Balap Liar Kembali Terjadi di Depan Kantor Pemkot Bekasi, Wali Kota Siapkan ‘Rumble Strip’ di Jalan Ahmad Yani

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar akun tiktok @aeroxanjelo.

Tangkapan layar akun tiktok @aeroxanjelo.

Aksi yang sudah dua kali viral ini disebut terjadi karena Sirkuit Reca Vida di Bantar Gebang dinilai terlalu pendek dan tidak memadai bagi para pembalap.

BEKASI – Aksi balap liar yang meresahkan kembali terjadi di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan kompleks Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Menanggapi insiden yang telah terjadi dua kali dalam sebulan terakhir, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyoroti kurang memadainya fasilitas sirkuit resmi sebagai salah satu pemicu utama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sebagai solusi jangka pendek, Tri Adhianto telah memerintahkan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk memasang rumble strip atau pita kejut di sepanjang ruas jalan tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan unsur Forkopimda dan melakukan upaya-upaya pencegahan,” kata Tri Adhianto saat ditemui jurnalis rakyatbekasi.com di Plaza Pemkot Bekasi usai memimpin apel pagi, Senin (22/09/2025).

Dua Kali Viral di Media Sosial

​Fenomena balap liar di jantung kota ini menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Aksi pertama terekam pada 7 September 2025 dan diunggah oleh akun Instagram @yoga_2d.

Kejadian serupa terulang kembali pada Minggu malam (21/09/2025), dan kali ini diabadikan melalui video yang diunggah oleh akun TikTok @aeroxanjelo, menunjukkan para pelaku tidak jera meski lokasi tersebut merupakan area perkantoran pemerintahan.

Wali Kota Bekasi: Sirkuit Reca Vida Terlalu Pendek

Menurut Tri Adhianto, salah satu akar masalah dari maraknya balap liar ini adalah kondisi Sirkuit Reca Vida di Bantar Gebang yang belum memenuhi ekspektasi para penggemar kecepatan. Dengan panjang lintasan hanya 500 meter, sirkuit tersebut dinilai terlalu pendek.

​”Kita punya Sirkuit Reca Vida di Bantar Gebang, tetapi setelah kita lihat, lintasannya terlalu pendek dan memang belum memenuhi syarat,” jelasnya. “Mereka (para pembalap liar) mungkin membutuhkan trek yang lebih panjang untuk akselerasi dan pengereman. Kendala inilah yang menjadi penyebab mereka kembali ke jalan raya.”

​Kondisi sirkuit yang tidak ideal tersebut membuat para joki memilih Jalan Ahmad Yani yang memiliki trek lurus dan panjang sebagai arena adu kecepatan ilegal.

Solusi Jangka Pendek: Pemasangan Rumble Strip

Sebagai langkah penindakan cepat untuk mengembalikan ketertiban dan menjamin keselamatan pengguna jalan lain, Tri Adhianto mengaku pihaknya telah mengambil kebijakan tegas.

​”Langkah-langkahnya, dari sisi sarana, kami akan lakukan pemasangan rumble strip di Jalan Ahmad Yani. Ini mungkin akan mengurangi tingkat kenyamanan dari para pembalap yang akan menggunakan jalan,” tegasnya. “Saya sudah perintahkan langsung ke Dishub untuk segera mengeksekusi.”

​Pemasangan pita kejut ini diharapkan dapat menjadi disinsentif dan membuat permukaan jalan tidak lagi mulus untuk dijadikan arena balap liar, setidaknya hingga solusi jangka panjang terkait fasilitas sirkuit yang memadai dapat direalisasikan.

Apakah pemasangan rumble strip dianggap sebagai solusi efektif untuk mengatasi balap liar di perkotaan? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya
Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat
Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai
Darurat Kesehatan? 398 Warga Kota Bekasi Positif HIV di 2026
Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu
Hadirkan Go Go Dino, Libur Sekolah Makin Seru di Pakuwon Mall Bekasi
Darurat HIV Kota Bekasi! 250 Kasus Baru Dipicu Perilaku LSL
Viral! Aksi Mesum di Stadion Mini Pondokgede, Pengawasan Fasilitas Lemah?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:15 WIB

Tokoh Agama Bekasi Hadiri Pengobatan Gratis di Tanah Abang, Siap Bawa ke Bekasi Raya

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:01 WIB

Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:14 WIB

Telan Rp3,5 Miliar, Perbaikan Jalan Ir H Juanda Bekasi Resmi Dimulai

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:50 WIB

Darurat Kesehatan? 398 Warga Kota Bekasi Positif HIV di 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:43 WIB

Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu

Berita Terbaru

Infografis. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Nasib 61 Ribu KK PBI-JK Bekasi Usai Coretan Massal Pusat

Jumat, 19 Jun 2026 - 21:01 WIB

Direktur Yayasan Grapiks Bekasi Daniel Ramadhan saat memaparkan data statistik temuan kasus HIV berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin pada sebuah rapat sosialisasi deteksi dini di Kota Bekasi. (Foto: RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Raperda LGBT Bekasi Dikebut, Grapiks Tuntut Solusi Hulu

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:43 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x