Dukung Langkah Hukum dalam Kasus Korupsi Alat Olahraga, DPP KNPI: Stop Framing Hoax terhadap Wali Kota Bekasi Tri Adhianto

- Jurnalis

Senin, 19 Mei 2025 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wasekjend bidang Pengawasan Persaingan Usaha Dewan Pimpinan Pusat KNPI, M. Jesada.

Wasekjend bidang Pengawasan Persaingan Usaha Dewan Pimpinan Pusat KNPI, M. Jesada.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) bidang Pengawasan Persaingan Usaha Dewan Pimpinan Pusat KNPI, M. Jesada, menyatakan dukungannya terhadap langkah hukum dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat olahraga di Kota Bekasi. Ia juga meminta agar nama Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, tidak dikait-kaitkan tanpa dasar dengan kasus tersebut.

Dalam keterangannya pada Senin (19/05/2025), Bung Jesa sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pengadaan alat olahraga merupakan ranah teknis yang ditangani oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat pelaksana teknis di lapangan. Wali Kota tidak ikut campur dalam pengelolaan teknis proyek tersebut.

“Jadi, jangan karena ada oknum yang bermain, lalu seolah-olah semua harus diseret ke Wali Kota. Negara punya aturan sendiri, dan saya yakin Mas Tri sangat memahami hal itu,” ujar Bung Jesa kepada rakyatbekasi, Senin (19/05/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bung Jesa menegaskan bahwa Tri Adhianto adalah sosok pemimpin yang berani, bersih, dan tidak bisa dibeli. Ia menyebut bahwa Wali Kota Bekasi telah berkomitmen sejak awal untuk memberantas praktik permainan proyek, meskipun tindakan tersebut membuat sejumlah pihak merasa terganggu.

“Kita semua tahu, Wali Kota Bekasi adalah sosok yang berani, bersih, dan tak bisa dibeli. Sejak awal, beliau sudah tegas memberantas praktik main proyek, dan itu membuat banyak pihak panas dingin. Jadi jangan heran kalau sekarang ada skenario untuk menjatuhkan beliau lewat isu murahan,” tegasnya.

Bung Jesa juga menilai bahwa latar belakang keluarga besar Tri Adhianto yang sudah mapan menunjukkan bahwa Wali Kota tidak memiliki motif untuk terlibat dalam hal-hal yang bertentangan dengan hukum.

Tak lupa, Bung Jesa menyerukan agar pihak-pihak yang berusaha mengaitkan nama Wali Kota Bekasi dengan kasus ini lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan opini di media.

Ia menilai bahwa framing hoax dan narasi tanpa bukti dapat membingungkan masyarakat dan memiliki implikasi hukum.

“Saya harap jangan ada bisik-bisik, framing di media, atau komentar politis yang kosong isinya. Jangan seret nama pemimpin hanya karena keberaniannya membuat beberapa orang kehilangan kenyamanan,” tuturnya.

Lebih jauh Bung Jesa menegaskan bahwa pihaknya mendukung Kejaksaan Negeri Kota Bekasi dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi. Meski demikian, ia meminta agar penegakan hukum dilakukan secara objektif, tanpa campur tangan kepentingan politik.

“Kami mendukung Kejaksaan untuk mengusut tuntas dan menghukum siapa pun yang terbukti korup. Tapi jangan jadikan Wali Kota Bekasi sebagai kambing hitam politik. Masyarakat harus tahu, ini bukan soal hukum semata, tetapi juga sudah dicampur dengan kepentingan dan agenda tertentu,” ungkapnya.

Meski demikian, Bung Jesa juga mengingatkan bahwa masyarakat Kota Bekasi cukup cerdas untuk membedakan fakta dan fitnah.

“Kami sangat mempercayai bahwa masyarakat Bekasi cukup cerdas untuk membedakan mana yang fakta dan mana yang fitnah,” tandasnya.

Sebagai Tokoh Pemuda Kota Bekasi, Bung Jesa berharap agar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi dapat lebih transparan dalam menjelaskan kepada publik terkait pelaksanaan kebijakan yang telah dilakukan pimpinan daerah dan OPD.

“Harusnya Sekda Kota Bekasi juga dapat menjelaskan ke publik bagaimana pelaksanaan kebijakan yang selama ini dilakukan pimpinan di Kota Bekasi dan pelaksana kebijakan di tataran OPD. Kebijakan Wali Kota harus dapat diterjemahkan oleh OPD terkait sesuai SOP dan aturan yang ada,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka
Tersisa 3 Bidang Tanah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Pastikan Konstruksi FO Bulak Kapal Mulai Awal November
Hari Kedua Larangan Parkir Pemkot Bekasi: Petugas Dishub Gembosi Ban Mobil ASN
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Kantongi Rp1,75 Miliar Lewat Lelang Digital SI-BALAI KEREN, Ini Rincian Proyeknya
Target Tuntas Akhir Oktober, Ganti Rugi Lahan Fly Over Bulak Kapal Bekasi Timur Mulai Dibayar
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Instruksikan 21 Ribu ASN Turun Tangan Jadi Agen Aktivasi IKD
Baru 17 Ribu dari Target 800 Ribu KK, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Desak Camat dan Lurah Kebut Pendataan Perlinsos Digital
Ajang Bekasi City Fashion Movement 2026 Cetak Perputaran Ekonomi Rp334,9 Juta dalam 3 Hari
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Loker Palsu di Bekasi Kembali Beroperasi, GMNI Semprot Disnaker dan Sebut Komitmen KDM Hanya Konten Belaka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Tersisa 3 Bidang Tanah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Pastikan Konstruksi FO Bulak Kapal Mulai Awal November

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Hari Kedua Larangan Parkir Pemkot Bekasi: Petugas Dishub Gembosi Ban Mobil ASN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Kantongi Rp1,75 Miliar Lewat Lelang Digital SI-BALAI KEREN, Ini Rincian Proyeknya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Instruksikan 21 Ribu ASN Turun Tangan Jadi Agen Aktivasi IKD

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x