- Pelantikan Strategis: Muhammad Solikhin resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi pascapelantikan pada Senin, 2 November 2026, yang menjadikannya pimpinan tertinggi birokrasi daerah.
- Reformasi Budaya Kerja: Sorotan utama tertuju pada perlunya evaluasi terhadap beban administratif berbasis aplikasi bagi aparatur sipil negara (ASN), seperti guru, yang dinilai melemahkan fokus pelayanan publik.
- Keadilan Ekonomi: Sebagai daerah jasa dan perdagangan, Pemkot Bekasi dituntut menyelaraskan Program Strategis Nasional (PSN) guna mengentaskan kemiskinan dan pengangguran tanpa membebani pelaku UMKM.
- Pembuktian Profesionalitas: Hubungan kekerabatan Sekda baru dengan Wali Kota Bekasi harus dijawab melalui capaian kinerja nyata dan berkeadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
PASCA PELANTIKAN SEKRETARIS DAERAH (SEKDA) KOTA BEKASI yang baru, Muhammad Solikhin, pada Senin (02/11/2026) lalu, tantangan besar kini menanti dalam mengorkestrasi roda birokrasi dan peningkatan ekonomi daerah.
Syafrudin, S.I.P, seorang Pemerhati Kebijakan Publik, menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap penataan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang belakangan dianggap terlalu tersita oleh urusan administratif yang kurang produktif.
”Langkah utama bagi Pemda Kota Bekasi ke depan pasca-pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) pada tanggal 2 November 2026 yang lalu adalah menata ulang budaya kerja yang tak berpangku pada aspek kedisiplinan aparatur melalui aplikasi yang justru melemahkan fokus kinerjanya,” kata Syafrudin, S.I.P kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (04/11/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TANTANGAN BESAR JALANNYA PEMERINTAHAN: Kinerja Sekda Kota Bekasi Muhammad Solikhin Kini Diuji
Apa Saja Tugas Utama Sekda Kota Bekasi yang Baru Dilantik?
Sekretaris Daerah (Sekda) memiliki posisi paling krusial dalam pembangunan dan pelayanan publik di wilayah perkotaan.
Syafrudin menjelaskan bahwa dalam pembangunan yang dijalankan Pemerintah Daerah (Pemda), pelayanan publik menjadi hal utama karena wajib pajak merupakan sumber pendapatan bagi daerah dan negara.
Keberlangsungan pelayanan ini sangat bergantung pada arah kebijakan serta strategi implementasi yang ditetapkan oleh Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bersama Sekda selaku pimpinan birokrasi tertinggi.
Sejak awal terbentuk, Kota Bekasi telah didesain sebagai daerah yang fokus pada sektor Jasa dan Perdagangan, menyesuaikan dengan laju demografi yang pesat.
Posisinya sebagai daerah perlintasan dan permukiman membuat pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.
Dampak positifnya terlihat dari perkembangan infrastruktur jalan serta layanan publik lainnya seperti rumah sakit dan PDAM yang terus berbenah mengikuti kebutuhan masyarakat.
Mengapa Penataan Budaya Kerja dan Aplikasi ASN Perlu Dievaluasi?
Fokus kerja aparatur sipil negara (ASN) di lapangan tidak boleh terpecah oleh beban administratif yang berlebihan.
Menurut Syafrudin, salah satu langkah prioritas Sekda Muhammad Solikhin ke depan adalah mereformasi budaya kerja agar tidak sekadar berorientasi pada formalitas absensi atau aplikasi yang dinilai justru melemahkan kinerja riil.
Ia mencontohkan para guru yang waktunya sering kali terkuras untuk mengisi berbagai pelaporan administratif di aplikasi digital yang kurang relevan dengan kualitas mengajar.
Oleh karena itu, pengerahan aparatur daerah harus lebih ditekankan pada upaya mendekatkan layanan publik secara langsung ke masyarakat.
Meskipun saat ini sudah banyak aplikasi pelayanan publik yang tersedia, sentuhan sosialisasi dan harmonisasi hubungan antara Pemda dan masyarakat tetap menjadi kebutuhan mutlak.
Bagaimana Sekda Baru Bisa Meningkatkan Kesejahteraan Warga Kota Bekasi?
Akselerasi pembangunan di Kota Bekasi harus mampu menjawab berbagai potensi pendapatan ekonomi daerah tanpa membebani masyarakat.
Tantangan ini menuntut visi Sekda yang adaptif terhadap Program Strategis Nasional (PSN) agar dapat diintegrasikan dengan upaya peningkatan kesejahteraan warga, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Merujuk pada konsep pembangunan modern dari tokoh Rostow, Harrod-Domar, dan Cleland, pembangunan di daerah perkotaan yang modern seperti Kota Bekasi membutuhkan keseimbangan strategis.
Pemerintah harus mampu mempertahankan prestasi yang sudah dicapai, sembari terus menggali potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Indikator keberhasilan pembangunan, menurut Syafrudin, tidak hanya sebatas pada kenaikan pendapatan per kapita, melainkan juga:
- Menjaga pemerataan dan distribusi pendapatan secara adil.
- Mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di lapisan terbawah.
- Meningkatkan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
Apakah Hubungan Kekerabatan Sekda dengan Wali Kota Bekasi Menjadi Tantangan?
Mengenai penunjukan Muhammad Solikhin yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Wali Kota Bekasi, hal tersebut tidak akan menjadi persoalan selama yang bersangkutan mampu menunjukkan etika, estetika, dan kinerja yang profesional secara universal.
“Sekda Kota Bekasi yang kini dijabat oleh Muhammad Solikhin, selagi indikator, etika dan estetika dirinya baik secara universal, tidak membawa dampak buruk, sekalipun Muhammad Solikhin adalah seseorang yang sedarah dengan Wali Kota,” ujar Syafrudin.
Namun, ia menegaskan bahwa hubungan kekerabatan ini harus dijawab dengan pembuktian konkret di lapangan melalui maksimalisasi capaian strategis bagi masyarakat luas, khususnya peningkatan distribusi pendapatan bagi kelompok miskin hingga menengah.
Tantangan ini kian berat mengingat posisi Kota Bekasi sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara yang akan berhadapan dengan kebijakan pengenaan pajak bagi UMKM dari pemerintah pusat.
Sekda baru dituntut untuk memaksimalkan peran Pemkot Bekasi dalam mewujudkan keadilan sosial dan menjamin kesejahteraan warganya tanpa mengabaikan realitas ekonomi lokal.
Menarik untuk dinantikan bagaimana gebrakan dari Muhammad Solikhin dalam memimpin birokrasi Pemkot Bekasi di bawah sisa masa jabatan dan tantangan ekonomi yang semakin dinamis ke depan.
Kinerja nyata di lapangan akan menjadi jawaban terbaik bagi ekspektasi warga Bekasi yang mengharapkan perubahan dan perbaikan layanan publik tanpa hambatan birokrasi.
Bagikan pendapat Anda mengenai tantangan yang dihadapi Sekda Kota Bekasi yang baru di kolom komentar! Agar tidak ketinggalan informasi terhangat seputar Kota dan Kabupaten Bekasi, yuk ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi sekarang juga.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Penulis : Syafrudin S.I.P (Pemerhati Kebijakan Publik)
Editor : Bung Ewox


















