Wali Kota Bekasi Desak Wangneng Wangneng Environment Co Ltd Utamakan Pekerja Lokal

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, berjabat tangan erat dengan Chairman Wangneng Environment, Mr. Shan Chao, seraya menerima cenderamata usai menyepakati prioritas penyerapan tenaga kerja lokal untuk operasional PSEL Bantargebang, di Huzhou, China.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, berjabat tangan erat dengan Chairman Wangneng Environment, Mr. Shan Chao, seraya menerima cenderamata usai menyepakati prioritas penyerapan tenaga kerja lokal untuk operasional PSEL Bantargebang, di Huzhou, China.

Poin Utama:

  • ​Wali Kota Bekasi menuntut Wangneng Environment memprioritaskan warga Bantargebang sebagai tenaga kerja operasional PSEL.
  • ​Kesepakatan ini dicapai usai peninjauan PLTSA dan diskusi teknis di Huzhou, Zhejiang, China.
  • ​Tenaga ahli dari Tiongkok hanya ditugaskan di tahap awal untuk memastikan alih teknologi (transfer knowledge) kepada SDM lokal.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang akan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga.

Hal ini ditekankan oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat menggelar diskusi teknis krusial bersama manajemen Wangneng Environment Co., Ltd. di Huzhou, Zhejiang, China.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan strategis tersebut tidak sekadar meninjau kecanggihan teknologi, melainkan menyoroti komitmen investor terhadap penyerapan pekerja lokal.

​Mengapa Pekerja Lokal Bantargebang Harus Diprioritaskan di PSEL?

​”Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nanti PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja,” tegas Tri Adhianto di fasilitas Wangneng Environment, Huzhou, Minggu (28/06/2026).

​Menurut pimpinan tertinggi Pemkot Bekasi tersebut, proyek strategis nasional ini tidak boleh sekadar menjadi ajang pemindahan teknologi asing ke tanah air.

Kehadiran infrastruktur ramah lingkungan bernilai triliunan rupiah ini wajib sejalan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitarnya.

​Pembangunan PSEL harus membuka lapangan pekerjaan baru sekaligus menjadi wadah pelatihan keterampilan yang relevan bagi warga setempat agar kelak mampu mengelola fasilitas tersebut secara mandiri.

“Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menjadi sarana alih pengetahuan agar ke depan SDM kita mampu mengoperasikan fasilitas berteknologi tinggi ini secara mandiri,” tutur orang nomor satu di Bekasi ini.

​Bagaimana Proses Alih Teknologi dari Tenaga Ahli China?

​Pihak investor merespons tuntutan tersebut dengan komitmen yang jelas. Chairman Wangneng Environment Co., Ltd., Mr. Shan Chao, mengakui bahwa pada fase konstruksi awal, pihaknya memang perlu menempatkan sejumlah tenaga ahli khusus dari Tiongkok.

​Meski demikian, keberadaan tenaga asing tersebut ditegaskan murni bersifat sementara guna memastikan standar operasional tercapai.

“Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan,” jelas Shan Chao.

​Berikut adalah skema integrasi pekerja lokal di proyek PSEL Bantargebang:

  • Fase Konstruksi: Pendampingan dan pengawasan operasional mesin langsung oleh tenaga ahli Wangneng.
  • Masa Commissioning (Uji Coba): Uji coba fasilitas secara intensif bersama calon teknisi dari kalangan warga lokal.
  • Alih Teknologi: Pelatihan komprehensif bagi pekerja lokal agar memenuhi kualifikasi standar internasional Wangneng.
  • Fase Mandiri: Pengelolaan fasilitas secara penuh oleh warga Bekasi yang telah tersertifikasi setelah proses transfer ilmu selesai.

​Apa Dampak Jangka Panjang Proyek Ini bagi Warga Kota Bekasi?

​Kehadiran PSEL diharapkan bukan hanya sekadar menjadi solusi darurat penumpukan sampah, melainkan sebagai investasi SDM masa depan.

Rencana jangka panjang ini disambut positif oleh jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat yang hadir.

Momen diskusi teknis yang dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, jajaran Pemkot Bekasi, dan tokoh masyarakat saat merumuskan skema alih teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di markas Wangneng, China.

​”Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Jadi yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi,” tutup Tri.

​Kesepakatan strategis di negeri tirai bambu ini menjadi sinyal positif bagi masa depan pengelolaan lingkungan dan kebangkitan ekonomi sirkular di Kota Patriot.

Realisasi janji alih teknologi tersebut kini menjadi hal yang patut dikawal secara serius oleh semua elemen masyarakat.

Punya opini terkait penyerapan pekerja lokal di PSEL Bantargebang? Bagikan artikel ini dan sampaikan pendapat Anda di kolom komentar! Terus pantau update berita terbaru seputar kebijakan dan layanan publik Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis
Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin
Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC
Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil
Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:08 WIB

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:32 WIB

Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:18 WIB

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang

Berita Terbaru

ARSITEK BANGSA: Suasana lalu lintas dan pepohonan rindang di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, yang mengelilingi Jalan Prof. M. Yamin. Nama jalan bergengsi ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Prof. Mr. Mohammad Yamin, tokoh intelektual serbabisa yang merumuskan ikrar Sumpah Pemuda 1928, pencetus dasar awal Pancasila, sekaligus pelopor sistem hukum uji materi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda

Sabtu, 18 Jul 2026 - 13:24 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x