Pemkot akan Bebaskan Lahan 3,9 Hektar untuk Pembangunan MRT Bekasi – Jakarta – Balaraja

- Jurnalis

Kamis, 15 Agustus 2024 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan juga Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto seusai meneken nota kesepahaman proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Gedung Sate, Kota Bandung Jawa Barat, Jumat (17/02/2023).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan juga Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto seusai meneken nota kesepahaman proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Gedung Sate, Kota Bandung Jawa Barat, Jumat (17/02/2023).

KOTA BEKASI – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi melaporkan mengenai progress pembangunan MRT Jakarta Koridor Timur – Barat (East – West) meliputi Tomang, Jakarta Barat sampai Medan Satria, kini sudah disosialisasikan kepada masyarakat melalui pembangunan proyek MRT Bekasi – Jakarta – Balaraja pada tahun 2024.

Adapun, sosialisasi yang sudah dilakukan di antaranya sebagai bentuk pembebasan lahan terhadap proyek tersebut, kepada warga yang nantinya akan terdampak pembangunan.

“Pembebasan lahan kemarin kita sudah, sosialisasi kepada masyarakat yang terkena imbas. Kedua kita sudah konsultasi publik kepada masyarakat. Masyarakat mendukung terkait dengan kegiatan yang akan berjalan, tahap selanjutnya adalah penetapan lokasi dari Pak Wali Kota Bekasi dan sedang diproses saat ini,” ucap Kepala Disperkimtan Kota Bekasi Widayat Subroto Hardi saat ditemui RakyatBekasi.com di Gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu (14/08/2024) Sore.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Widayat mengatakan, guna mendukung pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu, kurang lebih lahan yang diperlukan untuk pembebasan lahan tak kurang dari 3,9 Hektare.

Hal tersebut diketahui usai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemerintah Kota Bekasi melakukan Rapat Kerja menyoal kesiapan pembangunan proyek MRT Bekasi – Jakarta -Balaraja.

[irp posts=”4986″ ]

OPD tersebut meliputi; Dinas Tata Ruang (Distaru) berkaitan dengan perencanaan ruang. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) berkaitan dengan pengadaan tanah, maupun Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelibangda) berkaitan dengan perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang, serta Dinas perhubungan (Dishub) berkaitan dengan trase atau jalur MRT.

“Ada beberapa hal yang menjadi poin selepas kami melakukan rapat, pertama itu terkait lokasi, terkait dengan yang nantinya akan menjadi lahan MRT yang akan ditetapkan dengan Kementerian Perhubungan. Tinggal bagi warga yang terdampak sudah kita kasih tahu menyoal pembebasan lahannya, setelah itu penetapan lokasi dan BPN akan ke lapangan,” jelasnya.

Menurutnya, lahan sebesar 3,9 Hektar yang akan menjadi kebutuhan pembangunan MRT, kata dia, tentunya akan menjadi tugas dari Pemerintah Kota Bekasi untuk melakukan pembebasan lahan.

“Dengan selepas kami melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, Kami berkoordinasi kembali dengan Kementerian Perhubungan untuk sosialisasi lanjutan. Utamanya dari lahan yang akan dibebaskan oleh Pemerintah Daerah untuk selanjutnya ditindaklanjuti ke Kementerian Perhubungan,” bebernya.

[irp posts=”10621″ ]

Sembari menunggu selepas sosialisasi tadi diberlangsungkan, kata dia, paket pekerjaan untuk proyek tersebut sendiri bakal ditargetkan berlangsung hingga akhir tahun 2025 mendatang.

“Dikarenakan masih sebatas sosialisasi, sembari masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Perhubungan. Karena, targetnya itu memang sampai Tahun 2025 akhir, melalui paket pekerjaannya. Sedangkan target pembangunannya itu sampai Tahun 2031,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pembangunan MRT Bekasi-Jakarta-Balaraja direncanakan akan dibangun pada 2024. Jalur MRT itu direncanakan akan membentang sepanjang sekitar 84,1 kilometer.

Pembangunan jalur MRT koridor Bekasi hingga Balaraja ini bakal dibagi menjadi 2 fase. Fase pertama akan difokuskan untuk jalur di wilayah Jakarta dan fase kedua pembangunan jalur di luar Jakarta.

Di wilayah Bekasi sendiri rencananya akan dibangun Jalur MRT sepanjang 20,438 kilometer dengan 8 stasiun, dari Cikarang hingga Medansatria.

Sementara itu di wilayah Jakarta akan dibangun Stasiun MRT di Ujung Menteng hingga Stasiun Kembangan. Akan ada lebih dari 20 stasiun MRT di wilayah Jakarta untuk koridor Bekasi-Jakarta-Balaraja.

Sedangkan untuk jalur MRT di wilayah Banten, rencananya 14 stasiun akan dibangun mulai dari Stasiun Karang Tengah hingga Stasiun Balaraja.

[irp posts=”10637″ ]

Sebagai informasi, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah menandatangani MoU pembangunan MRT Bekasi-Jakarta-Balaraja dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

“Transportasi berbasis kereta api yaitu MRT. Untuk siapa? Untuk semua. Saya menunjukkan kepada Gubernur Jawa Barat ya, supaya ini (realisasi) cepat. Kita komitmen, di 2024 insyaAllah sudah mulai pembangunan,” kata Pj Heru di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/02/2024) silam.

“Sekali lagi itu untuk siapa? Untuk Pemda DKI, Jawa Barat dan Kota Bekasi dan untuk seluruh masyarakat yang memang membutuhkan MRT,” tutupnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
Pemkot Bekasi Tolak Bela Pejabat Tersangka Pungli MCK Pasar Bantargebang!
Kejari Bekasi Libatkan Ahli Forensik Bongkar Pungli MCK Pasar Bantargebang
Bekasi Utara Peringkat Kelima Penjudi Online Terbanyak se-Jabodetabek! Ini Kata Wali Kota Tri Adhianto
Celah Kecurangan Terbuka Lebar, Zonasi SPMB Kota Bekasi Nodai Akal Sehat
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:18 WIB

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:35 WIB

Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:10 WIB

Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:58 WIB

Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:55 WIB

Pemkot Bekasi Tolak Bela Pejabat Tersangka Pungli MCK Pasar Bantargebang!

Berita Terbaru

BAPAK PENDIDIKAN AGAMA: Suasana lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar Jalan K.H. Wahid Hasyim yang terletak di kawasan Menteng, tidak jauh dari Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Nama jalan strategis ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional K.H. Abdul Wahid Hasyim, arsitek Piagam Jakarta, ayahanda Gus Dur, sekaligus Menteri Agama pertama Republik Indonesia yang memelopori integrasi kurikulum pendidikan nasional. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan KH Wahid Hasyim: Menteri Agama Pertama RI

Jumat, 17 Jul 2026 - 03:47 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x