- Lokasi & Waktu Kejadian: Jalan Cut Mutia (tepat di depan Kampus UBSI), Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (01/11/2026) pukul 16.30 WIB.
- Kendaraan & Pemicu: Truk molen pengangkut olahan semen bernomor polisi B 9584 MV mengalami gangguan sistem pengereman (rem blong) saat melintasi jalur menurun dari arah timur ke barat.
- Dampak Korban Jiwa: Total 12 warga yang sedang menunggu angkutan umum tertabrak; 6 orang meninggal dunia (1 anak-anak dan 5 dewasa) serta 6 orang lainnya mengalami luka-luka.
- Langkah Hukum: Sopir truk berinisial T (58) telah diamankan oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota guna menjalani pemeriksaan intensif dan olah TKP.
KECELAKAAN TRUK MOLEN di Bekasi merenggut nyawa pengguna jalan di ruas Jalan Cut Mutia, tepat di depan Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Minggu (01/11/2026) sore.
Truk pengangkut olahan semen bernomor polisi B 9584 MV diduga mengalami kegagalan fungsi rem hingga menghantam 12 warga yang tengah menunggu transportasi umum di halte.
Insiden maut pada pukul 16.30 WIB tersebut menewaskan enam orang dan melukai enam warga lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Lengkap Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Jalan Cut Mutia
Peristiwa tragis ini kembali menyoroti kerawanan keselamatan fasilitas publik dan kelaikan jalan kendaraan angkutan berat yang melintasi jalur padat di wilayah Pemkot Bekasi.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana mengonfirmasi bahwa insiden bermula saat truk molen tersebut kehilangan kendali tepat di titik pemberhentian bus depan area kampus.
”Kami sangat prihatin. Sore tadi, hari Minggu 1 November 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, persis di depan kampus BSI Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi, telah terjadi kecelakaan truk molen menabrak pengguna jalan yang sedang menunggu transportasi umum di pemberhentian bus depan kampus BSI,” kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi kejadian, Minggu (01/11/2026).
Mengapa Truk Molen Bisa Menabrak Warga di Halte Kampus UBSI Bekasi?
Truk molen bernomor polisi B 9584 MV menabrak warga di halte karena mengalami kerusakan sistem pengereman (rem blong) saat melintasi kontur jalan yang menurun dari arah timur menuju barat.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, pengemudi sempat berupaya menghindari tabrakan di jalur utama sebelum kendaraan besar itu akhirnya menghantam kerumunan warga dan terguling merusak rambu pemberhentian bus serta pagar pembatas kampus.
”Dari kondisi tersebut, sopir truk berusaha untuk membanting setir, mengarahkan kendaraan untuk mepet ke tembok pembatas kampus BSI dengan Jalan Cut Mutia. Namun karena kondisi kendaraan memang tidak dapat dikendalikan akibat problematika sistem rem, maka kemudian menabrak 12 korban tersebut,” jelasnya.
Bagaimana Dampak Korban Jiwa dan Rumah Sakit Rujukan di Kota Bekasi?
Dampak kecelakaan maut di Jalan Cut Mutia ini mengakibatkan total 12 warga menjadi korban, dengan rincian enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.
Seluruh korban langsung dievakuasi oleh petugas gabungan ke tiga fasilitas kesehatan terdekat di Kota Bekasi untuk mendapatkan tindakan medis darurat maupun pemulasaraan jenazah.
Berikut rincian data korban dan lokasi rumah sakit rujukan:
- Total Korban Terdampak: 12 orang (warga pengguna jalan yang sedang menunggu angkutan umum di halte).
- Korban Meninggal Dunia: 6 orang (terdiri dari 1 anak-anak dan 5 orang dewasa).
- Korban Luka-Luka: 6 orang (dalam perawatan intensif).
- Rumah Sakit Rujukan Evakuasi:
- RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi
- Rumah Sakit Siloam Bekasi Timur
- Rumah Sakit Juwita Bekasi
”Seluruh korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi, yakni Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan Rumah Sakit Juwita untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Bagaimana Status Hukum Sopir dan Proses Evakuasi Bangkai Truk Molen?
Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota telah mengamankan sopir truk molen berinisial T (58) untuk menjalani pemeriksaan hukum terkait dugaan kelalaian dan kegagalan teknis kendaraan.
Selain memeriksa pengemudi, tim penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi turut mengamankan arus lalu lintas dan mengerahkan alat berat crane pada malam hari guna mengevakuasi bangkai truk yang terguling di lokasi yang telah dipasangi garis polisi.
”Yang bersangkutan telah diamankan. Saat ini akan dilakukan pendalaman, pemeriksaan, dan kami juga melakukan olah TKP, lalu mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan para saksi untuk nantinya bisa kami pergunakan dalam penyelidikan dan penyidikan perkara lalu lintas,” pungkasnya.
Hingga Minggu malam, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kegagalan mekanis pada sistem pengereman truk pengangkut semen tersebut guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam perawatan armada.
Penyelidikan menyeluruh atas kelaikan operasional kendaraan berat ini menjadi krusial agar tragedi serupa tidak kembali mengancam nyawa warga di ruang publik Kota Bekasi.
Baca juga berita terkini seputar peristiwa dan layanan publik Kota Bekasi lainnya di RakyatBekasi.Com. Bagikan artikel ini dan sampaikan tanggapan Anda di kolom komentar. Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini agar selalu update dengan informasi terbaru dan terpercaya.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















