Sebuah Tinjauan untuk Tingkatkan Kegemaran Membaca Masyarakat Kota Bekasi

- Jurnalis

Rabu, 17 Juli 2024 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber foto: ibrispdr.org

Sumber foto: ibrispdr.org

Membaca adalah jendela dunia. Ungkapan ini menggambarkan betapa pentingnya aktivitas membaca dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat.

Namun, bagaimana sebenarnya tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Bekasi?

Berikut kami coba sampaikan hasil data terbaru dari Perpustakaan Nasional RI tentang tingkat kegemaran membaca.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di era informasi yang serba cepat ini, kemampuan untuk memperoleh, mengolah, dan memanfaatkan informasi dari berbagai sumber bacaan menjadi semakin krusial.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2023, kita dapat melihat gambaran yang lebih jelas mengenai hal ini.

Survei Kegemaran Membaca tahun 2023 dilaksanakan di 104 kabupaten/kota pada 36 provinsi, melibatkan 11.683 responden.

Dalam survei ini, Tingkat Gemar Membaca (TGM) dihitung berdasarkan lima aspek, yaitu frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah buku yang dibaca, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet oleh masyarakat Indonesia.

Biar tidak salah penafsiran dulu penting untuk membedakan antara minat dan gemar membaca. Minat baca adalah potensi atau keinginan untuk membaca secara sukarela. Ini adalah langkah awal yang menunjukkan ketertarikan seseorang terhadap aktivitas membaca.

Adapun kebiasaan atau gemar membaca adalah kegiatan membaca atau berinteraksi dengan bahan bacaan secara teratur atau berulang.

Kebiasaan membaca yang baik dapat terbentuk dari minat baca yang tinggi, namun memerlukan dukungan berupa akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas dan waktu yang memadai untuk membaca.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Gemar Membaca

Menurut Tarigan (2008) dan Ross (2010), terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi perilaku gemar membaca:

  1. Penyediaan waktu untuk membaca:
    • Ketersediaan waktu luang yang cukup sangat penting untuk mendukung kebiasaan membaca.
    • Masyarakat yang memiliki jadwal yang padat mungkin merasa kesulitan untuk menyisihkan waktu khusus untuk membaca.
    • Maka dari itu perlu inovasi bagaimana membaca mungkin menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan sebagai tempat melepas lelah.
  2. Pemilihan bacaan yang baik:
    • Kualitas bacaan sangat mempengaruhi minat dan kebiasaan membaca.
    • Bacaan yang menarik, relevan, dan sesuai dengan norma-norma kekritisan, termasuk norma estetik, sastra, dan moral, dapat mendorong masyarakat untuk lebih sering membaca.
  3. Ketertarikan pada topik bacaan:
    • Ketertarikan pada topik tertentu dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk membaca.
    • Topik yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari akan lebih mudah menarik minat baca masyarakat.

Hasil Survei Kegemaran Membaca 2023

Hasil survei menunjukkan bahwa secara nasional, indeks TGM naik 2,87 poin dari tahun 2022. Pada tahun 2022, indeks ini berada di angka 63,90 dan meningkat menjadi 66,77 pada tahun 2023.

Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam kebiasaan membaca masyarakat Indonesia. Peringkat provinsi dengan indeks TGM tertinggi adalah DI Yogyakarta dengan 73,27 poin, diikuti oleh Jawa Tengah dengan 71,31 poin, dan Jawa Barat dengan 70,47 poin.

sumber gambar: Perpusnas 2023.

Di kota Bekasi sendiri, indeks TGM berada di angka 68,49 poin. Rincian dimensi nilai kota Bekasi adalah sebagai berikut:

  1. Frekuensi baca : 5-6 kali/minggu dengan skor 73,33.
  2. Durasi baca per hari : 1 jam 53 menit dengan skor 59,50.
  3. Jumlah buku yang dibaca per 3 bulan: 5 buku dengan skor 71,33.
  4. Frekuensi akses internet: 5-6 kali/minggu dengan skor 76,17.
  5. Durasi akses internet per hari: 2 jam 15 menit dengan skor 68,67.

Data ini menunjukkan bahwa meskipun indeks kegemaran membaca di kota Bekasi cukup tinggi, masih ada ruang untuk peningkatan, terutama dalam durasi membaca per hari yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan frekuensi baca dan jumlah buku yang dibaca.

Langkah-langkah untuk Meningkatkan Kegemaran Membaca

Untuk meningkatkan kegemaran membaca masyarakat, perlu adanya upaya kolektif dari berbagai pihak tentunya.

Mungkin agak sulit jika berharap pada salah satu organisasi lembaga sosial atau badan pemerintah Daerah. Semua orang perlu terlibat juga.

Pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat harus bekerja sama dalam menyediakan waktu dan akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan yang berkualitas.

Berikut kami coba rumuskan beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan kegemaran membaca.

  1. Peningkatan Akses terhadap Bahan Bacaan Berkualitas:
    • Perpustakaan, toko buku, dan platform digital harus menyediakan bahan bacaan yang beragam dan berkualitas.
    • Koleksi buku yang menarik dan relevan dengan berbagai kalangan masyarakat akan mendorong minat baca.
    • Nah, jika koleksi sudah tersedia tentunya adalah kemudahan akses. Tidak jarang kita memiliki minat yang tinggi akan tetapi terkendala akses yang sulit, sehingga minat menjadi berkurang.
    • Sekarang Perpusnas telah mengeluarkan aplikasi ipusnas untuk memudahkan membaca buku secara resmi.
  2. Penyediaan Waktu untuk Membaca:
    • Pemerintah dan institusi pendidikan dapat menggalakkan program yang menyediakan waktu khusus untuk membaca. Misalnya, program “Jam Membaca” di sekolah-sekolah atau kampanye membaca di tempat umum.
  3. Pemanfaatan Teknologi Digital:
    • Akses internet yang tinggi di kota Bekasi dapat dimanfaatkan untuk menggalakkan membaca melalui platform digital. E-book, audiobooks, dan artikel Online dapat menjadi alternatif bacaan yang menarik bagi masyarakat. Contohnya ipusnas tadi.
  4. Kampanye dan Edukasi:
    • Mengadakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca. Edukasi tentang manfaat membaca sejak dini, baik di keluarga maupun di sekolah, sangat penting untuk membentuk kebiasaan membaca yang baik.
  5. Komunitas Membaca:
    • Pembentukan komunitas membaca di lingkungan masyarakat dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi dan pengalaman membaca. Diskusi buku, klub buku, atau kegiatan membaca bersama dapat meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap membaca.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan indeks kegemaran membaca di kota Bekasi dan seluruh Indonesia dapat terus meningkat.

Masyarakat yang gemar membaca akan menjadi masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan berwawasan luas.

Membaca bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.

Visited 174 times, 2 visit(s) today

Penulis : Rahmadi, SE., M.Ak [Dosen Telkom University]

Editor : Bung Ewox

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abdul Mu’ti Didesak Lepas Jabatan Sekum Muhammadiyah Sebelum Muktamar Digelar
LBH Fraksi ’98: Filsafat Hukum Pancasila Harus Responsif Era AI!
Mengungkap Fakta Gaji Guru Honorer dan Misteri Transparansi Dana BOS: Keadilan atau Sandera?
Menguak Dalang Tersembunyi Kasus Ijon Bekasi: Fakta Mengejutkan di Balik Skandal SRJ dan AKK
Bongkar Korupsi Berjamaah: Mengapa Hakim Berwenang Tetapkan Tersangka Baru di Persidangan?
Rahasia Ketenangan Pikiran: Mengungkap Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan Jiwa di Era Digital
Rahasia Fokus Belajar: Pentingnya ‘Silent Room’ Perpustakaan Sekolah di Era Digital
Sentil DPR! LBH Fraksi 98: RUU Perampasan Aset Butuh Logika Rasional, Bukan Klenik!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 12:15 WIB

Abdul Mu’ti Didesak Lepas Jabatan Sekum Muhammadiyah Sebelum Muktamar Digelar

Senin, 1 Juni 2026 - 12:08 WIB

LBH Fraksi ’98: Filsafat Hukum Pancasila Harus Responsif Era AI!

Sabtu, 25 April 2026 - 12:16 WIB

Mengungkap Fakta Gaji Guru Honorer dan Misteri Transparansi Dana BOS: Keadilan atau Sandera?

Selasa, 21 April 2026 - 17:14 WIB

Menguak Dalang Tersembunyi Kasus Ijon Bekasi: Fakta Mengejutkan di Balik Skandal SRJ dan AKK

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Bongkar Korupsi Berjamaah: Mengapa Hakim Berwenang Tetapkan Tersangka Baru di Persidangan?

Berita Terbaru

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, dan jajaran pejabat terkait memamerkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) berpredikat WTP usai prosesi penyerahan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (09/06/2026).

Parlementaria

Pemkot Bekasi Sabet WTP BPK Jabar, Bukti APBD Makin Sehat!

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:42 WIB

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal kepada wartawan usai dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (08/06/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Masuk Istana, Said Iqbal Jamin Hak Demo Buruh Tak Dikebiri

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:00 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x