Brutal! Monyet Liar Serang Bocah di Bekasi Hingga Wajah Robek

- Jurnalis

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seekor monyet liar yang melukai wajah seorang anak kecil di Kampung Bali, Desa Setiamulya, Tarumajaya, Selasa (13/10/2026)

Ilustrasi seekor monyet liar yang melukai wajah seorang anak kecil di Kampung Bali, Desa Setiamulya, Tarumajaya, Selasa (13/10/2026)

  • ​Seekor monyet liar menyerang anak kecil secara brutal di Kampung Bali, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi pada Senin (12/10/2026) siang.
  • ​Korban menderita luka robek parah di wajah, hidung, bahu, dan pergelangan tangan hingga membutuhkan puluhan jahitan medis.
  • ​Pihak kepolisian menduga kuat primata agresif tersebut merupakan individu hewan yang sama dengan penyerang warga sebelumnya.
  • ​Tim Rescue Disdamkarmat Kabupaten Bekasi bersama Polsek Tarumajaya masih menyisir lokasi karena satwa liar tersebut belum berhasil ditangkap.

​WARGA KAMPUNG BALI, Desa Setiamulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kini dihantui teror menakutkan usai seekor monyet liar menyerang seorang anak kecil secara brutal pada Senin (12/10/2026) siang.

Serangan mendadak yang terjadi sekitar pukul 11.13 WIB tersebut menyebabkan korban mengalami luka robek parah di bagian wajah hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Insiden ini memicu kekhawatiran meluas di tengah masyarakat akan adanya serangan susulan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kronologi Teror Monyet Liar di Bekasi yang Mengancam Keselamatan Warga

​Kejadian nahas ini bermula saat korban tengah asyik berjalan kaki di sekitar pekarangan rumahnya. Tanpa adanya provokasi, primata liar tersebut langsung menerkam secara agresif.

Serangan brutal itu meninggalkan luka cakar dan gigitan yang sangat dalam pada area dahi, hidung, bibir, pundak kiri, hingga pergelangan tangan sang anak.

​Mengapa Monyet Liar Tersebut Sangat Berbahaya bagi Warga Tarumajaya?

​Primata ini dinilai sangat berbahaya karena memiliki rekam jejak agresif dan menyerang tanpa alasan yang jelas.

Pihak kepolisian yang langsung turun melakukan pemeriksaan saksi serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) mencurigai adanya pola serangan berulang dari hewan yang sama di lingkungan warga.

​“Kemungkinan dari korban pertama hingga korban yang sekarang, monyetnya sama,” kata Putu kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi kejadian, Selasa (13/10/2026).

​Bagaimana Langkah Penanganan dari Polsek Tarumajaya dan Pemkab Bekasi?

​Merespons keresahan warga yang kian memuncak, Kapolsek Tarumajaya, AKP I Gede Bagus Ariska Sudana, langsung memimpin jajarannya mendatangi lokasi kejadian.

Bekerja sama dengan Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi, aparat gabungan langsung melakukan penyisiran intensif di sekitar Kampung Bali.

​Namun, hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terkendala dan memunculkan beberapa imbauan krusial:

  • ​Satwa liar tersebut belum berhasil ditangkap dan diduga masih berkeliaran di area permukiman.
  • ​Warga Tarumajaya diminta ekstra waspada, terutama saat mengawasi anak-anak bermain di luar rumah.
  • ​Masyarakat dilarang keras mencoba menangkap atau mendekati primata tersebut sendirian karena sangat membahayakan keselamatan.

​Pemerintah daerah melalui aparat gabungan terus berupaya memburu satwa liar tersebut demi mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.

Warga yang melihat keberadaan monyet agresif itu diimbau untuk tidak bertindak gegabah dan segera melapor kepada petugas pemadam kebakaran atau pos kepolisian terdekat.

​Jangan lewatkan perkembangan terbaru terkait evakuasi hewan liar ini dan berita kriminal lainnya. Bagikan artikel ini untuk meningkatkan kewaspadaan warga, berikan tanggapan Anda di kolom komentar, dan pastikan Anda mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar selalu update dengan informasi terkini.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Berakhir 26 Oktober! Pemkot Bekasi dan DKI Jakarta Kebut Finalisasi PKS TPST Bantargebang
Jadwal Muscam KNPI Bekasi Timur Gelap, Farhan Sindir Keras: Tunjuk Saja Ketuanya Sekalian!
Skandal Pencabulan Berkedok Ruqyah: Guru Ponpes Darut Tauhid Kota Bekasi Tersangka, Ratusan Santriwati Dievakuasi
Nasib 3.132 PPPK Paruh Waktu Ditentukan Akhir Oktober, BKPSDM Tegas Coret Pegawai Indisipliner!
Imbas Kasus Pencabulan 10 Santriwati, Kemenag Hentikan Sementara Aktivitas Ponpes Darut Tauhid Bekasi!
Tolak Kontrak Baru, GCB Desak Wali Kota Bekasi Akhiri “Penjajahan” Sampah DKI di TPST Bantargebang
​”Jangan Manja!” Wali Kota Bekasi Larang ASN Parkir Sembarangan, Wajib Pindah ke Stadion Patriot Candrabhaga
Seleksi Sekda Kota Bekasi Rampung Akhir Oktober, BKPSDM Menunggu Persetujuan BKN
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kontrak Berakhir 26 Oktober! Pemkot Bekasi dan DKI Jakarta Kebut Finalisasi PKS TPST Bantargebang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Brutal! Monyet Liar Serang Bocah di Bekasi Hingga Wajah Robek

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Jadwal Muscam KNPI Bekasi Timur Gelap, Farhan Sindir Keras: Tunjuk Saja Ketuanya Sekalian!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Skandal Pencabulan Berkedok Ruqyah: Guru Ponpes Darut Tauhid Kota Bekasi Tersangka, Ratusan Santriwati Dievakuasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Nasib 3.132 PPPK Paruh Waktu Ditentukan Akhir Oktober, BKPSDM Tegas Coret Pegawai Indisipliner!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x