  • ​Hegemoni Sriwijaya membentang melintasi 15 negara bawahan, mencakup Semenanjung Malaya, Thailand, Nusantara, hingga Sri Lanka.
  • ​Berbekal sistem militer mandiri dan melimpahnya sumber daya alam, Sriwijaya sukses menjadi pusat monopoli perniagaan maritim global pada masanya.

​RENCANA PENAMAAN EKS KAPAL INDUK ITALIA, Garibaldi, menjadi KRI Sriwijaya setibanya di Indonesia memantik kembali ingatan publik terhadap supremasi maritim Nusantara di masa lampau.

Melalui telaah catatan Chau Ju-Kua pada 1225 Masehi, terungkap fakta bahwa bangsa Sriwijaya bukanlah sekadar dongeng, melainkan kemaharajaan raksasa yang mendikte urat nadi ekonomi Asia.

Dengan armada tempurnya yang ditakuti dan “tol laut” berantai besi miliknya, mereka sukses mengontrol ketat pergerakan kapal dagang global dari Tiongkok, India, hingga Persia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menguak Sejarah Kerajaan Sriwijaya Melalui Catatan Tiongkok Kuno

​Mengapa Militer dan Ekonomi Sriwijaya Sangat Ditakuti Bangsa Asing?

​Kekuatan tempur menjadi pondasi utama Sejarah Kerajaan Sriwijaya dalam mempertahankan hegemoninya di perairan Nusantara.

Penulis sekaligus penggemar sejarah geopolitik, Syahrul E Dasopang, merangkum bahwa bangsa ini dikenal sangat tangguh dalam peperangan baik darat maupun perairan.

Saat berhadapan dengan musuh, pasukan Sriwijaya bertempur mati-matian tanpa rasa takut dengan formasi militer mandiri, di mana setiap individu menyokong senjata dan logistiknya sendiri.

Secara ekonomi, transaksi internal mereka bahkan tidak menggunakan koin tembaga, melainkan bertransaksi menggunakan potongan-potongan perak murni.

​Bagaimana Cara Sriwijaya Memonopoli Tol Laut Selat Malaka?

​Strategi penguasaan jalur laut yang diterapkan kerajaan ini terbukti jauh melampaui peradaban zamannya.

Demi mengendalikan tata niaga Selat Malaka, mereka merintangi laju kapal asing dengan menggunakan sistem rantai besi raksasa yang dapat dinaik-turunkan secara mekanis dari darat.

  • ​Kapal dagang diwajibkan singgah di pos pabean Ling-ya-mon (kini Kepulauan Lingga, Provinsi Kepulauan Riau) untuk menyetor sepertiga muatannya sebagai pajak tol laut.
  • ​Sistem rantai besi ini juga berfungsi ganda sebagai proteksi yang memaksa armada asing masuk ke wilayah aman dari ancaman bajak laut.
  • ​Bagi kapal dagang yang bersikeras menerobos masuk tanpa membayar pajak, armada tempur Sriwijaya akan langsung melakukan pengejaran dan penghancuran armada.

​Apa Dampak Geopolitik Sriwijaya Terhadap Kawasan Asia?

​Ekspansi teritorial dan monopoli maritim membuat Sriwijaya mendominasi kawasan sebagai titik lebur perdagangan rempah dunia.

Kemaharajaan ini tercatat memiliki sedikitnya 15 negeri bawahan yang tunduk kepada mereka, membentang luas mulai dari Semenanjung Malaya, Thailand Selatan, Sunda, hingga Ceylon di Sri Lanka.

Tingginya permintaan akan komoditas unggulan seperti kapur barus, cengkih, lada, dan gaharu terus mengalir deras untuk ditukar dengan emas, perak, serta porselen dari saudagar Tiongkok dan Arab, menjadikan mereka sebagai kekuatan ekonomi maritim terbesar yang mendikte jalur perniagaan sutra laut berabad-abad lamanya.

​Catatan bersejarah ini seakan mengonfirmasi bahwa penyematan nama KRI Sriwijaya bukanlah sebatas romantisasi masa lalu, melainkan refleksi konkret dari DNA kekuatan maritim Nusantara yang pernah memimpin dunia.

​Jangan lewatkan analisis tajam dan perkembangan informasi terkini lainnya. Mari berdiskusi, bagikan artikel ini, dan ikuti langsung Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar Anda senantiasa update setiap saat.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Penulis : Syahrul E Dasopang

Editor : Bung Ewox

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara
Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?
Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah
Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa
Menguak Sejarah Intelijen Indonesia: Kisah Jenderal Soemitro Tegur Keras Ali Moertopo karena Isu Cawe-Cawe Kekuasaan
Panas! Musda Golkar Kota Bekasi Jadi Bola Liar, Pertarungan Dua Srikandi Bikin Penguasa Ketar-ketir
Mengupas Tuntas Politik Gerakan Islam: Dari Target Intelijen Orde Baru Hingga Terjebak Jadi Proksi Kekuasaan
Tragedi Aksi 27 Agustus 2026: Yusuf Blegur Sebut Ada Pengalihan Isu dan Politik Adu Domba Rezim
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara

Kamis, 10 September 2026 - 05:42 WIB

Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?

Selasa, 8 September 2026 - 13:02 WIB

Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah

Selasa, 8 September 2026 - 10:27 WIB

Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa

Berita Terbaru

Seorang petugas sedang membersihkan logo Gedung KPK. (Foto: antara).

Nasional

Skandal Suap HGB di BPN Kabupaten Bogor: KPK OTT Fahd A Rafiq

Senin, 14 Sep 2026 - 23:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x