RS Karunia Kasih Gandeng PLN ES Perkuat Pencegahan Stunting di Pondokgede

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Rumah Sakit Karunia Kasih Jatiwaringin, Kota Bekasi, terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kali ini, rumah sakit tersebut berkolaborasi dengan PLN Electricity Services (PLN ES) melalui program tanggung jawab sosial (CSR) bertajuk Gerakan Srikandi PLN ES 2025.

​Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk menggalakkan program pencegahan stunting di Kota Bekasi, khususnya bagi warga yang berdomisili di wilayah Kecamatan Pondokgede dan sekitarnya.

​Sinergi Menekan Angka Stunting dan Kematian Balita

​Langkah ini sejalan dengan agenda prioritas Pemerintah Pusat dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang tengah menggencarkan intervensi kesehatan dasar terintegrasi. Tujuannya jelas: menekan angka prevalensi stunting secara nasional serta menurunkan risiko kematian pada balita.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Direktur RS Karunia Kasih Jatiwaringin, dr. Keithy Dorothy, MARS, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan aksi nyata dalam memberikan dukungan nutrisi bagi mereka yang membutuhkan.

​Dalam acara yang berlangsung pada Sabtu (29/11) lalu, pihak RS Karunia Kasih dan PLN ES menyerahkan bantuan berupa paket pangan bergizi, suplemen nutrisi, serta alat pendukung kesehatan untuk pencegahan stunting.

​“Ini merupakan wujud sinergi yang telah terjalin kuat dengan berbagai pihak. RS Karunia Kasih bertekad untuk terus berperan aktif dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Bekasi,” ujar dr. Keithy dalam keterangannya.

​Energi Kepedulian dari Srikandi PLN ES

​Lebih lanjut, dr. Keithy mengapresiasi keterlibatan PLN ES dalam isu kesehatan masyarakat. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa tanggung jawab mengatasi masalah gizi buruk dan stunting adalah tugas multipihak (pentahelix), bukan hanya pemerintah semata.

​“Melalui Gerakan Srikandi Care, ini membuktikan bahwa peran Srikandi PLN ES tidak hanya bertugas menghadirkan energi listrik untuk menerangi negeri, tetapi juga menghadirkan energi kepedulian dan kemanusiaan bagi masyarakat luas,” tambahnya.

​Sasaran Program: Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Balita

​Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan kapasitas masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga. Fokus utama intervensi ini tidak hanya pada balita, tetapi juga menyasar Ibu hamil dengan risiko tinggi (risti) untuk mencegah potensi stunting sejak dalam kandungan (1000 Hari Pertama Kehidupan).

​Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat jejaring layanan kesehatan dasar di wilayah Kecamatan Pondokgede agar penanganan kasus stunting dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

​Dukungan Penuh Pemerintah Kota Bekasi

​Kegiatan sosial ini mendapat sambutan positif dari jajaran Pemerintah Kota Bekasi. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Nurjamil, SKM, M.Epid, yang memberikan apresiasi atas kontribusi sektor swasta dalam bidang kesehatan.

​Turut hadir pula Camat Pondokgede, Zainal Abidin; Lurah Jatiwaringin, Haririh S.IP; serta para Kepala UPTD Puskesmas se-Kecamatan Pondokgede yang meliputi Puskesmas Pondokgede, Jatibening, Jatibening Baru, Jatiwarna, Jatirahayu, Jatimakmur, dan Jatikramat.

​Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan generasi emas Bekasi yang sehat dan bebas stunting.

Ingin mendapatkan informasi lebih lanjut seputar layanan kesehatan keluarga? Kunjungi website resmi RS Karunia Kasih atau hubungi layanan pelanggan kami.

Visited 323 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hingga Juni 2026, Aktivasi IKD di Kota Bekasi Tembus 407 Ribu Orang
Efek NIK Dibekukan, 4.896 Warga DKI Serbu Disdukcapil Kota Bekasi
Tegas! Plh Wali Kota Bekasi Larang Sekolah Tahan Ijazah
Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:40 WIB

Hingga Juni 2026, Aktivasi IKD di Kota Bekasi Tembus 407 Ribu Orang

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:09 WIB

Efek NIK Dibekukan, 4.896 Warga DKI Serbu Disdukcapil Kota Bekasi

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:46 WIB

Tegas! Plh Wali Kota Bekasi Larang Sekolah Tahan Ijazah

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:56 WIB

Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel

Berita Terbaru

Infografis larangan sekolah tahan ijazah siswa. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Tegas! Plh Wali Kota Bekasi Larang Sekolah Tahan Ijazah

Minggu, 14 Jun 2026 - 11:46 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi jajaran GoTo di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/06/2026). (Dok. Kemensos)

Nasional

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:50 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x