Akademisi UGM Kritik Cara Wali Kota Bekasi Tegur PKL: Pemimpin Harus Jadi Teladan, Bukan Adu Mulut

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kanan, kemeja putih) memberikan teguran dan instruksi langsung kepada petugas Satpol PP Kota Bekasi saat menertibkan gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang memasuki zona larangan berdagang di area Plaza Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (22/08/2026) malam. Langkah tegas ini diambil demi menjaga kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik dan fasilitas olahraga.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kanan, kemeja putih) memberikan teguran dan instruksi langsung kepada petugas Satpol PP Kota Bekasi saat menertibkan gerobak pedagang kaki lima (PKL) yang memasuki zona larangan berdagang di area Plaza Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (22/08/2026) malam. Langkah tegas ini diambil demi menjaga kenyamanan masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik dan fasilitas olahraga.

  • Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Adi Suparto, mengkritik keras gaya komunikasi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat menegur PKL di Taman Plaza Patriot Candrabhaga pada Sabtu (21/08/2026) malam.
  • ​Sikap emosional dan adu mulut dengan pedagang dinilai sebagai bentuk arogansi serta abuse of power yang tidak mencerminkan suri teladan seorang Kepala Daerah.
  • ​Akademisi memperingatkan adanya potensi perlawanan dari rakyat jika Pemkot Bekasi terus mengedepankan pendekatan represif dan menghinakan warganya.
  • ​Pemimpin daerah didesak untuk mengevaluasi diri, meningkatkan integritas mental, dan mengutamakan pendekatan persuasif dalam menata ruang publik.

​Gaya komunikasi Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Plaza Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan pada Sabtu (21/08/2026) malam menuai sorotan tajam.

Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Adi Suparto, menilai sikap emosional hingga berujung adu mulut dengan pedagang tersebut sebagai bentuk arogansi yang tak pantas dipertontonkan oleh seorang Kepala Daerah di hadapan publik.

​Kritikan Tajam Akademisi UGM Terhadap Arogansi Wali Kota Bekasi

​Mengapa Gaya Komunikasi Wali Kota Bekasi Saat Menegur PKL Dikritik?

​Gaya komunikasi yang meledak-ledak dan represif dinilai sama sekali tidak mencerminkan sosok suri teladan bagi masyarakat kota.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin daerah sejatinya bisa menggunakan cara yang jauh lebih elok, persuasif, dan humanis tanpa harus merendahkan warganya yang sedang mencari nafkah.

​”Ya, saya lebih setuju pemimpin itu harus menjadi teladan bagi rakyatnya. Kalau masih ada cara yang lebih baik, kenapa tidak itu saja yang digunakan,” kata Adi Suparto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui sambungan telepon, Senin (24/08/2026).

​Apa Dampak dari Sikap Arogan Kepala Daerah Terhadap Rakyat?

​Kepemimpinan yang menonjolkan arogansi dinilai sudah usang dan berisiko memicu konflik horizontal di akar rumput.

Di era modern ini, rakyat semakin cerdas dan memiliki keberanian untuk melawan tindakan semena-mena, apalagi di tengah kondisi himpitan ekonomi yang membelit.

​”Jangan disalahkan, dan ini jangan dianggap kalimat provokatif. jangan salahkan nanti kalau rakyatnya melawan. Rakyat ini sudah cukup menderita,” jelasnya.

​Lebih lanjut, Adi memperingatkan bahwa niat baik pemerintah daerah untuk menata ruang tata kota bisa berubah menjadi bumerang jika dieksekusi dengan penyalahgunaan wewenang (abuse of power).

​”Fenomena ini terjadi di mana-mana ketika seorang pemimpin telah melampaui kewenangannya. Tidak ada satu pun dalam undang-undang yang membenarkan seorang pemimpin mau Bupati, mau Wali Kota menghinakan anak buahnya atau rakyatnya,” tuturnya.

​Bagaimana Seharusnya Sikap Seorang Pemimpin Menurut Pakar Kebijakan Publik?

​Menurut pandangan akademisi, demonstrasi dan perlawanan rakyat tidak akan terbendung jika masyarakat merasa terusik oleh sikap arogan penguasa.

Oleh karena itu, fondasi kepemimpinan daerah harus didasari oleh integritas, kedewasaan emosional, dan kesadaran diri, bukan sekadar mengandalkan modal finansial atau kekuasaan semata.

​”Karena mereka memegang prinsip tidak takut mati. Ini jangan dilawan. Saya ingin mengingatkan bahwa pemimpin itu harus berangkat dari kesadaran. Jangan sampai menjadi pemimpin hanya karena banyak uang,” imbuhnya.

​Kejadian di kawasan ruang publik kebanggaan Pemkot Bekasi ini diharapkan menjadi teguran sekaligus refleksi kritis bagi sang Kepala Daerah.

Pendidikan moral dan literasi kepemimpinan dinilai sangat krusial agar tidak ada lagi kebijakan yang dieksekusi secara membabi buta.

​”Secara garis besarnya begitu. Ini menjadi pengingat keras atas penyalahgunaan wewenang (abuse of power). Kesimpulannya, ini terjadi karena ketidaksiapan mental dan tidak adanya integritas pemimpin. Perbanyak membaca buku-buku leadership. Leadership yang baik adalah kepemimpinan yang menanamkan nilai serta moral,” pungkasnya.

​Insiden adu mulut dengan PKL ini menjadi catatan merah bagi gaya kepemimpinan di lingkup Pemkot Bekasi.

Publik kini menanti langkah konkret pemerintah daerah untuk meredam polemik tanpa meninggalkan sisi humanis dalam setiap penegakan aturan.

​Bagikan pandangan Anda terkait arogansi pejabat daerah ini di kolom komentar. Agar tidak ketinggalan berita politik, pemerintahan, dan layanan publik yang tajam serta akurat, segera ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] sekarang juga!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dongkrak Gairah Wisata Air, KDM Gagas Lomba Dayung Piala Gubernur Jabar di Kalimalang Bekasi
Krisis Anggaran Daerah, Dedi Mulyadi Larang Bawa ‘Tim Hore’ ke PORPROV Jabar XV 2026 di Kota Bekasi
Pimpin Rakor di Pemkot Bekasi, Dedi Mulyadi Sentil Efisiensi Anggaran Porprov Jabar XV 2026
KONI Jabar Bidik Atlet Terbaik dari Ajang Porprov untuk Persiapan Babak Kualifikasi PON 2027
Tembus 80 Persen, KONI Jabar Pastikan Kesiapan Infrastruktur Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi
Sahabat MUI ‘Gedor’ DPRD Kota Bekasi: Segera Sahkan Perda Anti Penyimpangan Seksual!
TEPIS ISU MIRING! Suami Kades Lambangsari Sebut Video Viral di Lift Trik Politik Kotor Jelang Pilkades
Solusi Relokasi PKL Jalan M Yamin: PTMP Siapkan Awning Rooftop, Exhaust Fan hingga Sewa Gratis di Pasar Baru
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:41 WIB

Dongkrak Gairah Wisata Air, KDM Gagas Lomba Dayung Piala Gubernur Jabar di Kalimalang Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 18:04 WIB

Krisis Anggaran Daerah, Dedi Mulyadi Larang Bawa ‘Tim Hore’ ke PORPROV Jabar XV 2026 di Kota Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 16:37 WIB

Pimpin Rakor di Pemkot Bekasi, Dedi Mulyadi Sentil Efisiensi Anggaran Porprov Jabar XV 2026

Jumat, 4 September 2026 - 14:46 WIB

KONI Jabar Bidik Atlet Terbaik dari Ajang Porprov untuk Persiapan Babak Kualifikasi PON 2027

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Sahabat MUI ‘Gedor’ DPRD Kota Bekasi: Segera Sahkan Perda Anti Penyimpangan Seksual!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x