- Lokasi: Kegiatan dilaksanakan di gazebo atau aula SDI Nurul Huda, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
- Peserta: Wajib diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 pada setiap semester.
- Metode: Menerapkan Project-Based Learning (PJBL) dan Cooperative Learning yang terintegrasi dengan intrakurikuler.
- Fokus: Penilaian menitikberatkan pada asesmen proses, kerja sama tim, dan penerapan langsung materi pelajaran kelas.
Sekolah Dasar Islam (SDI) Nurul Huda di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menghadirkan terobosan inovatif melalui kegiatan kokurikuler Cooking Class.
Mengadopsi semangat Kurikulum Merdeka, program wajib bagi siswa kelas 1 hingga 6 ini digelar rutin setiap semester ganjil dan genap di gazebo sekolah.
Langkah nyata dari lingkungan pendidikan di wilayah Pemkab Bekasi ini dinilai efektif untuk mengubah paradigma belajar menjadi lebih menyenangkan dan aplikatif di kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Implementasi Cooking Class di SDI Nurul Huda Setu?
Pelaksanaan Cooking Class di SDI Nurul Huda diselenggarakan di area terbuka, tepatnya di gazebo atau aula sekolah yang secara kreatif disulap menjadi dapur mini.
Para siswa dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan gender di bawah bimbingan langsung guru kelas dan pendamping.
Mereka diajak mengolah makanan sederhana, mulai dari mencuci peralatan, menusuk sate, hingga meracik menu tradisional.
”Kegiatan program kokurikuler ini berhasil mematahkan stigma bahwa belajar di Sekolah Dasar itu membosankan dan kaku,” kata Mahasiswa PGSD Universitas Pelita Bangsa, Lina Nopitasari kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai melakukan observasi di SDI Nurul Huda Setu, Selasa (14/07/2026).
Apa Manfaat Cooking Class Bagi Pemahaman Akademis Siswa?
Program ini bukan sekadar aktivitas seru-seruan di luar kelas, melainkan dirancang agar berkesinambungan erat dengan perencanaan pembelajaran intrakurikuler.
Siswa secara langsung mempraktikkan teori dari berbagai mata pelajaran menjadi sebuah karya nyata.
Berikut adalah penerapan lintas mata pelajaran dalam kegiatan tersebut:
- Matematika: Siswa belajar secara konkret mengenai pecahan dan pengukuran berat saat membagi porsi bahan makanan.
- IPAS: Siswa mengamati perubahan wujud benda secara langsung serta memahami nilai nutrisi dan higienitas makanan.
- Bahasa Indonesia: Siswa mempraktikkan teks prosedur dengan cara membaca dan mengikuti langkah-langkah resep masakan.
Penilaian yang diberikan guru pun difokuskan pada asesmen proses, bukan sekadar pada indikator rasa makanan.
Guru menilai kelancaran kerja sama tim, ketepatan mengukur bahan, hingga kemampuan siswa dalam mempresentasikan hasil karya kelompoknya.
Apa Saja Tantangan dalam Penerapan Kokurikuler Ini?
Meski tingkat antusiasme siswa sangat tinggi dan hubungan antara guru dengan murid terasa lebih hangat, pelaksanaan di lapangan tetap menghadapi sejumlah kendala manajemen waktu dan logistik.
Kegiatan memasak kerap memakan durasi lebih lama dari jadwal yang ditentukan, sehingga berpotensi memotong jam pelajaran berikutnya. Keterbatasan alat masak juga membuat sebagian siswa harus bersabar menunggu giliran.
Selain itu, pihak sekolah menghadapi tantangan ekstra dalam menjaga fokus anak-anak agar tidak sekadar bermain.

Menjaga standar kebersihan dan ketertiban di tengah rasio jumlah guru dan siswa yang cukup besar juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri.
Oleh karena itu, optimalisasi pengawasan dengan melibatkan wali murid serta penyusunan timeline yang lebih ketat sangat direkomendasikan untuk peningkatan kualitas ke depannya.
Penerapan Cooking Class di SDI Nurul Huda membuktikan bahwa ruang eksplorasi dan belajar anak sangatlah luas jika didukung perencanaan yang matang serta refleksi yang kuat.
Inovasi pendidikan berbasis praktik nyata ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga cakap dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari.
Bagaimana pendapat Anda mengenai inovasi pembelajaran di sekolah ini? Jangan lupa bagikan artikel ini ke rekan sejawat Anda dan baca terus informasi terbaru seputar kebijakan pendidikan dan layanan publik di Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Penulis : Lina Nopitasari [Mahasiswa PGSD Universitas Pelita Bangsa]
Editor : Bung Ewox







