- Lokasi & Waktu: Jalan Raya Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Sabtu (11/07/2026).
- Pemicu: Oknum sopir angkot K-02 mengamuk lantaran gagal menyerobot antrean kendaraan di area perbaikan jembatan.
- Dampak: Korban bernama Nugroho (34) menderita luka di bagian dada, dan mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan fisik.
- Tindakan Hukum: Kasus penganiayaan dan pengrusakan ini telah dilaporkan secara resmi ke Mapolsek Bekasi Selatan.
Aksi arogan di jalan raya kembali terjadi. Seorang sopir angkutan kota (angkot) K-02 trayek Pondokgede–Bekasi diduga menganiaya pengemudi mobil bernama Nugroho (34) di kawasan Jalan Raya Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Sabtu (11/07/2026).
Insiden pengrusakan dan kekerasan ini dipicu oleh emosi pelaku yang tidak terima saat dirinya gagal menyerobot antrean kendaraan di tengah kondisi lalu lintas yang sedang macet.
Apa Pemicu Sopir Angkot K-02 Mengamuk di Pekayon?
Kemarahan pelaku bermula saat korban bersama keluarganya sedang melakukan perjalanan dari arah Jatiasih menuju Kota Bekasi sekitar pukul 10.31 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Arus lalu lintas di Jalan Raya Pekayon saat itu tersendat akibat adanya proyek perbaikan jembatan di pertigaan Kemang Pratama.
Kondisi ini mengharuskan seluruh kendaraan yang melintas untuk bersabar dan berjalan secara bergantian.
Berdasarkan penuturan Nugroho, saat mobilnya berada dalam barisan, sebuah angkot K-02 dari arah belakang mencoba menerobos antrean secara paksa.
Sopir angkot tersebut bermanuver memotong jalur, namun korban tetap mempertahankan laju kendaraannya agar arus antrean tidak semakin kacau.
”Saat itu kendaraan kami sedang berada di jalur antrean yang tertib. Tiba-tiba ada angkot dari belakang yang mencoba mendahului batas antrean. Kami hanya berusaha mempertahankan posisi kendaraan agar antrean tetap berjalan sesuai jalurnya,” kata Nugroho kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat dikonfirmasi, Minggu (12/07/2026).
Lantaran gagal masuk ke jalur antrean, sopir angkot yang diperkirakan masih berusia 20 hingga 30 tahun itu langsung tersulut emosi.
Pelaku nekat turun dari kursi kemudinya lalu mencaci maki korban dengan rentetan kata-kata kasar.
Bagaimana Kronologi Pengrusakan Mobil dan Penganiayaan Terjadi?
Tidak sekadar memaki, pelaku diduga secara sengaja menghalangi laju mobil korban dengan memindahkan sebuah pot bunga dari pinggir jalan ke area tengah jalan. Tindakan provokatif ini sontak membuat arus lalu lintas menjadi semakin terhambat.
”Karena kendaraan tidak dapat bergerak, istri saya akhirnya inisiatif turun untuk memindahkan pot bunga agar arus lalu lintas kembali berjalan normal,” jelas Nugroho.
Akan tetapi, aksi arogansi sang sopir tidak berhenti di lokasi pertama. Ketika korban berhasil melintas dan tiba di depan kawasan Grand Delta Pekayon, pelaku rupanya masih memendam amarah dan kembali memburu mobil korban.
”Beberapa saat kemudian, ketika kendaraan saya melintas di depan kawasan Grand Delta Pekayon, sopir angkot tersebut kembali mengejar dan menyalip kendaraan yang saya bawa,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pelaku menyalip secara ugal-ugalan sebelum akhirnya memblokir jalan.
“Dia menyalip beberapa kendaraan di depan kami lalu berhenti dan memanggil rekannya dari arah berlawanan. Salah satu angkot kemudian diposisikan melintang di depan kendaraan kami,” tambahnya.
Dalam kondisi terhadang, pelaku kembali berulah dengan melakukan aksi play victim, yakni menjatuhkan dirinya ke aspal seolah-olah ditabrak oleh korban.
Setelah itu, pelaku langsung memukul bodi mobil secara beringas hingga merusak kendaraan korban.
”Pelaku bahkan diduga menjatuhkan dirinya sendiri seolah-olah menjadi korban tabrak atas ulahnya sendiri, yang menghalangi jalan. Kemudian, pelaku memukul mobil saya dan merusak bagian sisi kanan kendaraan. Saya juga mengalami luka pada bagian dada akibat kejadian tersebut,” ungkap Nugroho menceritakan detik-detik penganiayaan.
Merasa keselamatan diri dan keluarganya terancam, Nugroho tidak tinggal diam dan membawa kasus ini ke ranah hukum.
Saat ini, terduga pelaku telah dilaporkan ke Mapolsek Bekasi Selatan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengrusakan.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai aksi arogan oknum sopir angkot di jalan raya? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar, dan jangan lupa bagikan artikel ini agar penegakan hukum di Kota Bekasi terus terkawal dengan baik.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







