Poin Utama:
- Target Validasi: Tenaga kerja lokal yang terserap di Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Lokasi Awal: Pendataan dimulai di wilayah Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Bekasi Utara.
- Data Statistik: Kota Bekasi memiliki 105.565 pengangguran dan 113 titik SPPG (Data Dinkes, Des 2025).
- Tujuan: Memastikan penyerapan tenaga kerja lokal guna mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi bergerak cepat melakukan validasi data penyerapan tenaga kerja lokal yang bekerja di Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah strategis ini diambil Pemkot Bekasi untuk memastikan program nasional tersebut memberikan dampak nyata terhadap pengurangan angka pengangguran di wilayah setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Proses Pendataan Tenaga Kerja SPPG Berjalan?
Disnaker Kota Bekasi saat ini tengah menginventarisasi jumlah riil pekerja yang terlibat dalam setiap unit layanan gizi. Pendataan ini dilakukan secara berjenjang, dimulai dari validasi laporan tingkat kecamatan hingga verifikasi akhir di tingkat dinas.
”Kami sedang mendata berapa banyak tenaga kerja yang terserap dalam satu SPPG, dan proses pendataan tersebut saat ini masih terus berjalan,” kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Bekasi, Muhamad Iqbal Bayuaji, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan tertulisnya di Kota Bekasi, Rabu (14/01/2026).
Iqbal menjelaskan bahwa proses validasi awal baru dilaksanakan di dua wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Bekasi Barat dan Kecamatan Bekasi Utara.
Data yang dihimpun oleh pihak kecamatan nantinya akan diserahkan ke Disnaker untuk dihitung secara rinci, mencakup posisi Kepala SPPG hingga karyawan operasional yang dipekerjakan.
Apakah Program MBG Efektif Mengurangi Pengangguran?
Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dapur-dapur SPPG dinilai sangat efektif membuka lapangan pekerjaan baru. Iqbal menegaskan bahwa kehadiran program Pemerintah Pusat ini patut disyukuri karena memiliki efek ganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal.
”Dengan adanya program ini menjadi lapangan pekerjaan baru. Kalau satu SPPG saja bisa menyerap puluhan pekerja lokal, itu justru sangat signifikan mengurangi tingkat pengangguran yang ada, khususnya di Kota Bekasi,” tuturnya.
Berapa Data Pengangguran dan Jumlah SPPG di Kota Bekasi?
Berdasarkan data terbaru, potensi penyerapan tenaga kerja dari sektor ini cukup besar mengingat jumlah unit layanan yang tersedia. Berikut adalah rincian data terkait ketenagakerjaan dan unit gizi di Kota Bekasi:
- Angka Pengangguran: Berdasarkan data Disnaker, jumlah pengangguran di Kota Bekasi tercatat sebanyak 105.565 orang.
- Jumlah SPPG: Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi per Desember 2025 mencatat terdapat 113 Titik SPPG.
- Status Sertifikasi: Dari total tersebut, 52 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara 61 unit sisanya masih dalam proses pengurusan SLHS.
Melalui pendataan yang akurat, Pemkot Bekasi berharap program MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi solusi konkret pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Kota Bekasi.
Punya informasi terkait lowongan kerja atau layanan publik di sekitar Anda? Hubungi Redaksi RakyatBekasi.Com untuk berbagi informasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































