Tensi Memanas! Kader Muda Desak Regenerasi Golkar Kota Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 29 September 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

  • ​Tensi politik di internal Golkar Kota Bekasi memanas jelang penataan kepengurusan akibat kuatnya desakan regenerasi dari akar rumput.
  • ​Kader muda menuntut nahkoda baru yang memiliki loyalitas tinggi dan menolak figur pragmatis yang menjadikan partai sebagai alat kepentingan pribadi.
  • ​Politisi senior, Abdul Manan, mendapat kritik tajam karena manuver politiknya dinilai kerap “dua kaki” demi mengamankan kekuasaan dan trah keluarganya di birokrasi.

​TENSI POLITIK di internal DPD Golkar Kota Bekasi kian memanas menjelang momentum penataan struktur kepengurusan baru.

Gelombang desakan dari akar rumput agar partai beringin ini segera melakukan bersih-bersih dan mempercepat regenerasi kepemimpinan terus berhembus kencang di Kota Bekasi.

Figur pemimpin masa depan diharapkan memiliki visi besar dan lepas dari segala kepentingan yang bersifat pragmatis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dorongan Kuat Regenerasi Golkar Kota Bekasi di Tengah Isu Pragmatisme

​Mengapa Kader Muda Mendesak Regenerasi Pemimpin Golkar Kota Bekasi?

​Kebutuhan akan nahkoda baru yang memiliki loyalitas tunggal terhadap partai menjadi alasan utama di balik desakan regenerasi ini.

Kader internal menginginkan sosok pemimpin yang berjuang murni untuk membesarkan partai, bukan memanfaatkannya demi mencari keuntungan kekuasaan semata.

​”Golkar Kota Bekasi butuh pemimpin yang loyal pada garis perjuangan partai, bukan sosok pragmatis yang menjadikan partai sebagai alat memburu kepentingan pribadi,” ujar Citra selaku Kader Muda Golkar Kota Bekasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (29/09/2026).

​Apa Alasan Politisi Senior Abdul Manan Mendapat Kritik Tajam?

​Selain menuntut penyegaran, kader muda juga menyoroti manuver politisi senior Golkar di Kota Bekasi, Abdul Manan. Purnawirawan militer tersebut dikritik karena rekam jejak politiknya selama ini dinilai sangat labil, sarat kalkulasi keuntungan pribadi, dan tidak lagi mencerminkan jiwa pengayom masyarakat.

​”Semua kader tahu siapa Pak Abdul Manan. Sikap politiknya sering mencla-mencle, kadang ke kanan, kadang ke kiri. Di mana ada posisi yang menguntungkan dirinya, di situ dia berlabuh,” tegas Citra.

​Ia pun memperingatkan ketua terpilih nantinya agar sangat selektif dalam menempatkan figur-figur di struktur kepengurusan.

​”Saran saya untuk ketua terpilih nanti, jangan akomodasi politisi gaek yang sok menonjol di forum-forum keagamaan tapi manuver politiknya tidak mencerminkan hal itu,” lanjutnya.

​Bagaimana Rekam Jejak Manuver Politik ‘Dua Kaki’ di Lingkaran Birokrasi?

​Pola politik pragmatis ini disebut-sebut sangat terlihat dari cara Abdul Manan mendekati poros kekuasaan secara silih berganti.

Pada masa kepemimpinan mantan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, ia sangat merapat demi memuluskan jalan putrinya di lingkungan birokrasi. Namun, arah dukungannya kini dinilai berbalik menyasar kekuasaan Wali Kota baru.

​”Dulu merapat rapat ke Bang Pepen, bahkan memaksakan dorongan untuk posisi Sekda bagi putrinya. Sekarang, malah berganti haluan mendekat ke Tri Adhianto. Harusnya di usia yang sudah sepuh, dekatkan diri ke tempat ibadah, bukan terus-menerus mengejar panggung politik,” cetusnya.

​Eksistensi politik sang purnawirawan di partai kini dianggap sudah redup dan tidak lagi memiliki pengaruh yang signifikan di tingkat akar rumput maupun elit.

​”Secara fungsional, suara dan pengaruh Abdul Manan itu sudah tidak didengar lagi oleh para petinggi Golkar, baik di kota maupun di DPP. Tapi karena tidak tahu malu, dia terus bersikap seolah-olah sangat dibutuhkan partai. Sudah pensiun dari militer, harusnya pensiun juga dari politik praktis. Jangan mengatasnamakan pengabdian kalau sejatinya hanya berburu keuntungan pribadi,” pungkasnya.

​Kritik tajam dari internal ini menjadi sinyal peringatan bahwa Golkar Kota Bekasi membutuhkan restrukturisasi kepengurusan yang bebas dari beban politisi masa lalu. Publik kini menanti langkah strategis elit partai dalam menjawab tuntutan regenerasi tersebut.

​Bagaimana tanggapan Anda terkait dinamika partai politik di Kota Bekasi? Sampaikan di kolom komentar dan bagikan artikel ini! Agar tidak ketinggalan informasi terkini terkait kebijakan publik dan pemerintahan, ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] sekarang juga.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah
Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi
Sah! Nawal Husni Pimpin PPP Kota Bekasi, Bidik 5 Kursi DPRD Lewat Kekuatan Akar Rumput
Efek Kasus KPK Sang Suami, Kans Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar Kota Bekasi Kian Meredup
Tanda Tangan Dicatut Oknum! Senior Golkar Medansatria Bantah Keras Isu Penolakan Plt Ketua PK
Lepas dari PPP, Gus Shol Dapat ‘Karpet Merah’ Pimpin Golkar Kota Bekasi?
Jokowi Safari Politik ke Bekasi, Hasto Lontarkan Sindiran Keras: PDIP Pilih Politik Kemanusiaan!
Prabowo Tunjuk Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Baru, PDIP Tuntut Reformasi Total Bukan Wacana
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Bayang-Bayang “Serigala dan Domba” di Musda Golkar Kota Bekasi: Ranny Fahd Disarankan Mundur Demi Marwah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Kantongi Restu DPP dan 13 Suara Kunci, Ranny Fahd A Rafiq Mantap Menangkan Musda Golkar Kota Bekasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:33 WIB

Sah! Nawal Husni Pimpin PPP Kota Bekasi, Bidik 5 Kursi DPRD Lewat Kekuatan Akar Rumput

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Efek Kasus KPK Sang Suami, Kans Ranny Fahd Arafiq di Musda Golkar Kota Bekasi Kian Meredup

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Tanda Tangan Dicatut Oknum! Senior Golkar Medansatria Bantah Keras Isu Penolakan Plt Ketua PK

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x