Kritik Keras PA GMNI: Jabatan Publik Bukan Hadiah Politik!

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus DPP PA GMNI berdiri tegap saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Sekretariat DPP PA GMNI, Jakarta Pusat, Kamis (13/08/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari siaran pers menyambut HUT ke-81 RI yang mendesak stop utang dan politik dinasti.

Pengurus DPP PA GMNI berdiri tegap saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Sekretariat DPP PA GMNI, Jakarta Pusat, Kamis (13/08/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari siaran pers menyambut HUT ke-81 RI yang mendesak stop utang dan politik dinasti.

  • ​Utang pemerintah capai Rp10.293,69 triliun atau 41,26 persen terhadap PDB per akhir Juni 2026.
  • ​Mendesak pemerintah menahan laju utang dan hindari pembiayaan utang tak produktif menjelang HUT ke-81 RI.
  • ​Menyerukan pemulihan integritas, meritokrasi, dan pencegahan politik dinasti serta penyalahgunaan kekuasaan di birokrasi pemerintahan.
  • ​Meluncurkan Lima Agenda Politik Ambeg Paramarta sebagai tawaran solusi bagi keselamatan republik dan kesejahteraan rakyat.

​Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) mendesak pemerintah untuk menahan laju utang menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Momentum kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang evaluasi terhadap arah penyelenggaraan negara.

PA GMNI juga menolak keras praktik politik dinasti dan penyalahgunaan kekuasaan di birokrasi pemerintahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kritik Tajam Terhadap Utang Pemerintah RI

​Bagaimana Kondisi Utang Negara Jelang HUT ke-81 RI?

​PA GMNI mencatat total utang pemerintah mencapai Rp10.293,69 triliun atau 41,26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per akhir Juni 2026.

Menurut PA GMNI, persoalan utang bukan hanya rasionya, melainkan penggunaan, manfaat, dan beban generasi mendatang.

“Kami meminta pemerintah mengarahkan APBN untuk memperkuat kapasitas produksi dan kemandirian ekonomi nasional,” tegas Ketua Umum DPP PA GMNI, Arief Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/08/2026).

Dalam ​siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum DPP PA GMNI Arief Hidayat dan Sekretaris Jenderal Abdy Yuhana ini juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 sebesar 5,29 persen harus bermuara pada keadilan sosial.

Keberhasilan pembangunan bukan hanya angka PDB/investasi, melainkan daya beli, lapangan kerja berkualitas, penguatan industri, koperasi/UMKM, serta kesejahteraan petani, nelayan, buruh, dan masyarakat kecil.

​Mengapa PA GMNI Soroti Politik Dinasti dan Meritokrasi?

​Selain masalah ekonomi dan utang, PA GMNI menuntut pemulihan kepatutan, integritas, dan meritokrasi dalam pengisian jabatan publik.

Praktik politik dinasti, konflik kepentingan, penyalahgunaan kekuasaan, dan politik balas jasa harus dicegah.

“Jabatan publik bukan hadiah politik,” tambah Arief.

Menurut Arief, kompetensi, integritas, rekam jejak, dan kapasitas kepemimpinan harus menjadi dasar dalam penempatan pejabat negara.

Supremasi hukum dan pemberantasan korupsi pun perlu diperkuat melalui institusi penegak hukum yang profesional.

​Apa Saja ‘Lima Agenda Politik Ambeg Paramarta’ PA GMNI?

​Dalam momentum 81 tahun kemerdekaan, PA GMNI menawarkan ‘Lima Agenda Politik Ambeg Paramarta’ sebagai tawaran solusi bagi keselamatan republik dan kesejahteraan rakyat. Lima agenda tersebut antara lain:

  • Pertama: Meneguhkan Pancasila dan keadilan pembangunan daerah.
  • Keempat: Mengembalikan ekonomi kepada konstitusi untuk kemakmuran rakyat.
  • Ketiga: Memulihkan etika penyelenggaraan negara dan meritokrasi.
  • Kelima: Memperkuat supremasi hukum dan pemberantasan korupsi.
  • Keempat: Memperkuat kedaulatan dan politik luar negeri bebas aktif.

​”Kekuasaan bukan tujuan, melainkan alat untuk melindungi rakyat, menghadirkan kesejahteraan, menegakkan keadilan sosial, dan menjaga kedaulatan Indonesia,” tutupnya.

​Bagikan berita ini jika bermanfaat dan tulis komentar Anda. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi] agar selalu update berita politik terkini.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Naik! Pertamina Kerek Harga BBM Non Subsidi per 1 September 2026
Jangan Asal Packing! Aturan Bagasi Garuda Indonesia Dirombak Mulai 1 September 2026, Ini Rinciannya
Ujian Berat Transisi Energi, Mampukah PLTS 100 GWp Beri Efisiensi Subsidi Rp73,9 Triliun?
Visualisasi Ngeri Utang Indonesia Rp10.000 Triliun: Butuh 5.000 Truk Sepanjang 60 Km!
Pemerintah Resmi Larang Orang Kaya Beli BBM Subsidi Pertalite
Tiga Skema Mendagri Amankan Gaji PPPK, Pemda Dilarang PHK!
Korupsi Iklan Bank BJB: KPK Resmi Tahan 4 Tersangka, Eks Dirut Mangkir
Purbaya dan Teddy Menteri Terbaik Presiden Prabowo, Pigai Paling Disorot
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 02:15 WIB

Resmi Naik! Pertamina Kerek Harga BBM Non Subsidi per 1 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:09 WIB

Jangan Asal Packing! Aturan Bagasi Garuda Indonesia Dirombak Mulai 1 September 2026, Ini Rinciannya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Ujian Berat Transisi Energi, Mampukah PLTS 100 GWp Beri Efisiensi Subsidi Rp73,9 Triliun?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Kritik Keras PA GMNI: Jabatan Publik Bukan Hadiah Politik!

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Visualisasi Ngeri Utang Indonesia Rp10.000 Triliun: Butuh 5.000 Truk Sepanjang 60 Km!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x