Poin Utama:
- Masalah Utama: Distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar di Kota Bekasi terhenti sementara.
- Penyebab: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan belum menerima pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN).
- Wilayah Terdampak: Dapur operasional di Bekasi Utara dan Bekasi Timur dikabarkan setop produksi sejak awal pekan ini.
- Tuntutan: Aktivis Bekasi mendesak KPK turun tangan menginvestigasi potensi dugaan penyalahgunaan anggaran di tingkat pusat.
Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ratusan pelajar di Kota Bekasi kini tengah dirundung masalah serius.
Distribusi makanan yang seharusnya berjalan setiap hari sekolah dilaporkan terhenti sementara akibat adanya tunggakan pembayaran kepada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterlambatan pencairan anggaran ini memunculkan kekhawatiran publik dan memicu dugaan adanya kebocoran serta potensi penyalahgunaan anggaran program vital ini di tingkat pusat.
Mengapa program Makan Bergizi Gratis di Kota Bekasi dihentikan sementara?
Berdasarkan informasi yang dihimpun, program Makan Bergizi Gratis di Kota Bekasi dihentikan sementara di beberapa titik karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kehabisan modal operasional.
SPPG di wilayah Bekasi Utara dan Bekasi Timur terpaksa menghentikan aktivitas dapur mereka sejak awal pekan ini.
Langkah ini diambil karena dana operasional untuk pengadaan bahan baku makanan yang seharusnya dicairkan oleh BGN belum juga masuk ke rekening mereka.
Salah satu sumber terpercaya di lingkungan SPPG yang meminta identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi kondisi ini.
Mereka mengaku selama ini mengandalkan dana talangan atau utang kepada supplier bahan baku sembari menunggu penggantian (reimbursement) dari pusat.
”Dugaan kami, ada keterlambatan pencairan dana dari pusat. SPPG di lapangan sudah mendahulukan pembelian bahan baku, tapi penggantiannya belum masuk,” ujar sumber tersebut kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (22/05/2024).
Ia menambahkan bahwa jika keterlambatan ini terus berlanjut tanpa kejelasan, hal itu berpotensi menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat.
“Kalau uangnya macet berbulan-bulan, publik wajar bertanya: dananya ke mana?” tegasnya retoris.
Bagaimana dampak berhentinya distribusi MBG bagi siswa di Bekasi?
Dampak langsung dari terhentinya program MBG adalah hilangnya jaminan pemenuhan gizi harian bagi ratusan siswa penerima manfaat di Kota Bekasi.
Distribusi makanan sehat yang biasanya mereka terima setiap pagi atau siang, kini tidak ada lagi.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi konsentrasi belajar serta kesehatan fisik siswa jika masalah pencairan dana tidak segera diselesaikan oleh pihak terkait.
Apa tanggapan aktivis mengenai macetnya anggaran Makan Bergizi Gratis?
Menanggapi situasi mengkhawatirkan tersebut, aktivis Bekasi, Imron, melontarkan kritik keras dan menyebut adanya indikasi kuat bahwa masalah ini bukan sekadar kendala administratif biasa.
Imron yang ditemui di depan Gedung KPK di Jakarta, menduga ada praktik yang tidak sehat dalam pengelolaan anggaran program MBG yang bernilai fantastis tersebut.
”Program MBG ini dananya besar. Tapi kalau SPPG yang kerja capek-capek di lapangan nggak dibayar, sementara laporan di pusat jalan terus, publik berhak menduga ada yang main di anggaran,” tegas Imron kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (26/05/2024).
Ia secara tegas mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ikut mengawasi dan menginvestigasi aliran dana program ini.
“Jangan sampai program buat anak-anak ini jadi bancakan (korupsi). Kalau ada dugaan korupsi, KPK harus turun periksa BGN!” lanjut Imron sambil menunjuk gedung Merah Putih.
Selain melayangkan kritik, Imron menegaskan pihaknya akan melakukan langkah konkret untuk mengawal kasus ini.
“Kami akan melanjutkan investigasi ke setiap sekolah se-Kota Bekasi untuk memastikan berapa ribu pelajar yang menjadi korban atas haknya dari program MBG,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terkait jumlah pasti SPPG di Kota Bekasi yang mengalami tunggakan pembayaran, maupun besaran total nominal dana yang belum dicairkan.
Pihak BGN dalam keterangan sebelumnya hanya menyatakan bahwa proses verifikasi dan pencairan dana MBG memang dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia.
RakyatBekasi.Com akan terus memantau perkembangan masalah ini, termasuk upaya yang dilakukan Pemkot Bekasi untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan kembali normal demi kepentingan para pelajar.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















