Dishub Siapkan Manajemen Rekayasa Lalin Dampak Pembangunan JPO Stasiun Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepadatan lalu lintas di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, yang kini sedang dalam tahap konstruksi fisik JPO terintegrasi Stasiun Bekasi, Selasa (27/01/2026).

Kepadatan lalu lintas di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, yang kini sedang dalam tahap konstruksi fisik JPO terintegrasi Stasiun Bekasi, Selasa (27/01/2026).

Poin Utama:

  • Lokasi Proyek: Pembangunan JPO berlangsung di seberang Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda.
  • Durasi Pengerjaan: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) mengestimasi pekerjaan fisik memakan waktu 2 hingga 3 bulan.
  • Dampak Lalu Lintas: Akan terjadi penyempitan lajur akibat pemasangan pagar seng proyek, sehingga Dishub menyiapkan personel tambahan untuk pengaturan arus.
  • Status Terkini: Saat ini masih dalam tahap pra-konstruksi, rekayasa lalu lintas penuh belum diterapkan.

​Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi tengah mematangkan skema Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (Lalin) di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur.

Langkah ini diambil menyusul dimulainya pekerjaan fisik pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Stasiun Bekasi yang diprediksi akan memicu kepadatan kendaraan selama tiga bulan ke depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kapan Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Bekasi Diterapkan?

​Penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan progres fisik di lapangan. Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa saat ini kondisi lalu lintas masih berjalan normal karena proyek baru memasuki tahap awal.

​”Adapun penyesuaian tersebut, dari Masa Konstruksi, Pra Konstruksi dan Pasca Konstruksi. Kalau masa Pra Konstruksi hari ini masih berlangsung normal, dan belum ada penerapan Manajemen Rekayasa Lalin,” kata Zeno Bachtiar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (01/02/2026).

​Zeno menegaskan, intervensi penuh dari petugas Dishub akan dimulai saat kontraktor dari DBMSDA Kota Bekasi mulai melakukan pembatasan area fisik secara signifikan.

​Apa Dampak Pembangunan Terhadap Arus Kendaraan?

​Pembangunan JPO ini dipastikan akan memakan sebagian badan jalan, yang berpotensi menimbulkan penyempitan lajur (bottle neck) di jalur vital Kota Bekasi tersebut. Dishub memprediksi kepadatan akan meningkat mengingat Jalan Ir. H. Juanda merupakan akses utama bagi warga dari arah Bekasi Timur dan Tambun menuju pusat kota.

​”Dengan pembatasan fisik seperti dengan pemasangan pagar-pagar seng, kita akan menyesuaikan untuk kebutuhan penyesuaian butir-butir anggota di lapangan maupun penguatan anggota,” jelas Zeno.

​Penambahan personel akan diprioritaskan pada jam-jam sibuk (peak hours), yakni pagi hari saat keberangkatan kerja dan sore hari saat kepulangan, di mana volume kendaraan mencapai puncaknya.

​Berapa Lama Proyek JPO Berlangsung?

​Berdasarkan laporan dari DBMSDA Kota Bekasi, proyek strategis ini telah dimulai sejak pekan lalu. Secara teknis, pekerjaan konstruksi utama diperkirakan membutuhkan waktu:

  • ​Estimasi pengerjaan: 2 hingga 3 bulan.
  • ​Tahapan: Persiapan, konstruksi fisik (pemasangan tiang pancang/struktur), dan penyelesaian akhir (finishing).

​Dishub Kota Bekasi mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu sementara yang akan dipasang dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

​Pemkot Bekasi berharap pembangunan fasilitas JPO ini nantinya dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki serta pengguna Commuter Line yang melintas di area padat tersebut.

Punya informasi terkait kemacetan atau keluhan layanan publik di sekitar Anda? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Normalisasi Kali Harun, Distaru Kota Bekasi Ratakan 40 Bangunan Liar
Akademisi UGM Kritik Cara Wali Kota Bekasi Tegur PKL: Pemimpin Harus Jadi Teladan, Bukan Adu Mulut
Terbukti Pungli Sopir Truk di Pos Poncol, Wali Kota Bekasi Usulkan Pemecatan 5 Petugas Dishub ke BKN
Buntut Sidak Wali Kota Bekasi, Satpol-PP Pertebal Pasukan Usir PKL Liar di Plaza Patriot!
Wali Kota Bekasi Copot Sementara 5 Pejabat Pemkot untuk Diperiksa Maraton
Buntut PKL Semrawut di Plaza Patriot, Wali Kota Bekasi Nonaktifkan 5 Pejabat Teras Pemkot!
Buntut Sidak Wali Kota Bekasi di Plaza Patriot, Satpol PP Akui Pengawasan Lemah dan Bakal Evaluasi Petugas
Darurat Ekologi! 10 Alasan Kritis TPST Bantargebang Harus Segera Ditutup Sebelum 2026 Berakhir
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Normalisasi Kali Harun, Distaru Kota Bekasi Ratakan 40 Bangunan Liar

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Akademisi UGM Kritik Cara Wali Kota Bekasi Tegur PKL: Pemimpin Harus Jadi Teladan, Bukan Adu Mulut

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Terbukti Pungli Sopir Truk di Pos Poncol, Wali Kota Bekasi Usulkan Pemecatan 5 Petugas Dishub ke BKN

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Buntut Sidak Wali Kota Bekasi, Satpol-PP Pertebal Pasukan Usir PKL Liar di Plaza Patriot!

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Wali Kota Bekasi Copot Sementara 5 Pejabat Pemkot untuk Diperiksa Maraton

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x