Disnaker Kota Bekasi Validasi Serapan Kerja Lokal Program MBG

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Poin Utama:

  • Target Validasi: Tenaga kerja lokal yang terserap di Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Lokasi Awal: Pendataan dimulai di wilayah Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Bekasi Utara.
  • Data Statistik: Kota Bekasi memiliki 105.565 pengangguran dan 113 titik SPPG (Data Dinkes, Des 2025).
  • Tujuan: Memastikan penyerapan tenaga kerja lokal guna mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

​Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi bergerak cepat melakukan validasi data penyerapan tenaga kerja lokal yang bekerja di Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah strategis ini diambil Pemkot Bekasi untuk memastikan program nasional tersebut memberikan dampak nyata terhadap pengurangan angka pengangguran di wilayah setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Proses Pendataan Tenaga Kerja SPPG Berjalan?

​Disnaker Kota Bekasi saat ini tengah menginventarisasi jumlah riil pekerja yang terlibat dalam setiap unit layanan gizi. Pendataan ini dilakukan secara berjenjang, dimulai dari validasi laporan tingkat kecamatan hingga verifikasi akhir di tingkat dinas.

​”Kami sedang mendata berapa banyak tenaga kerja yang terserap dalam satu SPPG, dan proses pendataan tersebut saat ini masih terus berjalan,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Bekasi, Muhamad Iqbal Bayuaji, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan tertulisnya di Kota Bekasi, Rabu (14/01/2026).

​Iqbal menjelaskan bahwa proses validasi awal baru dilaksanakan di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Bekasi Utara.

Data yang dihimpun oleh pihak kecamatan nantinya akan diserahkan ke Disnaker untuk dihitung secara rinci, mencakup posisi Kepala SPPG hingga karyawan operasional yang dipekerjakan.

​Apakah Program MBG Efektif Mengurangi Pengangguran?

​Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dapur-dapur SPPG dinilai sangat efektif membuka lapangan pekerjaan baru. Iqbal menegaskan bahwa kehadiran program Pemerintah Pusat ini patut disyukuri karena memiliki efek ganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal.

​”Dengan adanya program ini menjadi lapangan pekerjaan baru. Kalau satu SPPG saja bisa menyerap puluhan pekerja lokal, itu justru sangat signifikan mengurangi tingkat pengangguran yang ada, khususnya di Kota Bekasi,” tuturnya.

​Berapa Data Pengangguran dan Jumlah SPPG di Kota Bekasi?

​Berdasarkan data terbaru, potensi penyerapan tenaga kerja dari sektor ini cukup besar mengingat jumlah unit layanan yang tersedia. Berikut adalah rincian data terkait ketenagakerjaan dan unit gizi di Kota Bekasi:

  • Angka Pengangguran: Berdasarkan data Disnaker, jumlah pengangguran di Kota Bekasi tercatat sebanyak 105.565 orang.
  • Jumlah SPPG: Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi per Desember 2025 mencatat terdapat 113 Titik SPPG.
  • Status Sertifikasi: Dari total tersebut, 52 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara 61 unit sisanya masih dalam proses pengurusan SLHS.

​Melalui pendataan yang akurat, Pemkot Bekasi berharap program MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi solusi konkret pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Kota Bekasi.

Punya informasi terkait lowongan kerja atau layanan publik di sekitar Anda? Hubungi Redaksi RakyatBekasi.Com untuk berbagi informasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Defisit Anggaran Rp400 Miliar, Pemkot Bekasi Nekat Gelar PNBK Jilid 3: Bagaimana Nasib Gaji PPPK?
​8 Tahun Terkatung-katung! Warga Perwira Kritik Keras Lambannya Kinerja BPN Kota Bekasi
Pemkot Bekasi Tertibkan Ratusan PKL Liar di Jalan M. Yamin, Pengawasan Ketat Diberlakukan Dua Pekan!
Skandal Threesome MiChat: Dua PSK Asal Bekasi Diadili di Surabaya, Mengapa Pemesan Bebas Hukum?
Puluhan Warga Sepakati Harga Appraisal Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal
Wali Kota Bekasi Targetkan 18 Bulan PSEL Sumurbatu Beroperasi, Mampu Atasi 1.800 Ton Sampah per Hari?
Gandeng TNI-AD, Zulhas Targetkan Gunungan Sampah Habis Bertahap Lewat PSEL dan Pirolisis
Groundbreaking PSEL Sumurbatu: Zulhas Targetkan 2 Tahun Lenyapkan Gunungan Sampah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Defisit Anggaran Rp400 Miliar, Pemkot Bekasi Nekat Gelar PNBK Jilid 3: Bagaimana Nasib Gaji PPPK?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:41 WIB

​8 Tahun Terkatung-katung! Warga Perwira Kritik Keras Lambannya Kinerja BPN Kota Bekasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Pemkot Bekasi Tertibkan Ratusan PKL Liar di Jalan M. Yamin, Pengawasan Ketat Diberlakukan Dua Pekan!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Skandal Threesome MiChat: Dua PSK Asal Bekasi Diadili di Surabaya, Mengapa Pemesan Bebas Hukum?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Puluhan Warga Sepakati Harga Appraisal Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x