- Target Sasaran: Sebanyak 38.836 bayi menjadi target program imunisasi anak di Kota Bekasi sepanjang tahun 2026.
- Melampaui Indikator: Capaian imunisasi hingga Juli 2026 menyentuh angka 58,4 persen, melampaui target indikator bulanan sebesar 58,3 persen.
- Fokus Layanan: Pelayanan terus digenjot di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) milik Pemkot Bekasi demi mencapai target 100 persen.
- Tantangan Utama: Kekhawatiran orang tua terhadap efek samping pasca-imunisasi masih menjadi hambatan pemerataan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat tren positif pada program perlindungan kesehatan dasar bagi balita, dengan capaian imunisasi anak melampaui target indikator hingga pertengahan tahun ini.
Sepanjang tahun 2026, Pemkot Bekasi menargetkan sebanyak 38.836 jiwa bayi mendapatkan vaksinasi lengkap melalui berbagai fasilitas kesehatan pemerintah daerah demi menciptakan kekebalan kelompok secara merata.
Dinkes Kota Bekasi Genjot Capaian Imunisasi Anak Secara Masif
Pemenuhan hak kesehatan dasar bagi bayi di bawah usia satu tahun terus dimaksimalkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh generasi penerus memiliki daya tahan tubuh yang optimal terhadap berbagai penyakit menular.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) pada Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, menjelaskan bahwa angka puluhan ribu sasaran tersebut merupakan kewajiban yang harus dipenuhi secara programatik.
Capaian positif sejauh ini diklaim menjadi bukti berjalannya layanan kesehatan primer di lapangan.
”Adapun berdasarkan data Capaian Imunisasi sampai dengan Bulan Juli 2026 adalah 58,4 persen. Dengan, target tersebut sudah melampaui dari target capaian secara indikator yang mencapai 58,3 persen,” kata Vevie Herawati kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Rabu (02/09/2026).
Mengapa Capaian Imunisasi Anak di Kota Bekasi Belum Sepenuhnya Merata?
Kendati angka persentase secara agregat sudah melampaui target indikator bulanan, sebaran pemberian vaksin pada kelompok usia bayi hingga satu tahun ini masih menjadi pekerjaan rumah. Distribusi capaian di masing-masing kecamatan belum sepenuhnya proporsional jika dibedah secara kewilayahan.
Oleh karena itu, layanan pada tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terus diintensifkan secara harian untuk menjaring balita yang belum tervaksinasi.
”Dengan kita harapkan capaian Imunisasi Anak bisa mencapai 100 persen,” sambungnya.
Apa Tantangan Terbesar Pemkot Bekasi dalam Program Imunisasi 2026?
Hambatan terbesar di lapangan ternyata bukan pada ketersediaan stok vaksin, melainkan pada tingkat literasi dan partisipasi masyarakat itu sendiri.
Dinkes Kota Bekasi masih mendapati sejumlah warga yang enggan mengakses fasilitas kesehatan akibat termakan mitos kesehatan.
Fenomena penolakan halus ini kerap muncul karena rendahnya pemahaman mengenai reaksi pasca-imunisasi, seperti demam ringan, yang sebetulnya merupakan respons alami tubuh.
”Sekaligus secara tantangan yang masih ditemukan adalah masih ditemukan adanya orang tua yang belum membawa bayi ke fasilitas kesehatan. Karena adanya kekhawatiran orang tua akan efek samping setelah anaknya di imunisasi,” pungkasnya.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh orang tua agar tidak ragu membawa anak mereka ke Puskesmas atau Posyandu terdekat.
Langkah preventif ini jauh lebih krusial dibandingkan risiko fatal penyakit menular di masa depan.
Punya kritik, saran, atau informasi seputar layanan kesehatan di lingkungan Anda? Mari diskusikan dan bagikan artikel ini.
Agar Anda tidak ketinggalan informasi kebijakan publik terbaru, segera ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini] sekarang juga!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















