- Target & Waktu Pengawasan: Inspeksi pasar dan pemantauan stok pangan dilakukan rutin setiap pekan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027, dimulai sejak Sabtu (31/10/2026).
- Tim Gabungan: Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi bersinergi dengan Satgas Pangan Polres Metro Bekasi Kota, Perum Bulog, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi.
- Komoditas Prioritas: Pengawasan dan operasi pasar difokuskan pada bahan pokok krusial yang rentan mengalami fluktuasi harga, meliputi beras, minyak goreng, dan gula pasir.
- Jangkauan Intervensi: Pemkot Bekasi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap minggu secara bergilir di tingkat kecamatan hingga kelurahan se-Kota Bekasi.
PEMERINTAH KOTA (PEMKOT) BEKASI melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi mulai mengintensifkan pengawasan terhadap stabilitas Harga Bahan Pokok Kota Bekasi menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027.
Langkah antisipatif ini dilakukan bersama tim gabungan melalui pemantauan langsung di berbagai pasar tradisional maupun ritel modern setiap pekan.
Upaya pengawasan berlapis tersebut bertujuan menekan potensi lonjakan harga komoditas sekaligus mencegah kelangkaan stok di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah Strategis Pemkot Mengendalikan Harga Bahan Pokok Kota Bekasi Jelang Nataru 2027
Momentum pergantian tahun dan hari besar keagamaan kerap menjadi ujian bagi rantai pasok pangan di wilayah penyangga ibu kota.
Untuk mengantisipasi gejolak pasar lebih dini, jajaran aparatur di bawah arahan Wali Kota Bekasi mulai memperketat pengawasan distribusi pangan di seluruh titik niaga.
Mengapa Pengawasan Harga Bahan Pokok di Kota Bekasi Diperketat Jelang Akhir Tahun?
Pengawasan diperketat karena periode menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) secara historis sangat rentan terhadap lonjakan permintaan konsumen yang kerap memicu kenaikan harga komoditas di pasaran.
Tanpa kontrol lapangan yang ketat, fluktuasi harga komoditas pangan berisiko membebani pengeluaran rumah tangga serta memicu inflasi daerah.
”Untuk itu, kami turut bekerjasama dengan Polres Metro Bekasi Kota melalui Satgas Pangan, Bulog dan Disdagperin pastinya kita turun kelapangan untuk melakukan pemantauan terhadap stabilitas harga bahan pokok,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Kolaborasi lintas instansi antara DKPPP Kota Bekasi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Perum Bulog, hingga aparat penegak hukum ini memastikan tidak ada celah bagi spekulan untuk memainkan harga di tingkat pedagang pengecer.
Apa Dampak Pemantauan Rutin Mingguan terhadap Ketersediaan Stok Pangan di Pasaran?
Pemantauan rutin setiap pekan berdampak langsung pada deteksi dini gejolak harga serta mencegah terjadinya kelangkaan maupun penimbunan barang pokok di pasar.
Melalui agenda mingguan tersebut, petugas gabungan dapat memetakan ketersediaan stok riil di lapangan dan segera melakukan intervensi apabila ditemukan anomali harga.
”Pengawasan harga bahan pokok terus kita lakukan, terutama mengawasi potensi kenaikan harga yang biasanya rentan terjadi kenaikan pada pelaksanaan Natal dan Tahun Baru. Yakni, bagaimana menjaga kebutuhan komoditi agar tidak terjadi kelangkaan maupun kekurangan bahan pokok,” jelasnya.
Bagaimana Cara Pemkot Bekasi Menjaga Daya Beli Masyarakat Melalui Gerakan Pangan Murah?
Pemkot Bekasi menjaga daya beli masyarakat dengan menggelar operasi pasar bertajuk Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala di tingkat kecamatan dan kelurahan setiap pekannya.
Program ini mendistribusikan bahan pangan bersubsidi atau berharga produsen langsung ke kantong-kantong permukiman warga, mulai dari wilayah Kecamatan Rawalumbu, Pondokgede, Jatiasih, Pondokmelati, Jatisampurna, Mustikajaya, Bantargebang, hingga Medansatria.
”Kita setiap Minggu juga turun melalui GPM bersama Bulog. Baik, bahan pokok yang dijual meliputi Beras, Minyak Goreng dan Gula dari kebutuhan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat,” paparnya.
Tiga komoditas utama yang menjadi fokus intervensi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) bersama Perum Bulog meliputi:
- Beras: Komoditas pangan utama yang disuplai secara masif untuk menjaga stabilitas harga beras medium dan premium di tingkat konsumen.
- Minyak Goreng: Kebutuhan pokok rumah tangga dan pelaku UMKM yang dijaga ketersediaannya agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
- Gula Pasir: Komoditas dasar yang kerap mengalami lonjakan permintaan menjelang perayaan hari besar keagamaan dan tahun baru.
Melalui kombinasi pengawasan pasar yang ketat dan pelaksanaan GPM secara konsisten hingga tingkat kelurahan, Pemkot Bekasi optimistis pasokan dan keterjangkauan harga pangan tetap terkendali hingga pergantian tahun 2027.
Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong (panic buying).
Bagaimana pantauan harga beras, minyak goreng, dan gula pasir di pasar terdekat wilayah Anda saat ini? Sampaikan informasi atau tanggapan Anda di kolom komentar, bagikan artikel ini kepada warga Bekasi lainnya, dan pastikan Anda selalu mendapatkan informasi terkini dengan mengikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi melalui tautan [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update.
Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















