Camat Bekasi Timur Sebut Insiden Pamer Jersey Nomor Dua Bentuk Spontanitas

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2024 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Bekasi Timur Fitri Widyati memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi, Jumat (12/01/2024).

Camat Bekasi Timur Fitri Widyati memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi, Jumat (12/01/2024).

KOTA BEKASI – Camat Bekasi Timur Fitri Widyati memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi untuk dimintai keterangan menyoal dugaan pelanggaran netralitas ASN Pemkot Bekasi yang turut pamer jersey nomor 2 yang dilakukan usai bermain sepakbola di Stadion Patriot Chandrabhaga. Jumat (29/12/2023) pagi. Fitri mengatakan, pamer jersey yang dilakukan oleh para camat merupakan bentuk spontanitas, selepas diberikannya Jersey seusai pertandingan sepakbola. [irp posts=”8339″ ]
“Ya sebenarnya pada saat itu, karena bentuk kita senang mendapatkan Jersey. Kemudian kita buka secara simbolis dan saya juga pada hari ini dapat memberikan informasi yang utuh, memberikan informasi yang jelas juga pada saat menceritakan semua yang terjadi di lapangan,” ucap Fitri kepada Rakyat Bekasi usai diperiksa Bawaslu, Jumat (12/01/2024).
Saat diperiksa oleh penyidik, kata dia, Fitri mengaku mendapat 30 pertanyaan untuk dijawab olehnya.
“Alhamdulillah sudah dilakukan klarifikasi kaitan dengan undangan kita selaku camat kita sudah klarifikasi. Ada 30 Pertanyaan yang sudah dilontarkan oleh Bawaslu,” jelas Fitri.
[irp posts=”8249″ ] Kemudian Fitri menampik saat disebut ada pihak yang mengarahkan untuk pamer jersey nomor dua saat sesi foto bersama. Karena menurut Fitri, hal itu dilakukan secara spontanitas.
“Pada saat itu kita membuka karena spontan, karena senang. Karena kan kecamatan engga punya kaos tim, pada saat disana, kita menerima kaos dan memperlihatkan kaosnya. Ya itu juga kita kaget juga (menyoal pamer jersey). Tapi, Alhamdulillah pada saat ini kita sudah memberikan keterangan yang terperinci, yang benar-benar terjadi di lapangan seperti apa,” sambung Fitri.
Adapun imbas insiden pamer jersey nomor dua, lanjut Fitri, tentunya akan menjadi tahap evaluasi diri agar kejadian serupa tak terulang kembali di kemudian hari. [irp posts=”8287″ ]
“Ya kemudian ke depan kita semua camat bisa lebih waspada lagi untuk bertindak. Karena pertandingan ini kan baru sekali kita laksanakan. Karena memang rutin pertandingan sepakbola antar kecamatan, Karena secara simbolis kita kan memang foto bersama, seperti biasa selepas kegiatan simbolis kita berfoto,” bebernya.
Sebelumnya diberitakan, Camat Bekasi Barat Gutus Hermawan dan Camat Jatisampurna Nata Wirya memenuhi panggilan Bawaslu Kota Bekasi untuk dimintai keterangan menyoal dugaan pelanggaran netralitas ASN Pemkot Bekasi yang pamer jersey nomor 2 yang dilakukan usai bermain sepakbola di Stadion Patriot Chandrabhaga. Jumat (29/12/2023) pagi. [irp posts=”8295″ ] Namun demikian, berdasarkan penelusuran redaksi rakyatbekasi.com dari sejumlah foto yang beredar terdapat fakta yang menarik, sebagai berikut; Saat bertanding, para Camat menggunakan jersey dengan nomor berbeda dengan nomor punggung jersey yang dipamerkan. [irp posts=”8162″ ] [irp posts=”8190″ ] Hal tersebut terlihat dari sejumlah camat tertangkap kamera mengenakan celana dengan nomor berbeda dengan Jersey bernomor punggung dua (2) yang sedang dipamerkannya saat berpose, berikut uraiannya:
  • Camat Mustikajaya Jaya Eko Setiawan yang mengenakan celana bernomor 15.
  • Camat Pondokgede Zainal Abidin Syah yang nampak memakai celana bernomor tujuh (7).
  • Camat Medansatria Widy Tiawarman yang celananya nampak seperti nomor empat (4).
  • Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya yang tampak memakai celana bernomor 13.
  • Camat Bekasi Barat Gutus Hermawan Eka Permana terlihat mengenakan celana bernomor 24.
[irp posts=”8256″ ] Dengan fakta tersebut, dapat diambil kesimpulan patut diduga jika para Camat dengan sengaja memamerkan Jersey bernomor punggung dua (2) yang disediakan oleh panitia ataupun protokol dengan maksud tertentu. Kemudian jersey bernomor punggung dua yang dipamerkan para camat diduga kuat masih baru alias tidak dikenakan oleh mereka di dalam pertandingan antar kecamatan se-Kota Bekasi tersebut. (DAP)

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Barbuk Lenyap! Polisi Didesak Tahan ABH Pengeroyok di Jatiasih
Darurat Sampah Bekasi: Bumerang Konsumerisme Ulah Kapitalis
Mangkrak Sebulan: Polsek Medansatria Lamban Usut Pengeroyokan kurir Shopee Xpress
KOAR Bekasi Bongkar Dugaan Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Relax’t Spa Cibubur
Waspada Hantavirus, Pemkot Bekasi Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat
Dolar AS Tembus Rp17.700, Industri Bekasi Terancam Badai PHK
Rupiah Anjlok ke Rp17.700, Industri di Kota Bekasi Terpukul!
Diduga Ilegal, Pemkot Bekasi Ditantang Tutup 18 THM di Pasar Bintara
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:10 WIB

Barbuk Lenyap! Polisi Didesak Tahan ABH Pengeroyok di Jatiasih

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:22 WIB

Darurat Sampah Bekasi: Bumerang Konsumerisme Ulah Kapitalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:51 WIB

Mangkrak Sebulan: Polsek Medansatria Lamban Usut Pengeroyokan kurir Shopee Xpress

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:20 WIB

KOAR Bekasi Bongkar Dugaan Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Relax’t Spa Cibubur

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:34 WIB

Waspada Hantavirus, Pemkot Bekasi Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Bekasi

Darurat Sampah Bekasi: Bumerang Konsumerisme Ulah Kapitalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:22 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x