Pemadaman Listrik Dinilai Rugikan Pelaku Usaha, APINDO Kota Bekasi Desak Evaluasi PLN

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • ​Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan oleh PLN di Bekasi memicu protes keras dan tuntutan evaluasi dari APINDO.
  • ​Sektor industri menelan kerugian operasional akibat ancaman kerusakan mesin dan terhentinya proses produksi secara paksa.
  • ​Wilayah terdampak pemadaman bergilir mencakup kawasan Rawalumbu hingga Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bantargebang.
  • ​Pelaku usaha dituntut tetap membayar penuh upah pekerja meski aktivitas operasional perusahaan terhenti total.

​Pemadaman listrik mendadak yang dilakukan oleh PLN di sejumlah wilayah Kota Bekasi memicu reaksi keras dari kalangan pengusaha.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bekasi menilai insiden kelistrikan ini sangat merugikan sektor industri, baik secara operasional maupun kapasitas produksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi yang melanda kawasan Rawalumbu hingga area pelayanan Bantargebang ini membuat para pelaku usaha mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelayanan PLN.

​Mengapa Pemadaman Listrik PLN di Bekasi Dikeluhkan Pengusaha?

​Pemadaman listrik oleh PLN dikeluhkan karena kerap terjadi secara mendadak tanpa sosialisasi atau pemberitahuan sebelumnya, sehingga menghentikan total aktivitas operasional pabrik.

Hal ini menciptakan efek domino yang merusak siklus kerja industri harian.

​”Apalagi pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan, bukan hanya menghambat proses produksi, tetapi juga merusak bahan produksi bahkan bisa merusak mesin dan alat kerja,” kata Farid Elhakamy kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (24/06/2026).

​Farid menjelaskan lebih lanjut bahwa ketiadaan informasi dari pihak PLN membuat perusahaan yang tidak memiliki generator set (genset) terpaksa menelan pil pahit.

Aktivitas produksi mereka mati total, sementara beban operasional dasar perusahaan tetap berjalan normal.

Bagi pengusaha yang memiliki cadangan daya, mereka memang bisa melanjutkan produksi, namun dengan ongkos energi ekstra yang tidak sedikit.

​”Tetapi bagi yang tidak punya terpaksa menahan kemarahan. Karena semua aktivitas perusahaan berhenti tetapi upah pekerja tetap dibayarkan,” sambungnya menegaskan ketidakadilan beban yang ditanggung pengusaha.

​Berapa Estimasi Kerugian Industri Akibat Mati Listrik di Bekasi?

​Hingga saat ini, estimasi pasti mengenai nilai kerugian industri akibat mati listrik bergilir di Bekasi masih dalam tahap kalkulasi mendalam oleh para pelaku usaha.

APINDO Kota Bekasi menyatakan bahwa pihaknya masih terus menghimpun data riil di lapangan dari berbagai sektor manufaktur.

​Secara umum, kerugian material dan imaterial yang dialami pelaku usaha terbagi ke dalam beberapa variabel keluhan:

  • ​Kerusakan atau penurunan kualitas bahan baku yang terhenti di tengah proses produksi.
  • ​Risiko kerusakan mekanis pada mesin dan peralatan kerja berat akibat terputusnya daya kelistrikan secara tiba-tiba.
  • ​Terbuangnya biaya operasional untuk pembayaran upah pekerja selama jam henti operasi (downtime) tanpa ada output barang.

​”Walaupun saat ini belum ada laporan resmi dari seluruh pelaku usaha yang mengalami pemadaman listrik secara bergilir oleh pihak PLN, keluhan secara pesan sudah masuk dan tersampaikan kepada kami,” tutur Farid mengenai perkembangan aduan di organisasinya.

​Wilayah Mana Saja yang Terdampak Pemadaman Listrik PLN Bekasi?

​Berdasarkan pantauan dan laporan di lapangan, pemadaman listrik bergilir ini cukup parah melanda wilayah Kecamatan Rawalumbu dan sejumlah area yang masuk dalam cakupan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bantargebang.

​Pihak PLN sebelumnya sempat berdalih bahwa gangguan suplai setrum ini telah memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah operasional Bekasi.

Gangguan jaringan kelistrikan yang diklaim telah terjadi sejak Rabu (10/06) pagi ini memiliki durasi mati lampu yang sangat bervariasi, sehingga memperburuk ketidakpastian bagi operasional industri lokal.

​Infrastruktur kelistrikan yang andal merupakan urat nadi bagi pertumbuhan ekonomi dan keberlangsungan iklim investasi di Kota Bekasi.

Kinerja PLN yang buruk dalam menyuplai listrik tidak hanya membunuh produktivitas, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup industri padat karya.

​Bagaimana kondisi pelayanan listrik di wilayah Anda hari ini? Bagikan keluhan atau pengalaman Anda di kolom komentar, dan terus ikuti perkembangan berita terkini seputar kebijakan publik dan ekonomi lokal hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis
Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin
Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC
Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil
Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:08 WIB

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:32 WIB

Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:18 WIB

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang

Berita Terbaru

ARSITEK BANGSA: Suasana lalu lintas dan pepohonan rindang di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang mengelilingi Jalan Prof. M. Yamin. Nama jalan bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, tokoh intelektual serbabisa yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda 1928, pencetus dasar awal Pancasila, sekaligus pelopor sistem hukum uji materi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:24 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x