- Penyusutan drastis debit air baku di hilir Kali Bekasi memicu ancaman krisis air bersih bagi pelanggan di wilayah Kota Bekasi pada musim kemarau.
- Sebagai mitigasi, Perumda Tirta Patriot mengoperasikan SPAM Teluk Buyung di Kecamatan Bekasi Utara yang memiliki kapasitas tampungan 100-150 liter per detik.
- Manajemen telah menyiapkan skenario darurat dengan mengajukan tambahan pasokan air baku kepada PJT II sebesar 200 liter per detik jika kekeringan mencapai level ekstrem.
Memasuki siklus musim kemarau, ancaman krisis air mulai menghantui warga Kota Bekasi seiring menyusutnya debit air di hilir Kali Bekasi secara drastis. Merespons kondisi kritis tersebut, Perumda Tirta Patriot mengambil langkah taktis untuk memastikan layanan air bersih kepada pelanggan tidak lumpuh total seperti insiden kelam pada tahun 2023.
Strategi Perumda Tirta Patriot Hadapi Ancaman Kekeringan di Kota Bekasi
Langkah mitigasi konkret telah disiapkan oleh manajemen agar kebutuhan pasokan air bersih warga tetap terpenuhi.
Salah satu tumpuan utama penanganan krisis ini adalah pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Teluk Buyung yang berlokasi di Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kejadian tahun 2023, kita kan belum ada PSN. Jadi, kalau misalkan ada limbah atau krisis air, kita mati total. Tapi alhamdulillah di SPAM Teluk Buyung, kita bisa menampung kurang lebih 100 sampai 150 liter per detik,” kata Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (20/07/2026).
Mengapa Layanan Air Bersih Tirta Patriot Dipastikan Tetap Mengalir?
Kapasitas tampung cadangan yang bersumber di SPAM Teluk Buyung menjadi instrumen penyelamat keberlangsungan distribusi air bersih ke rumah pelanggan.
Meskipun berpotensi terjadi penurunan tekanan distribusi akibat mengeringnya air Kali Bekasi, pasokan air dipastikan tidak akan berhenti beroperasi secara total.
”Artinya masih bisa diantisipasi, pelayanan mungkin tidak mati. Walaupun berkurang, tapi insyaallah pelayanan tetap jalan. Itu antisipasi kita,” tambahnya.
Bagaimana Skenario Penanganan Jika Kekeringan Semakin Ekstrem?
Sebagai langkah eskalasi tingkat lanjut, manajemen telah merancang skenario pengajuan penambahan suplai air baku darurat ke pihak terkait.
Perumda Tirta Patriot akan berkoordinasi langsung dengan Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II untuk meminta pasokan tambahan agar reservoir pengolahan tetap terisi.
”Kita coba akan lakukan pengajuan kepada PJT II, kalau benar terjadi kekeringan (ekstrem), nanti kita minta tambah debit minimal 200 liter per detik, agar bisa mengisi reservoir dan didistribusikan ke masyarakat. Walaupun tidak maksimal, paling tidak masyarakat masih mendapatkan air. Tidak separah tahun 2023,” jelas Ali.
Langkah antisipatif dan terukur dari manajemen Perumda Tirta Patriot ini diharapkan mampu memberikan jaminan ketenangan bagi warga Kota Bekasi dalam menghadapi ancaman kemarau panjang tahun ini.
Apakah aliran air bersih di wilayah tempat tinggal Anda sudah mulai mengalami penurunan debit? Sampaikan keluhan dan tanggapan Anda di kolom komentar, serta pantau terus pembaruan informasi seputar layanan publik Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







