Tarif Biskita Trans Patriot Bekasi Diperkirakan Rp5.000, Keputusan Akhir di Tangan Kemenkeu

- Jurnalis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejak diluncurkan pada Maret 2024, Biskita Trans Patriot telah menjadi moda transportasi andalan warga yang dioperasikan tanpa biaya.

Sejak diluncurkan pada Maret 2024, Biskita Trans Patriot telah menjadi moda transportasi andalan warga yang dioperasikan tanpa biaya.

KOTA BEKASI – Layanan bus Biskita Trans Patriot di Kota Bekasi yang selama ini gratis akan segera memberlakukan tarif. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi memperkirakan tarif ideal untuk layanan ini berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per penumpang, namun keputusan final kini berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Sejak diluncurkan pada Maret 2024, Biskita Trans Patriot telah menjadi moda transportasi andalan warga yang dioperasikan tanpa biaya.

Namun, untuk keberlanjutan layanan, penetapan tarif kini memasuki tahap finalisasi di tingkat pemerintah pusat dan ditargetkan akan berlaku pada tahun 2025 ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berdasarkan Kajian Daya Beli dan Minat Masyarakat

​Besaran tarif yang diusulkan tidak ditentukan secara sepihak. Menurut Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, angka tersebut merupakan hasil dari kajian mendalam yang mempertimbangkan dua faktor utama: Ability to Pay (ATP) atau kemampuan bayar masyarakat, dan Willingness to Pay (WTP) atau kemauan masyarakat untuk membayar.

​”Tarif yang ditetapkan itu melalui kajian WTP dan ATP. Berapa mampunya daya masyarakat, kemudian berapa sih keinginan mereka untuk membayar,” jelas Zeno saat dikonfirmasi, Kamis (28/8/2025).

Ia menganalogikan, sebuah tarif bisa saja terjangkau, namun jika masyarakat tidak mau membayarnya, layanan tidak akan optimal.

“Bisa saja tarif di sini, katakanlah Rp10.000 orang mampu, tapi orang tidak mau. Makanya di transportasi, dikenal adanya kajian ATP dan WTP,” sambungnya.

​Proses Birokrasi Menuju Tarif Resmi

​Meskipun perkiraan tarif sudah ada, Zeno menegaskan bahwa penetapannya melalui proses birokrasi yang bertahap. Pihaknya enggan mendahului kewenangan pemerintah pusat.

​Prosesnya adalah sebagai berikut:

  1. ​Kajian Dishub: Dishub Kota Bekasi melakukan kajian ATP dan WTP.
  2. ​Keputusan Wali Kota (Kepwal): Hasil kajian ditetapkan melalui Kepwal.
  3. ​Usulan ke BPTJ: Kepwal tersebut menjadi dasar usulan resmi yang diajukan ke Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
  4. ​Persetujuan Kemenkeu: BPTJ dan Kemenhub akan berkoordinasi dengan Kemenkeu untuk penetapan akhir tarif dan skema subsidi.

​”Setelah dari Kepwal, kami meneruskan surat masuk kepada BPTJ. Kewenangan selanjutnya ada di pemerintah pusat,” kata Zeno.

​Dari Layanan Gratis Menuju Berbayar

​Operasional Biskita Trans Patriot selama ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Buy The Service (BTS). Program ini awalnya dirancang gratis selama enam bulan, namun diperpanjang hingga saat ini.

​Zeno menekankan bahwa layanan gratis tidak bisa berlangsung selamanya karena keterbatasan anggaran negara.

​”Pelayanan BTS sendiri tidak mungkin gratis selamanya, karena APBN juga terbatas. Tentu pada saatnya nanti akan bertarif,” ujarnya.

Pihak Dishub berharap, meskipun nantinya berbayar, animo masyarakat untuk menggunakan Biskita Trans Patriot akan tetap tinggi.

“Kami semua berharap, ketika bus ini bertarif, animo masyarakat dan load factor (tingkat keterisian penumpang) tetap tinggi,” pungkasnya.

Nantikan informasi terbaru mengenai penetapan tarif Biskita Trans Patriot hanya di rakyatbekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alamak! TNKB Truk Molen Kecelakaan di Bekasi Mati 4 Tahun, Polisi Bongkar Kelayakan Uji KIR
Tragedi Maut Depan Kampus UBSI: Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Warga di Halte Jalan Cut Mutia
Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031
Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri
Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok
Ultimatum Wali Kota Bekasi Jelang Konstruksi Fly Over Bulak Kapal 15 November: Bongkar Mandiri Pekan Depan atau Dieksekusi Pemkot!
Dilirik Wali Kota Mississauga Kanada Berdarah Indonesia, Tri Adhianto Siap Jajaki Sister City Sektor Farmasi hingga Aerospace
Polemik Grand Kamala Lagoon: Evaluasi SE Wali Kota Bekasi, Pembentukan P3SRS, hingga IPL Rp622 Ribu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:04 WIB

Alamak! TNKB Truk Molen Kecelakaan di Bekasi Mati 4 Tahun, Polisi Bongkar Kelayakan Uji KIR

Minggu, 1 November 2026 - 20:50 WIB

Tragedi Maut Depan Kampus UBSI: Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Warga di Halte Jalan Cut Mutia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x