Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2025-2028, Hizkia Y.K Rantung. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi koperasi desa dan UMKM lokal dalam menyukseskan Proyek Strategis Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Istimewa)

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2025-2028, Hizkia Y.K Rantung. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi koperasi desa dan UMKM lokal dalam menyukseskan Proyek Strategis Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: Istimewa)

​Poin Utama:

  • ​Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menjadi Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
  • ​DPP GMNI menegaskan pentingnya koperasi desa sebagai institusi ekonomi rakyat dalam rantai pasok MBG.
  • ​Tantangan tata kelola MBG meliputi optimalisasi koperasi desa dan pencegahan praktik rente serta inefisiensi pengadaan.
  • ​Keberhasilan jangka panjang MBG diukur dari terciptanya kemandirian ekonomi petani, nelayan, dan UMKM dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

​Wakil Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Hizkia Y.K. Rantung, menyoroti secara kritis arah pembangunan nasional di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam analisis mendalamnya, DPP GMNI menegaskan bahwa energi publik semestinya tidak lagi dihabiskan untuk memperdebatkan pro-kontra eksistensi program ini sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, fokus strategis harus diarahkan pada bagaimana MBG mampu mentransformasi struktur ekonomi rakyat dan mewujudkan keadilan sosial.

​Mengapa Program Makan Bergizi Gratis Penting bagi Ekonomi Rakyat?

​Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk menjadi instrumen transformasi ekonomi rakyat dengan menghubungkan investasi negara di bidang gizi dengan penguatan sektor-sektor produktif.

“Dengan demikian, kebijakan publik tidak pernah benar-benar netral; ia selalu menentukan arah perubahan struktur masyarakat dan orientasi pembangunan yang dipilih oleh negara,” tegas Hizkia Y.K Rantung, Wakil Sekretaris Jenderal DPP GMNI, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (15/05/2024).

Ia menekankan bahwa MBG harus dibaca lebih mendalam sebagai instrumen untuk membangun ekosistem ekonomi nasional, bukan sekadar mekanisme distribusi makanan.

​Bagaimana Peran Koperasi Desa dalam Rantai Pasok Makan Bergizi Gratis?

​Koperasi desa memiliki posisi strategis sebagai institusi ekonomi rakyat yang menghubungkan petani, nelayan, peternak, dan UMKM lokal dengan rantai pasok MBG.

Hizkia menjelaskan, agar manfaat MBG benar-benar menjangkau basis produksi rakyat, dibutuhkan institusi yang mampu menghubungkan kebutuhan program dengan pelaku-pelaku produksi lokal di daerah.

Dengan demikian, kata dia, setiap rupiah yang dibelanjakan negara menciptakan pasar, meningkatkan produksi, memperkuat pendapatan masyarakat, dan memperkokoh kemandirian ekonomi nasional.

​Apa Saja Tantangan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis Menurut DPP GMNI?

​GMNI mengidentifikasi tantangan tata kelola MBG mulai dari belum optimalnya penguatan koperasi desa hingga masih terbukanya ruang bagi praktik rente, inefisiensi, serta penguasaan pengadaan oleh kelompok tertentu.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan MBG tidak cukup ditentukan oleh besarnya anggaran maupun cakupan penerima manfaat, tetapi juga oleh kapasitas negara dalam membangun tata kelola yang memastikan manfaat ekonomi program benar-benar mengalir kepada rakyat sebagai basis produksi,” ujar Hizkia.

Ia memperingatkan tanpa pembenahan tata kelola, MBG berisiko hanya memperluas distribusi belanja negara tanpa menghasilkan pemerataan ekonomi yang menjadi salah satu tujuan strategis pembangunan.

​Kapan Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis Dapat Diukur Secara Nyata?

​Ukuran keberhasilan MBG bukan hanya dari berapa juta anak menerima makanan setiap hari, melainkan apakah lima atau sepuluh tahun mendatang Indonesia memiliki petani yang lebih sejahtera, nelayan yang lebih berdaya, koperasi yang lebih kuat, industri pangan yang lebih mandiri, serta generasi muda yang tidak hanya sehat, tetapi juga hidup dalam struktur ekonomi yang lebih adil.

Hizkia menyimpulkan, tata kelola yang akuntabel, transparansi pengadaan, pengawasan terhadap potensi praktik rente, serta efektivitas birokrasi merupakan prasyarat agar tujuan besar MBG tidak tereduksi oleh persoalan teknis dalam implementasinya.

DPP GMNI mendesak agar tata kelola diarahkan pada penguatan koperasi desa sebagai institusi yang menghubungkan pelaku-pelaku ekonomi lokal dengan rantai pasok MBG.

DPP ​GMNI secara konsisten akan terus mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Kota maupun Kabupaten di seluruh Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis
Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang
Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri
Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri
Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas
Badai Skandal Migas Berlanjut, Kejagung Borong Pemeriksaan 4 ASN Pemkot Bekasi Hari Ini
KPK Hanya Berani Tangkap Koruptor Kelas Teri di Kasus BBPJN Sumut? Ini Faktanya!
Dugaan Korupsi KSO PT Migas Menggurita, Kejagung Periksa 3 ASN Pemkot Bekasi dan Petinggi Foster Oil
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:15 WIB

Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x