Dinkes Sasar 486 Ribu Siswa di Bekasi Lewat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Ini Manfaatnya

- Jurnalis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program nasional ini bertujuan mendeteksi dini masalah kesehatan, mencegah stunting, serta mendorong pola hidup sehat di kalangan pelajar dari tingkat SD hingga SMA.

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) secara masif menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar 486.330 siswa, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Inisiatif ini merupakan bagian dari program nasional untuk mewujudkan generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas stunting.

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengimbau seluruh orang tua dan wali murid untuk proaktif memanfaatkan fasilitas ini. Program yang telah berjalan sejak awal Agustus 2025 ini baru saja diluncurkan secara resmi di MTS Negeri 1 Kota Bekasi pada Rabu (20/08/2025) lalu.

​”Ini program nasional dari Bapak Presiden untuk melakukan cek kesehatan secara gratis. Kami sosialisasikan kepada masyarakat agar memanfaatkan program pemerintah ini,” ujar Satia kepada wartawan, Jumat (22/08/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut, menegaskan bahwa CKG dan bulan imunisasi anak sekolah adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kota Bekasi.

​”Tujuannya adalah untuk mempersiapkan anak-anak yang sehat, yang nantinya dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan Kota Bekasi,” kata Tri Adhianto. “Program ini merupakan kelanjutan dari pemantauan kesehatan sejak dini untuk memastikan anak-anak tidak mengalami stunting.”

Fokus pada Pola Makan dan Kebugaran Jasmani

​Dinkes Kota Bekasi menyoroti dua aspek penting dalam kesehatan anak usia sekolah saat ini: pola makan dan aktivitas fisik. Menurut Satia, gaya hidup modern yang dipengaruhi media sosial kerap membuat anak-anak malas bergerak.

​”Saya pikir anak-anak sekarang terlihat sehat, tapi kita perlu lihat dari pola makannya dan kemampuan dia bergerak,” jelas Satia. “Untuk itu, dalam program CKG ini juga ada tes kebugaran. Kita ingin melihat sejauh mana tingkat kebugaran anak-anak kita.”

​Selain pemeriksaan fisik, para siswa juga diberikan asupan gizi tambahan seperti susu dan roti. Satia menambahkan, meski ada dukungan dari pihak swasta, peran orang tua tetap yang utama.

​”Yang paling penting adalah kesadaran dari orang tua tentang bagaimana memberikan asupan yang bergizi seimbang untuk anak-anaknya di rumah,” paparnya.

Mekanisme Pelaksanaan dan Akses Mudah

​Untuk memudahkan jangkauan, program Cek Kesehatan Gratis ini dapat diakses melalui dua cara. Siswa dapat mengikuti pemeriksaan yang diadakan secara kolektif di sekolah masing-masing, atau orang tua bisa membawa anak mereka langsung ke Puskesmas terdekat.

​”Orang tua juga kami dorong untuk mengunduh aplikasi Satu Sehat, sehingga riwayat kesehatan anak bisa terpantau,” kata Satia.

​Lebih lanjut, ia menjelaskan alur penanganan jika ditemukan masalah kesehatan pada siswa.

​”Apabila ada gejala yang dianggap memerlukan penanganan lebih lanjut, akan ditindaklanjuti di Puskesmas. Jika Puskesmas tidak bisa menangani, pasien akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif,” terangnya.

​Dengan program CKG ini, Pemkot Bekasi berharap dapat melakukan intervensi kesehatan sejak dini, memastikan setiap anak di wilayahnya tumbuh optimal, sehat secara fisik dan mental, serta siap menjadi generasi penerus yang unggul.

Sudahkah putra-putri Anda mengikuti program Cek Kesehatan Gratis ini? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raperda Penyimpangan Seksual Kota Bekasi Dinilai Cacat Substansi, GAMKI: Jangan Asal Ketok Palu!
Dongkrak Gairah Wisata Air, KDM Gagas Lomba Dayung Piala Gubernur Jabar di Kalimalang Bekasi
Krisis Anggaran Daerah, Dedi Mulyadi Larang Bawa ‘Tim Hore’ ke PORPROV Jabar XV 2026 di Kota Bekasi
Pimpin Rakor di Pemkot Bekasi, Dedi Mulyadi Sentil Efisiensi Anggaran Porprov Jabar XV 2026
KONI Jabar Bidik Atlet Terbaik dari Ajang Porprov untuk Persiapan Babak Kualifikasi PON 2027
Tembus 80 Persen, KONI Jabar Pastikan Kesiapan Infrastruktur Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi
Sahabat MUI ‘Gedor’ DPRD Kota Bekasi: Segera Sahkan Perda Anti Penyimpangan Seksual!
TEPIS ISU MIRING! Suami Kades Lambangsari Sebut Video Viral di Lift Trik Politik Kotor Jelang Pilkades

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:49 WIB

Raperda Penyimpangan Seksual Kota Bekasi Dinilai Cacat Substansi, GAMKI: Jangan Asal Ketok Palu!

Jumat, 4 September 2026 - 20:41 WIB

Dongkrak Gairah Wisata Air, KDM Gagas Lomba Dayung Piala Gubernur Jabar di Kalimalang Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 18:04 WIB

Krisis Anggaran Daerah, Dedi Mulyadi Larang Bawa ‘Tim Hore’ ke PORPROV Jabar XV 2026 di Kota Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 16:37 WIB

Pimpin Rakor di Pemkot Bekasi, Dedi Mulyadi Sentil Efisiensi Anggaran Porprov Jabar XV 2026

Jumat, 4 September 2026 - 14:46 WIB

KONI Jabar Bidik Atlet Terbaik dari Ajang Porprov untuk Persiapan Babak Kualifikasi PON 2027

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x