UMK Kota Bekasi 2026 Tertinggi di Jabar, HIPMI Siapkan Strategi Adaptasi Bisnis

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kenaikan upah.

Ilustrasi kenaikan upah.

BEKASI – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bekasi mulai merancang dan melakukan penyesuaian langkah strategis di sektor dunia usaha. Langkah ini diambil menyusul penetapan kenaikan UMK Kota Bekasi 2026 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

​Kenaikan ini menempatkan Kota Bekasi sebagai wilayah dengan upah minimum tertinggi di Jawa Barat, dengan angka mencapai Rp 5.999.443. Angka yang nyaris menyentuh Rp 6 juta ini tentunya membawa dampak signifikan bagi ekosistem bisnis lokal, menuntut para pengusaha untuk lebih adaptif dan inovatif.

​Komitmen Pengusaha Muda Terhadap Regulasi

​Ketua HIPMI Kota Bekasi, Farah Rizky, menegaskan bahwa para pelaku usaha muda pada prinsipnya berkomitmen untuk mematuhi seluruh regulasi yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini termasuk kebijakan kenaikan upah minimum yang bertujuan menyejahterakan pekerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menurut Farah, kepatuhan terhadap regulasi adalah bagian dari integritas pengusaha dalam membangun iklim bisnis yang sehat.

​“Kita selalu berupaya untuk melakukan yang terbaik untuk Sumber Daya Manusia (SDM) kita. Mengikuti segala regulasi yang ada, sebagai pengusaha itu tetap kita support sepenuhnya,” ujar Farah dalam keterangannya kepada Jurnalis RakyatBekasi baru-baru ini.

​Tantangan UMK Tinggi bagi Dunia Usaha

​Meski mendukung kebijakan pemerintah, Farah tidak menampik bahwa kenaikan UMK Kota Bekasi 2026 menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tingginya beban operasional menuntut pengusaha untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas agar bisnis tetap berkelanjutan (sustainable).

​”Memang tidak bisa dipungkiri bahwa melalui kenaikan Upah Minimum tersebut, ada sejumlah pelaku usaha yang merasa keberatan. Apalagi UMK Kota Bekasi dinilai cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia,” jelasnya.

​Farah menambahkan bahwa keluhan dari para pelaku usaha adalah hal yang wajar dalam dinamika ekonomi.

Namun, ia menekankan pentingnya mengubah pola pikir dari mengeluh menjadi mencari solusi.

​Strategi HIPMI: Upgrade Skill dan Inovasi Omzet

​Menghadapi situasi ini, HIPMI Kota Bekasi mendorong anggotanya untuk tidak hanya fokus pada beban pengeluaran, tetapi lebih agresif dalam meningkatkan pendapatan. Farah menjabarkan beberapa strategi yang harus dilakukan oleh pengusaha muda:

  1. Peningkatan Omzet: Mencari celah pasar baru dan peluang bisnis yang belum tergarap maksimal.
  2. Efisiensi Operasional: Mengelola manajemen bisnis dengan lebih rapi untuk mengurangi pemborosan.
  3. Upgrade Skill: Meningkatkan kemampuan teknis dan manajerial.

​“Balik lagi ke pengusaha itu sendiri, kita harus bisa bekerja keras untuk mengikuti semua peraturan dengan cara kita masing-masing. Kita harus pintar melihat peluang, bagaimana cara menaikkan omzet, dan bagaimana tetap bisa berkontribusi untuk peningkatan ekonomi di Kota Bekasi,” tegas Farah.

​Pentingnya Keluar dari Zona Nyaman

​Lebih lanjut, Farah mengingatkan bahwa pengusaha wajib untuk terus meningkatkan kompetensi kewirausahaan mereka.

Di era yang kompetitif dengan beban operasional yang tinggi, kemampuan menutup penjualan (closing skill) dan strategi pemasaran menjadi kunci bertahan hidup.

​“Makanya para pengusaha itu wajib untuk selalu upgrade skill kewirausahaannya, baik skill teknis, skill closing, maupun strategi untuk meningkatkan usaha. Kita harus siap melihat situasi, apa yang sebenarnya dibutuhkan pasar saat ini,” akunya.

​Ia menutup pernyataannya dengan pesan moral bagi para pejuang ekonomi di Kota Bekasi. Menurutnya, menjadi pengusaha berarti siap menghadapi ketidakpastian dan harus berani keluar dari zona nyaman.

​“Karena harus berkomitmen juga bahwa jadi pengusaha itu tidak selalu di zona aman, karena setiap waktu pasti ada tantangannya. Penyesuaian diri terhadap dinamika ekonomi adalah kunci,” pungkasnya.

Apakah bisnis Anda terdampak kenaikan UMK? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP
BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!
Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?
Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas
Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak
Tragedi SPBE Cimuning: Pemkot Bekasi Telat Awasi K3 dan SLF?
WFH Geser Jumat Ikut Pemerintah Pusat, Pemkot Bekasi Kaji Ulang Kebijakan Sehari Tanpa Kendaraan BBM
Terseret Suap Bekasi, KPK Segera Garap Pimpinan DPRD Jabar!

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:26 WIB

Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP

Selasa, 7 April 2026 - 16:07 WIB

BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!

Selasa, 7 April 2026 - 15:39 WIB

Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?

Selasa, 7 April 2026 - 12:21 WIB

Pemkot Bekasi Usulkan 458 Formasi CPNS 2026, Guru jadi Prioritas

Selasa, 7 April 2026 - 11:24 WIB

Kepepet Aturan Pusat, Pesan Makanan Online di Bekasi Bakal Kena Pajak

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca