- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi tengah mengevaluasi jaringan angkot untuk diubah menjadi layanan transportasi pengumpan (feeder) bergaya Mikrotrans.
- Layanan angkot ini akan terintegrasi langsung dengan moda eksisting: Transpatriot (Summarecon – Vida Bantargebang) dan Trans Beken (Terminal Induk Bekasi – Harapan Indah).
- Re-evaluasi sistem rute dan peningkatan kelas pelayanan angkot ini mulai digenjot per Juli 2026 sesuai instruksi Wali Kota Bekasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah merancang perombakan besar-besaran terhadap sistem angkutan kota (Angkot).
Langkah strategis ini bertujuan menyulap angkot menjadi transportasi pengumpan (feeder) modern layaknya layanan Mikrotrans di ibu kota.
Evaluasi rute dan peningkatan kualitas layanan ini dilakukan untuk mengintegrasikan angkot secara penuh dengan moda transportasi massal yang sudah beroperasi di Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapan Angkot Bekasi Berubah Menjadi Mikrotrans?
Dishub Kota Bekasi saat ini sedang mematangkan re-evaluasi rute dan jaringan angkutan umum secara menyeluruh.
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengungkapkan bahwa transformasi ini merupakan respons atas tingginya masukan dari masyarakat pengguna jalan yang mendambakan layanan transportasi terintegrasi dan nyaman.
”Kemarin, atas arahan pimpinan (Wali Kota). Kami diminta untuk melakukan re-evaluasi kembali terhadap jaringan angkutan umum massal yang mungkin kita operasikan di seluruh Kota Bekasi dan wilayah Kota/Kabupaten,” kata Zeno Bachtiar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Selasa (14/07/2026).
Langkah evaluasi lintas batas ini diambil karena mobilitas penumpang transportasi umum tidak bisa dibatasi hanya oleh sekat-sekat wilayah administratif pemerintahan.
Rute Transportasi Massal Apa Saja yang Akan Terintegrasi di Bekasi?
Skema angkot sebagai pengumpan ini nantinya akan terhubung langsung dengan layanan transportasi umum massal yang sudah dikelola oleh Pemkot Bekasi.
Saat ini, titik jemput dan integrasi diarahkan pada dua layanan utama yang telah mengaspal:
- Transpatriot: Melayani rute kawasan Summarecon hingga Vida Bantargebang (PP).
- Trans Beken: Melayani rute Terminal Induk Bekasi menuju Harapan Indah (PP).
Dengan terhubungnya angkot ke titik-titik halte tersebut, perpindahan penumpang dari permukiman warga menuju pusat kota atau moda transportasi lintas daerah akan menjadi jauh lebih mulus dan sistematis.
Apa Target Dishub Pemkot Bekasi untuk Layanan Transportasi Umum?
Fokus utama dari perombakan tata kelola angkot ini adalah menciptakan sistem mobilitas warga yang berkualitas dan mengurai kemacetan lalu lintas.
Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkot Bekasi untuk menata ekosistem tata ruang jalan raya.
”Angkutan umum massal hari ini titik beratnya adalah bagaimana Kota kita mempunyai layanan transportasi umum massal yang aman, selamat, tertib, lancar, berkelanjutan, dan terjangkau,” papar Zeno.
Sebagai bentuk nyata implementasi di lapangan, Dishub akan menaikkan standar pelayanan fisik maupun sistem operasi angkot secara bertahap.
Peningkatan kelas ini menjadi syarat mutlak sebelum angkot benar-benar dijadikan penyangga armada massal yang lebih besar.
”Agar bisa bersinergi menjadi feeder (pengumpan) bagi angkutan umum massal. Semua lini dari rangkaian angkutan umum massal ini penting untuk kita lakukan penguatan sistem dan kualitas,” tutupnya.
Transformasi angkot menjadi layanan setara Mikrotrans ini menjadi angin segar bagi warga yang kerap mengeluhkan carut-marutnya lalu lintas.
Jika direalisasikan dengan disiplin, langkah Pemkot Bekasi ini berpotensi besar mereduksi kemacetan sekaligus mendorong warga beralih ke transportasi publik.
Bagaimana tanggapan Anda tentang rencana revolusi angkot menjadi Mikrotrans di Kota Bekasi? Bagikan opini Anda di kolom komentar di bawah dan bagikan artikel ini. Simak terus pembaruan informasi kebijakan publik terbaru hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







