Aliansi Ormas Dukung Lelang Bus Transpatriot Demi Selamatkan APBD Kota Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Bekasi secara resmi menyatakan dukungan terhadap langkah PT Mitra Patriot.

Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Bekasi secara resmi menyatakan dukungan terhadap langkah PT Mitra Patriot.

Poin Utama:

  • Dukungan Efisiensi: Aliansi Ormas dan LSM Kota Bekasi mendukung lelang bus Transpatriot sebagai langkah rasional menyelamatkan keuangan daerah.
  • Kondisi Aset: Puluhan armada diketahui telah mangkrak (tidak beroperasi) selama kurang lebih dua tahun sehingga menjadi beban penyusutan.
  • Syarat Mutlak: Proses lelang oleh PT Mitra Patriot (Perseroda) wajib dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi hukum.
  • Anti Politisasi: Publik diminta menyikapi kebijakan korporasi ini secara objektif dan tidak terjebak narasi politik yang menyesatkan.

​Polemik rencana pelelangan armada bus Transpatriot oleh PT Mitra Patriot (Perseroda) mendapat perhatian serius dari elemen masyarakat sipil.

Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Bekasi secara resmi menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut, yang dinilai sebagai upaya konkret menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari beban aset yang tidak produktif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Lelang Bus Transpatriot Dianggap Mendesak?

​Langkah PT Mitra Patriot untuk melelang sejumlah armada bus dinilai sebagai keputusan bisnis yang logis dan mendesak.

Ketua Aliansi Ormas Kota Bekasi, Deni Muhamad Ali, menyoroti fakta di lapangan bahwa puluhan unit bus tersebut sudah tidak beroperasi alias mangkrak selama hampir dua tahun.

Kondisi ini menyebabkan beban ganda bagi keuangan daerah, yakni biaya perawatan aset diam dan penyusutan nilai barang (depresiasi).

​”Kondisi armada yang tidak produktif justru berpotensi membebani keuangan daerah. Oleh karena itu, diperlukan langkah efisiensi yang dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan,” kata Deni Muhamad Ali kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat memberikan keterangan pers di Kota Bekasi, Rabu (14/01/2026).

​Deni menekankan bahwa mempertahankan aset yang rusak dan tidak bergerak hanya akan menjadi benalu bagi neraca keuangan perusahaan daerah (BUMD). Dengan melelang aset tersebut, potensi kerugian negara akibat penurunan nilai aset dapat diminimalisir.

​Bagaimana Menyikapi Isu Politisasi Kebijakan Ini?

​Di tengah bergulirnya wacana lelang, muncul berbagai narasi yang dinilai tendensius. Menyikapi hal tersebut, Deni meminta masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk melihat kebijakan direksi PT Mitra Patriot secara objektif sebagai aksi korporasi, bukan komoditas politik.

Ia mewanti-wanti agar narasi kebencian tidak digunakan untuk menyerang kebijakan yang sifatnya administratif dan ekonomis ini.

​”Setiap kebijakan publik harus disikapi secara rasional dan objektif, bukan dengan narasi yang menyesatkan atau bermuatan kepentingan tertentu,” tegas pria yang akrab disapa Bang Deni ini.

​Menurutnya, langkah Direktur Utama PT Mitra Patriot sudah terukur demi kesehatan perusahaan. Mengaitkan upaya penyehatan manajemen transportasi publik dengan isu politik praktis dinilai hanya akan menghambat kemajuan tata kelola Pemkot Bekasi.

​Apa Syarat Transparansi yang Harus Dipenuhi?

​Kendati memberikan dukungan penuh terhadap efisiensi aset, Aliansi Ormas dan LSM Kota Bekasi memberikan catatan tebal (disclaimer) kepada pihak penyelenggara lelang. Deni mendesak agar seluruh tahapan pelelangan wajib mematuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

​Berikut adalah tuntutan transparansi yang diajukan Aliansi Ormas:

  • ​Proses lelang harus terbuka untuk umum dan dapat diakses informasinya oleh publik.
  • ​Mekanisme perizinan harus sah dan sesuai dengan aturan lelang aset daerah.
  • ​Hasil pelelangan harus dipastikan kembali untuk penyehatan manajemen transportasi dan kepentingan masyarakat.

​Pihaknya memastikan akan mengawal ketat proses tersebut agar tidak terjadi penyelewengan. “Yang terpenting adalah kepentingan masyarakat dan keberlangsungan keuangan daerah. Selama kebijakan ini dilakukan sesuai aturan, maka patut didukung,” pungkasnya.

​Dukungan dari elemen masyarakat ini diharapkan dapat mendorong penyelesaian masalah aset Transpatriot secara profesional tanpa gaduh politik, sehingga layanan transportasi publik di Kota Bekasi dapat segera dibenahi.

Punya informasi terkait pelayanan publik atau aset Pemkot Bekasi yang terbengkalai di lingkungan Anda? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com melalui saluran pengaduan kami.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x