Umat Islam Dominan tapi Didominasi, Ada Apa dengan Ormas?

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • ​Kontradiksi Populasi: Umat Islam mencakup lebih dari 85% populasi Indonesia, namun faktanya secara nyata didikte oleh kelompok politik dan ekonomi luar.
  • ​Penyebab Utama: Terjadi domestifikasi secara masif dan pembajakan internal lembaga ormas Islam oleh figur pemimpin yang justru menjadi agen kepentingan luar.
  • ​Praktik Korupsi Internal: Intervensi pendanaan dan dropping calon pimpinan dari pihak eksternal terus merusak independensi kelembagaan umat.
  • ​Solusi Strategis: Umat Islam mendesak pembersihan total untuk mendepak para pemimpin manipulatif dan menghentikan sikap bungkam.

​Komposisi umat Islam di Indonesia yang secara kuantitas sangat dominan melampaui 85 persen ternyata berbanding terbalik dengan realitas politik dan ekonomi nasional.

Alih-alih mengendalikan arah kebijakan, kelompok mayoritas ini justru kerap didominasi dan dideterminasi oleh kekuatan eksternal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, kondisi ini diyakini langgeng akibat peran oknum pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang justru bertindak sebagai pengganjal aspirasi massanya sendiri.

​Mengapa Umat Islam yang Dominan Tidak Mampu Mendominasi Politik dan Ekonomi?

​Kondisi ini terjadi karena umat Islam secara sistematis mendomestifikasi kekuatan internalnya sendiri dan gagal mengembangkan naluri sosial yang alamiah.

Pemegang kekuasaan formal maupun informal di tubuh ormas Islam saat ini lebih banyak berfungsi sebagai penahan serta penghambat aspirasi normal massanya, bukan sebagai penyalur gerbong perjuangan menuju tujuan yang hakiki.

​”Umat Islam justru didominasi dan dideterminasi kelompok politik dan juga kelompok ekonomi yang bukan didasarkan oleh faktor Islam dan kepentingan umat Islam. Inilah kontradiksi yang menimbulkan kesan keanehan,” kata Syahrul E Dasopang kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (15/06/2026).

​Apa Saja Faktor Penyebab Kerusakan Parah di Tubuh Ormas Islam?

​Terdapat empat faktor krusial yang menjelaskan mengapa kontradiksi tajam antara elite ormas dan massa umat Islam di akar rumput terus terjadi hingga saat ini:

  • ​Agenda Terselubung Pemimpin: Para elite memiliki agenda pribadi serta kepentingan pragmatis yang bertolak belakang dengan kebutuhan dasar anggotanya.
  • ​Alih Fungsi Menjadi Agen Luar: Pimpinan ormas mengadopsi cara berpikir eksternal dan bertindak sebagai makelar untuk memaksakan kepentingan pihak lain agar diterima massanya.
  • ​Ketidakpahaman Massa: Anggota tidak memahami hubungan ideal dengan pemimpin mereka, sehingga kontrol sosial melemah dan elite tak merasa bersalah saat menyeleweng.
  • ​Relasi Koruptif yang Mentradisi: Praktik intervensi atau dropping calon pimpinan yang diatur dan didanai penuh oleh pihak luar membuat pemimpin terpilih wajib melayani penyandang dana.

​”Praktik korup ini telah lama terjadi dan bahkan telah mentradisi. Di titik ini, ormas-ormas Islam sejatinya telah dibajak oleh pihak luar dengan mendrop agen-agen dari luar,” tegas Syahrul secara kritis dalam paparannya.

​Bagaimana Dampak Pembajakan Ormas Islam terhadap Posisi Umat?

​Pembajakan struktural ini mengakibatkan kerusakan parah di mana umat Islam secara tak sadar menghalangi diri mereka sendiri untuk berkembang wajar.

Dampak fatalnya adalah terbukanya ruang yang sangat kondusif bagi kekuatan luar untuk menaklukkan serta mendominasi umat secara mudah, aman, dan tanpa perlawanan.

​Kondisi tersebut mirisnya telah dianggap sebagai kewajaran yang lumrah oleh sebagian besar masyarakat tanpa pernah direnungkan, diperdebatkan, apalagi digugat secara terbuka.

Hal ini mencerminkan matinya nalar kritis di tingkat akar rumput akibat domestifikasi yang terstruktur.

​Apa Solusi Nyata untuk Mengembalikan Kekuatan Umat Islam?

​Langkah terpenting dan mendesak yang wajib diambil adalah mendepak setiap elemen kepemimpinan ormas yang terbukti melakukan praktik manipulatif serta koruptif terhadap aspirasi umat.

Langkah radikal ini harus dimulai dari kesadaran kolektif di akar rumput untuk tidak lagi berkompromi dengan penyelewengan.

​”Jalan keluar dari hal ini, salah satu yang langkah terpentingnya ialah mendepak setiap pemimpin mereka yang berpraktik manipulatif dan koruptif terhadap aspirasi alamiah umat Islam. Umat Islam tidak boleh mudah diam dan bungkam,” pungkas penulis buku Mengapa Gerakan Islam Gagal? ini.

​BACA JUGA: Abdul Mu’ti Didesak Lepas Jabatan Sekum Muhammadiyah Sebelum Muktamar Digelar

Dapatkan analisis mendalam seputar dinamika sosiopolitik, arah kebijakan Pemkot Bekasi, dan layanan publik secara tajam dan terpercaya hanya di RakyatBekasi.Com. Bagikan berita ini dan sampaikan opini kritis Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara
Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara
Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?
Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah
Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa
Menguak Sejarah Intelijen Indonesia: Kisah Jenderal Soemitro Tegur Keras Ali Moertopo karena Isu Cawe-Cawe Kekuasaan
Panas! Musda Golkar Kota Bekasi Jadi Bola Liar, Pertarungan Dua Srikandi Bikin Penguasa Ketar-ketir
Mengupas Tuntas Politik Gerakan Islam: Dari Target Intelijen Orde Baru Hingga Terjebak Jadi Proksi Kekuasaan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara

Kamis, 10 September 2026 - 05:42 WIB

Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?

Selasa, 8 September 2026 - 13:02 WIB

Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah

Selasa, 8 September 2026 - 10:27 WIB

Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x