GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa yang tergabung dalam DPC GMNI Kota Bekasi membentangkan spanduk dan berorasi saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (21/05/2026).

Mahasiswa yang tergabung dalam DPC GMNI Kota Bekasi membentangkan spanduk dan berorasi saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (21/05/2026).

Poin Utama:

  • DPC GMNI Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) Jakarta untuk memprotes karut-marut Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • ​Massa menyoroti dugaan monopoli pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) oleh elite politik dan pengusaha berkapital besar.
  • ​GMNI mendesak BGN melakukan audit transparan, mencabut izin dapur bermasalah, hingga mencopot Koordinator SPPG Kota Bekasi.

Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, pada Kamis (21/05/2026).

Massa aksi secara tajam mendesak pemerintah pusat untuk segera mengevaluasi karut-marut tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program andalan Presiden Prabowo Subianto yang sejatinya bertujuan menekan angka stunting ini dinilai melenceng dari sasaran dan justru dikuasai oleh segelintir elite serta pengusaha yang memiliki koneksi kekuasaan.

​Mengapa Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bekasi Diprotes?

​Pelaksanaan Program MBG di Kota Bekasi dinilai penuh kejanggalan, minim transparansi, dan memiliki sistem manajerial yang buruk.

Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, Nicolas Tamba, mengungkapkan bahwa dapur-dapur SPPG yang bermunculan di setiap wilayah diduga kuat hanya memberikan keuntungan bagi kelompok menengah ke atas, alih-alih memberdayakan ekonomi rakyat kecil.

​”Program yang seharusnya menjadi solusi bagi rakyat menengah ke bawah kini menimbulkan keresahan karena tata kelola yang amburadul. Mulai dari transparansi, dan sistem manajerial yang bobrok,” kata Nicolas Tamba kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di depan Kantor BGN Jakarta, Kamis (21/05/2026).

​Apa Saja Masalah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bekasi?

​Berdasarkan temuan massa aksi di lapangan, operasional dapur MBG di Kota Bekasi dipenuhi oleh berbagai pelanggaran serius yang mengancam keselamatan masyarakat.

Permasalahan tersebut tidak hanya menyangkut persoalan administrasi perizinan, tetapi juga kelalaian fatal di jalan raya.

Mahasiswa yang tergabung dalam DPC GMNI Kota Bekasi membentangkan spanduk dan berorasi saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Kamis (21/05/2026).

​Beberapa persoalan utama yang disoroti meliputi:

  • ​Dugaan banyaknya operasional dapur MBG yang belum memiliki kelengkapan izin bangunan maupun izin operasional yang sah.
  • ​Lemahnya sistem pengawasan dan standar keselamatan kerja (K3) di lingkungan SPPG.
  • ​Adanya indikasi keterlibatan elite politik tingkat lokal dalam memonopoli pengelolaan dapur MBG.
  • ​Terjadinya insiden kecelakaan fatal akibat kelalaian sistem manajerial, di mana seorang pedagang tahu crispy meninggal dunia usai ditabrak oleh pengemudi armada SPPG.

​Apa Tuntutan GMNI Terhadap Badan Gizi Nasional (BGN)?

​Menyikapi rentetan masalah yang membahayakan nyawa dan merugikan keuangan negara tersebut, GMNI secara tegas melayangkan tujuh tuntutan krusial.

Mereka meminta Kepala BGN untuk segera turun langsung membersihkan oknum-oknum di tubuh SPPG Kota Bekasi.

​Berikut adalah tuntutan lengkap yang disuarakan oleh DPC GMNI Kota Bekasi:

  • ​Mendesak BGN turun langsung ke Kota Bekasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
  • ​Menuntut audit transparan dan independen terhadap seluruh penggunaan anggaran program MBG di Kota Bekasi.
  • ​Menuntut pengelolaan program MBG agar sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat, bukan didominasi oleh penguasa dan pengusaha besar.
  • ​Menolak keras wacana pemangkasan anggaran pendidikan demi membiayai program MBG, karena merampas hak dasar masyarakat.
  • ​Mendesak audit harta kekayaan Kepala SPPG Kota Bekasi beserta jajarannya untuk memastikan tidak ada tindak pidana penyalahgunaan wewenang.
  • ​Mencabut izin operasional seluruh dapur MBG di Kota Bekasi yang terbukti melanggar prosedur operasional dan tata ruang.
  • ​Mendesak pencopotan Koordinator SPPG Kota Bekasi atas dugaan kelalaian berat dalam pengawasan pelaksanaan program.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Badan Gizi Nasional maupun Pemkot Bekasi terkait tuntutan yang dilayangkan oleh mahasiswa tersebut.

Keberlanjutan Program MBG yang bersih dari praktik oligarki kini sepenuhnya berada di tangan integritas lembaga pengawas.

​Bagaimana pendapat Anda mengenai karut-marut tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bekasi ini?

Sampaikan opini Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini agar publik turut mengawasi anggaran negara, dan baca terus pembaruan berita investigasi lokal lainnya hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga
Perbaikan Jalan Ir H Juanda Capai 60%, Kapan Rampung Total?
Kali Bekasi Mengering, Pemkot Desak BBWSCC Kebut Normalisasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:08 WIB

Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:12 WIB

Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga

Berita Terbaru

Infografis resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi yang menampilkan rincian total 1.920.128 pemilih terdaftar dalam hasil Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026, dirilis di Bekasi pada Rabu (22/07/2026). Terlihat rincian detail perbandingan pemilih laki-laki dan perempuan beserta jumlah kecamatan dan kelurahan (Sumber Foto: KPU Kota Bekasi).

Bekasi

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Rabu, 22 Jul 2026 - 18:41 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x