Kado Hari Guru Nasional 2025: Wali Kota Bekasi Angkat Ratusan Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Rekrutmen PPPK.

Ilustrasi Rekrutmen PPPK.

​BEKASI – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 di Kota Bekasi terasa istimewa. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara resmi mengumumkan kebijakan strategis berupa pengangkatan guru honorer menjadi PPPK Paruh Waktu (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Pengumuman yang disampaikan pada Selasa (25/11/2025) ini menjadi angin segar bagi ratusan tenaga pendidik yang selama ini menanti kepastian status kepegawaian.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi konkret pemerintah daerah atas dedikasi para guru dalam mencerdaskan generasi penerus di Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Respons Nyata Terhadap Kesejahteraan Guru

Kebijakan ini diambil sebagai respons cepat Pemerintah Kota Bekasi terhadap isu kesejahteraan tenaga honorer.

Selama ini, guru honorer kerap menjadi garda terdepan penyelenggaraan pendidikan di sekolah-sekolah negeri, namun sering kali bekerja dengan ruang lingkup dan fasilitas yang terbatas.

​Dalam sambutannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap perjuangan para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

​“Ini adalah wujud keberpihakan pemerintah terhadap perjuangan para guru. Mereka tetap hadir dan mengabdi untuk anak-anak bangsa tanpa melihat status. Kini saatnya pemerintah memberikan kepastian, perlindungan, serta penghargaan yang layak,” tegas Tri Adhianto.

​Manfaat Status PPPK Paruh Waktu

​Wali Kota menekankan bahwa transformasi status dari honorer menjadi PPPK Paruh Waktu bukan sekadar perubahan label administratif. Kebijakan ini membawa dampak signifikan bagi jaminan hidup para guru, antara lain:

  • ​Kepastian Hukum: Menghilangkan kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja sepihak.
  • ​Jaminan Sosial: Memberikan akses terhadap perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan.
  • ​Profesionalitas: Membuka ruang pengembangan karir yang lebih terstruktur.

​“Dengan status PPPK paruh waktu, para guru honorer mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang serta menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas bagi peserta didik. Ini bukan hanya soal penghasilan, tapi soal martabat profesi,” tambah Tri.

​Sinergi Strategis dengan PERGUNU dan DPRD

​Realisasi program pengangkatan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang solid. Dinas Pendidikan Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi bekerja sama erat dengan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU).

Keterlibatan PERGUNU dinilai sangat vital karena organisasi ini telah menyusun kajian akademik mendalam mengenai kondisi riil kesejahteraan guru honorer di lapangan.

Kajian tersebut menjadi landasan ilmiah sekaligus rekomendasi kebijakan yang diadopsi oleh pemerintah daerah.

Dinas Pendidikan dan DPRD Kota Bekasi menyatakan komitmen penuh untuk mengawal implementasi kebijakan ini agar berjalan optimal.

Langkah ini diharapkan menjadi pilot project penyelesaian masalah tenaga pendidik honorer secara bertahap dan berkelanjutan di Kota Bekasi.

​Dukung terus peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Bagaimana tanggapan Anda mengenai kebijakan PPPK Paruh Waktu ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Lecehkan Karyawati, Pengusaha Ikan Hias Bekasi Ini Ditangkap Polisi
Tiga Cabor Sumbang Medali Emas Perdana Jelang Opening Ceremony Porprov Jabar 2026 di Stadion Patriot
Baru Menjabat Sekda Kota Bekasi, Harta Muhammad Solikhin Adik Ipar Wali Kota Capai Rp4,7 Miliar: Ini Rincian LHKPN-nya!
Uji Nyali 22 Kandidat Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031
Kawal Visi Wali Kota Bekasi, Mampukah Sekda Muhammad Solikhin Satukan Komando 23.000 ASN?
Imunisasi Kejar Puskesmas Bintara Kota Bekasi Tembus 91,4 Persen, 3 Balita Zero Dose Kini Disisir Petugas
Kakanwil BPN Jabar Apresiasi Inovasi Si-RIMA dan PTSL Kantah Kota Bekasi
Kupon Bulan Dana PMI Dipatok Rp50 Ribu per Pegawai: Donasi Kemanusiaan atau Pungutan Wajib?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:07 WIB

Diduga Lecehkan Karyawati, Pengusaha Ikan Hias Bekasi Ini Ditangkap Polisi

Rabu, 4 November 2026 - 16:10 WIB

Tiga Cabor Sumbang Medali Emas Perdana Jelang Opening Ceremony Porprov Jabar 2026 di Stadion Patriot

Rabu, 4 November 2026 - 15:32 WIB

Baru Menjabat Sekda Kota Bekasi, Harta Muhammad Solikhin Adik Ipar Wali Kota Capai Rp4,7 Miliar: Ini Rincian LHKPN-nya!

Rabu, 4 November 2026 - 13:01 WIB

Uji Nyali 22 Kandidat Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031

Rabu, 4 November 2026 - 11:34 WIB

Kawal Visi Wali Kota Bekasi, Mampukah Sekda Muhammad Solikhin Satukan Komando 23.000 ASN?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x