Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi Dukung Kapolri Usut Tuntas Insiden Tewasnya Driver Ojol Terlindas Rantis

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Nyumarno.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Nyumarno.

BEKASI — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang menjadi korban dalam insiden tragis di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Dalam peristiwa yang memicu sorotan publik tersebut, korban tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

​Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Nyumarno, mewakili fraksi dan dirinya secara pribadi, mengungkapkan kesedihannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Atas nama pribadi dan Fraksi PDI Perjuangan, saya menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum dan seluruh rekan pengemudi ojol di Indonesia. Peristiwa ini sangat menyedihkan dan meninggalkan luka mendalam di hati kita,” ungkap Nyumarno pada Jumat (29/08/2025).

​Nyumarno juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan jiwa.

“Satu nyawa itu sedemikian berharga. Mari kita jaga bersama agar ke depan tidak ada lagi korban, baik saat aksi unjuk rasa maupun penanganan Kamtibmas lainnya,” tegasnya.

​Apresiasi dan Dukungan Penuh untuk Kapolri

​Lebih lanjut, Nyumarno menyatakan apresiasinya terhadap respons cepat yang diambil oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Kami menghargai sikap cepat dan terbuka Kapolri yang langsung mendatangi dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban, serta memerintahkan Divisi Propam Polri untuk mengusut kasus ini,” katanya.

​Menurut Nyumarno, langkah tersebut menunjukkan komitmen serius Polri untuk menjaga kepercayaan publik dan memberikan keadilan bagi korban.

“Kami mendukung penuh agar kasus ini diusut tuntas dan aparat yang terbukti bersalah diberikan sanksi tegas,” tambahnya.

​Imbauan Menahan Diri dan Harapan Terhadap Negara

​Anggota DPRD Kabupaten Bekasi tiga periode tersebut juga mengimbau seluruh pihak, baik aparat keamanan maupun para demonstran, untuk sama-sama menahan diri.

“Situasi ini bukan yang kita inginkan. Kita berharap aspirasi para pengemudi ojol dan pendemo lainnya didengar dan diperhatikan oleh pemerintah,” tutur Nyumarno.

​Peristiwa ini, menurutnya, tidak boleh memutus harapan terhadap keadilan. “Mari kita kawal bersama prosesnya dengan cara-cara yang damai,” ajaknya.

​Tak hanya itu, Nyumarno juga berharap agar negara, melalui Kapolri, dapat menjamin masa depan keluarga korban.

“Karena korban adalah tulang punggung keluarga, sebaiknya negara menggantikan perannya dalam mencukupi kebutuhan hidup keluarga almarhum pengemudi ojol tersebut,” harap Nyumarno.

​Ia menutup pernyataannya dengan kritikan tajam, menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak boleh terulang.

“Penyampaian pendapat oleh rakyat tidak perlu ditandingi dengan kendaraan rantis. Melindungi masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban dapat dilakukan dengan cara-cara yang humanis,” pungkas Nyumarno. “Jangan sampai ada peribahasa, rakyat sudah ditindas, rakyat pula yang dilindas.”


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Normalisasi Kali Kapuk, Distaru Kota Bekasi Ratakan 40 Bangunan Liar
Akademisi UGM Kritik Cara Wali Kota Bekasi Tegur PKL: Pemimpin Harus Jadi Teladan, Bukan Adu Mulut
Terbukti Pungli Sopir Truk di Pos Poncol, Wali Kota Bekasi Usulkan Pemecatan 5 Petugas Dishub ke BKN
Buntut Sidak Wali Kota Bekasi, Satpol-PP Pertebal Pasukan Usir PKL Liar di Plaza Patriot!
Wali Kota Bekasi Copot Sementara 5 Pejabat Pemkot untuk Diperiksa Maraton
Buntut PKL Semrawut di Plaza Patriot, Wali Kota Bekasi Nonaktifkan 5 Pejabat Teras Pemkot!
Buntut Sidak Wali Kota Bekasi di Plaza Patriot, Satpol PP Akui Pengawasan Lemah dan Bakal Evaluasi Petugas
Darurat Ekologi! 10 Alasan Kritis TPST Bantargebang Harus Segera Ditutup Sebelum 2026 Berakhir

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Normalisasi Kali Kapuk, Distaru Kota Bekasi Ratakan 40 Bangunan Liar

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Akademisi UGM Kritik Cara Wali Kota Bekasi Tegur PKL: Pemimpin Harus Jadi Teladan, Bukan Adu Mulut

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Terbukti Pungli Sopir Truk di Pos Poncol, Wali Kota Bekasi Usulkan Pemecatan 5 Petugas Dishub ke BKN

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Buntut Sidak Wali Kota Bekasi, Satpol-PP Pertebal Pasukan Usir PKL Liar di Plaza Patriot!

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Wali Kota Bekasi Copot Sementara 5 Pejabat Pemkot untuk Diperiksa Maraton

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x