Tekan Angka Pengangguran di Kota Bekasi, Disnaker Siapkan Program Magang 2027

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, didampingi Kadisnaker Kota Bekasi Dzikron bercengkrama akrab seraya memberikan motivasi langsung kepada pencari kerja saat meninjau pelaksanaan Job Fair Kota Bekasi 2026 di Mega Hypermall Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (07/07/2026).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, didampingi Kadisnaker Kota Bekasi Dzikron bercengkrama akrab seraya memberikan motivasi langsung kepada pencari kerja saat meninjau pelaksanaan Job Fair Kota Bekasi 2026 di Mega Hypermall Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (07/07/2026).

Poin Utama:

  • Target Waktu: Pemkot Bekasi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tengah merancang program pemagangan khusus lulusan baru untuk diluncurkan pada tahun 2027.
  • Fokus Penurunan: Strategi ini menjadi langkah krusial untuk memangkas Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Bekasi yang saat ini bertengger di level 7,33 persen.
  • Sinergi Industri: Pelaksanaan program akan memprioritaskan kolaborasi dengan sejumlah perusahaan lokal guna menyerap warga ber-KTP Kota Bekasi.
  • Tren Ketenagakerjaan: Data terkini menunjukkan pengajuan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) lebih mendominasi dibandingkan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi bersiap meluncurkan program pemagangan secara masif pada tahun 2027 mendatang.

Langkah taktis dari Pemkot Bekasi ini dirancang sebagai jurus pamungkas untuk menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini menembus angka 7,33 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui skema tersebut, tenaga kerja lokal akan diprioritaskan untuk mengasah pengalaman langsung di berbagai perusahaan industri.

​Apa Strategi Disnaker Kota Bekasi Turunkan Angka Pengangguran di 2027?

​Program pemagangan menjadi ujung tombak Pemkot Bekasi dalam menjembatani ketimpangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan pengalaman kerja sumber daya manusia lokal.

Skema ini dirancang agar tenaga kerja setempat memiliki daya saing tinggi sebelum resmi terserap sebagai karyawan tetap.

​”Tahun depan insyaallah kita akan mencoba program pemagangan. Konsepnya hampir sama seperti program yang dijalankan pemerintah pusat, tetapi alokasinya khusus untuk masyarakat Kota Bekasi dan perusahaan yang ada di Kota Bekasi agar bisa saling mendukung,” kata Kepala Disnaker Kota Bekasi, Dzikron, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (08/07/2026).

​Menurutnya, pemagangan merupakan jembatan penyelesaian masalah bagi para lulusan baru (fresh graduate) yang kerap tersandung syarat pengalaman kerja saat proses rekrutmen.

​”Salah satu cara menempatkan tenaga kerja itu awalnya harus magang dulu, sehingga mereka memiliki pengalaman kerja. Nanti setelah magang, terserah perusahaan apakah langsung merekrut menjadi karyawan atau memperpanjang masa kerja mereka sesuai kebutuhan,” katanya.

​Bagaimana Kondisi Industri dan Tren Ketenagakerjaan di Kota Bekasi Saat Ini?

​Meskipun dihantam berbagai dinamika ekonomi, iklim ketenagakerjaan di Kota Bekasi saat ini diklaim masih menunjukkan tren yang relatif positif.

Berdasarkan pantauan Disnaker, kata dia, serapan tenaga kerja melalui sistem kontrak tercatat lebih tinggi ketimbang badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

​Berikut adalah gambaran ringkas kondisi ketenagakerjaan di Kota Bekasi:

  • ​Pengajuan pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) baru mendominasi lalu lintas administrasi di Disnaker.
  • ​Laporan PHK terpantau lebih rendah, umumnya diajukan sekadar sebagai dasar administrasi klaim BPJS Ketenagakerjaan.
  • ​Angka pengangguran daerah masih didominasi oleh kelompok usia angkatan kerja baru.

​”Di sektor industri memang ada perusahaan yang melakukan PHK dan melaporkannya kepada kami sebagai dasar pekerja untuk mengurus klaim BPJS Ketenagakerjaan. Namun jika dibandingkan, jumlah perusahaan yang mengajukan pencatatan PKWT masih lebih banyak. Jadi kondisi ketenagakerjaan kita masih relatif positif,” jelasnya.

​Sinergi berkelanjutan antara Job Fair tahunan dan program pemagangan ini, lanjut Dzikron, diharapkan mampu membabat habis sisa persentase pengangguran di tahun depan.

​”Saat ini angka pengangguran Kota Bekasi berada di 7,33 persen. Mudah-mudahan tahun depan bisa berkurang lagi. Kalau penurunannya bisa nol koma sekian persen saja dalam setahun, itu sudah sangat bagus,” ujarnya memungkasi.

Kesiapan Pemkot Bekasi dalam meramu program pemagangan ini patut dikawal secara kritis agar realisasinya tepat sasaran dan tak berhenti sekadar formalitas birokrasi.

Kolaborasi solid antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat adalah kunci utama keberhasilan penyerapan tenaga kerja lokal.

​Apakah Anda setuju bahwa program pemagangan efektif membuka peluang kerja di Kota Bekasi? Sampaikan opini Anda di kolom komentar!

Baca juga berita tajuk ekonomi dan layanan publik terbaru lainnya hanya di RakyatBekasi.Com – Beyond Your Local News!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis
Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin
Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC
Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil
Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:08 WIB

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:32 WIB

Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:18 WIB

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang

Berita Terbaru

ARSITEK BANGSA: Suasana lalu lintas dan pepohonan rindang di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang mengelilingi Jalan Prof. M. Yamin. Nama jalan bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, tokoh intelektual serbabisa yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda 1928, pencetus dasar awal Pancasila, sekaligus pelopor sistem hukum uji materi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:24 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x