Arab Saudi Putuskan Idul Fitri Jatuh Pada Senin 2 Mei 2022

- Jurnalis

Minggu, 1 Mei 2022 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memutuskan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada Senin, 2 Mei 2022. Dengan demikian, puasa bulan Ramadan 1443 Hijriah atau tahun 2022 ini digenapkan menjadi 30 hari.

Haramain Sharifain, pada Sabtu (30/04/2022), mempublikasikan, “Bulan sabit Syawal 1443 tidak terlihat hari ini. Selanjutnya, Senin, 2 Mei 2022 bakal menjadi hari perayaan Idul Fitri. Bulan Ramadan 1443 akan genap 30 hari besok.”

Arab Saudi dan sejumlah negara di Timur Tengah memulai puasa hari Sabtu, 2 Apri 2022 atau satu hari lebih cepat dari puasa yang ditetapkan pemerintah Indonesia, yakni Minggu, 3 April 2022.

Penetapan Idul Fitri 1443 Hijriah dilakukan setelah petugas khusus yang melakukan pemantauan hilal pada petang hari Sabtu waktu Arab Saudi tidak melihat hilal atau bulan.

Pemantauan bulan sabit Syawal dilakukan dari observatorium Tamir atau dari observatorium Universitas Majmaah di Hautat Sudair, Arab Saudi, Sabtu petang.

Karena tidak terlihat bulan sabit pada Sabtu malam, maka pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menggenapkan hitungan puasa menjadi 30 hari.

“Itu berarti bahwa Minggu (1 Mei 2022) akan menjadi hari terakhir bulan suci Ramadan dan Senin (2 Mei 2022) akan menjadi hari pertama Idul Fitri,” demikian laporan Saudi Gazette.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia sampai Sabtu belum menetapkan Idul Fitri 1443 Hijriah. Kementerian Agama bersama sejumlah organisasi Islam baru akan melakukan pemantauan hilal dan juga sidang itsbat pada Minggu (01/05/2022) sore.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan H.O.S Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa
Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri
Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Pahlawan Besar Perang Jawa
Hati-Hati Syahwat Bikin ‘Manusia Kehilangan Surga’!
Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak
Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya
Sejarah Jalan MH Thamrin: Singa Parlemen Pembela Pribumi
Sejarah Jalan Kartini Bekasi: Pena Tajam Pelopor Emansipasi

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:15 WIB

Sejarah Jalan H.O.S Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:11 WIB

Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:03 WIB

Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Pahlawan Besar Perang Jawa

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:03 WIB

Hati-Hati Syahwat Bikin ‘Manusia Kehilangan Surga’!

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:16 WIB

Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak

Berita Terbaru

Ekstra

Sejarah Jalan H.O.S Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa

Minggu, 12 Jul 2026 - 12:15 WIB

Suasana lalu lintas di kawasan Jalan Imam Bonjol. Nama jalan protokol elite yang kerap ditemui di berbagai kota besar ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol, ulama besar Sumatra Barat yang berhasil menyatukan rakyat dan memimpin Perang Padri (1803–1838) melawan penjajah Belanda. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x