- Total Bantuan: Donasi kolektif masyarakat Kota Bekasi senilai Rp2,1 miliar ditambah 100 kilogram pakaian layak pakai.
- Peruntukan Strategis: Pembangunan fasilitas kesehatan jangka panjang bernama Rumah Sakit (RS) Rumah Kasih Bekasi–Watunggong.
- Lokasi & Waktu Penyerahan: Diserahkan langsung di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 15 Oktober 2026.
- Penerima Bantuan: Diterima oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, didampingi jajaran pejabat tinggi Pemkab Manggarai Timur.
WALI KOTA BEKASI TRI ADHIANTO menyalurkan dana bantuan kemanusiaan senilai Rp2,1 miliar hasil donasi warga Kota Bekasi untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (15/10/2026).
Penyerahan dana beserta 100 kilogram pakaian layak pakai ini diterima langsung oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas.
Alih-alih habis untuk bantuan konsumtif sesaat, dana miliaran rupiah tersebut dialokasikan secara strategis guna membangun Rumah Sakit (RS) Rumah Kasih Bekasi–Watunggong.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus Wali Kota Bekasi Mengubah Bantuan Darurat Menjadi Infrastruktur Kesehatan Permanen
Langkah Pemkot Bekasi dalam menyalurkan amanah warganya ke wilayah Indonesia Timur kali ini membawa pendekatan baru dalam tata kelola filantropi antardaerah.
Bantuan kemanusiaan tidak lagi berhenti pada penyaluran logistik darurat yang habis dalam hitungan hari, melainkan dikonversi menjadi aset pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak bencana.
Kehadiran rombongan Pemkot Bekasi di Kabupaten Manggarai Timur disambut secara adat oleh masyarakat setempat sebagai wujud eratnya solidaritas antardaerah.
Momen ini sekaligus menandai komitmen jangka panjang masyarakat Kota Bekasi terhadap pemulihan kualitas hidup warga di Provinsi NTT.
Mengapa Bantuan Rp2,1 Miliar Warga Kota Bekasi Diarahkan untuk Membangun Rumah Sakit di Manggarai Timur?
Bantuan kemanusiaan senilai Rp2,1 miliar dari masyarakat Kota Bekasi diarahkan untuk membangun Rumah Sakit Watunggong agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menilai bahwa intervensi pascabencana harus mampu menjawab persoalan pemulihan jangka panjang, khususnya akses layanan medis yang memadai.
Menurut Tri Adhianto, solidaritas warga Kota Bekasi dirancang secara terukur supaya tidak sekadar menjadi pemadam kelaparan sesaat, melainkan menjadi fondasi peningkatan derajat kesehatan masyarakat setempat.
”Kami ingin bantuan dari masyarakat Kota Bekasi ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Karena itu, kami menginisiasi dukungan untuk pembangunan rumah sakit agar nantinya dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Lebih lanjut, Tri menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen warga Kota Bekasi yang telah bergotong royong menyisihkan rezekinya.
Ia berharap berdirinya fasilitas kesehatan yang dinamai Rumah Kasih Bekasi–Watunggong ini menjadi monumen hidup yang mengikat tali persaudaraan antara warga Kota Bekasi dan masyarakat Manggarai Timur.
”Bantuan ini merupakan amanah dan bentuk kepedulian warga Kota Bekasi. Semoga Rumah Kasih Bekasi–Watunggong dapat menjadi simbol persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Manggarai Timur dalam jangka panjang,” tambahnya.
Apa Dampak Pembangunan RS Rumah Kasih Bekasi–Watunggong bagi Warga Manggarai Timur NTT?
Pembangunan RS Rumah Kasih Bekasi–Watunggong berdampak langsung pada perluasan akses fasilitas kesehatan permanen bagi ribuan warga di wilayah Watunggong, Kecamatan Sambi Rampas, dan sekitarnya di Kabupaten Manggarai Timur.
Selama ini, ketersediaan infrastruktur medis yang representatif menjadi salah satu tantangan krusial dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana di kawasan tersebut.
Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, menyambut hangat inisiatif strategis dari Pemkot Bekasi dan seluruh warga Kota Bekasi yang telah menunjukkan empati nyata bagi daerahnya.
”Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dukungan masyarakat Kota Bekasi. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Manggarai Timur, terutama karena diarahkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Agas.
Adapun rincian penyaluran bantuan kemanusiaan Kota Bekasi dan daftar pejabat yang hadir dalam seremoni penyerahan di Kabupaten Manggarai Timur meliputi:
- Nilai Dana Kemanusiaan: Rp2,1 miliar (dihimpun dari partisipasi kolektif masyarakat Kota Bekasi).
- Bantuan Logistik Tambahan: 100 kilogram pakaian layak pakai untuk kebutuhan sandang warga terdampak bencana.
- Alokasi Proyek Fisik: Pembangunan Rumah Sakit Watunggong yang diberi nama Rumah Kasih Bekasi–Watunggong.
- Pejabat Pemkab Manggarai Timur yang Hadir:
- Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas.
- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Manggarai Timur, Winsensius Tala.
- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur, dr. Surip Tintin.
- Inspektur Daerah Kabupaten Manggarai Timur, Flavianus Gon.
- Direktur RSUD Borong, dr. Nengsy.
Melalui kolaborasi kemanusiaan lintas provinsi ini, Pemkot Bekasi berharap semangat gotong royong antardaerah terus terjaga dan mampu menjadi motor penggerak bagi masyarakat Kabupaten Manggarai Timur untuk bangkit secara mandiri.
Proyek pembangunan RS Rumah Kasih Bekasi–Watunggong kini dinantikan realisasinya agar segera beroperasi melayani masyarakat luas.
Bagaimana tanggapan Anda terkait langkah penyaluran donasi warga Kota Bekasi yang diwujudkan menjadi bangunan rumah sakit di NTT ini?
Tulis pendapat Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini, dan baca berita terkini lainnya seputar Kota serta Kabupaten Bekasi. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp Resmi RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar Anda selalu mendapatkan pembaruan informasi tercepat dan terpercaya setiap hari!
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















