APINDO Rekomendasikan Kenaikan UMK Kota Bekasi 2026 Sebesar 5,31 Persen, Tembus Rp5,99 Juta

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kenaikan upah.

Ilustrasi kenaikan upah.

BEKASI – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Bekasi secara resmi merekomendasikan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) untuk tahun 2026. Berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan Kota (Depeko), disepakati usulan kenaikan sebesar 5,31 persen.

​Rekomendasi ini menjadi kabar penting bagi pekerja dan pelaku industri, mengingat Kota Bekasi selama ini dikenal sebagai wilayah dengan standar upah tertinggi di Jawa Barat.

​Rincian Besaran Kenaikan UMK Kota Bekasi 2026

​Ketua APINDO Kota Bekasi, Farid Elhakamy, mengonfirmasi bahwa persentase kenaikan tersebut merupakan hasil rumusan yang matang. Jika dikonversikan ke dalam nominal rupiah, kenaikan ini cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Persentase kenaikan upah minimum yang direkomendasikan oleh APINDO Kota Bekasi berada di angka 5,31 persen,” ujar Farid dalam keterangan resminya, Minggu (21/12/2025).

​Secara rinci, Farid menjelaskan nominal kenaikan dan total upah yang diusulkan:

  • Nominal Kenaikan: Rp 302.178,98
  • Total Usulan UMK 2026: Rp 5.992.931,98

​Sebagai perbandingan, UMK Kota Bekasi pada tahun sebelumnya berada di angka Rp 5.690.752, yang menempatkan wilayah ini di posisi puncak daftar upah minimum tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

​Tahapan Penetapan Upah Minimum

​Farid menjelaskan bahwa angka tersebut saat ini statusnya masih berupa rekomendasi. Dokumen usulan tersebut kini tengah diserahkan kepada Wali Kota Bekasi untuk diproses lebih lanjut sebelum diteruskan ke tingkat provinsi.

​”Rekomendasi diserahkan ke Wali Kota Bekasi agar selanjutnya dibuatkan surat rekomendasi ke Gubernur Jawa Barat,” jelas Farid.

​Nantinya, Gubernur Jawa Barat akan membahas kembali usulan tersebut bersama Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat sebelum menetapkan Surat Keputusan (SK) final mengenai besaran UMK di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

​Respons Pelaku Usaha dan Solusi Bipartit

​Meski angka 5,31 persen telah disepakati sebagai rekomendasi final dari APINDO, Farid tidak menampik adanya dinamika di lapangan. Sebagian pelaku usaha merasa keberatan dengan beban kenaikan operasional tersebut di tengah situasi ekonomi yang menantang.

​”Ada juga yang sedikit pesimis, tapi kami sarankan agar membahasnya secara Bipartit,” tutur Farid.

​Ia menekankan pentingnya dialog terbuka antara pengusaha dan pekerja. Mekanisme bipartit memungkinkan perusahaan dan serikat pekerja mencapai kesepakatan internal yang saling menguntungkan.

​”Kalau Bipartit bisa sepakat untuk menerima upah di bawah kenaikan tersebut (bagi perusahaan yang tidak mampu), berarti selesai dan tidak ada masalah,” tambahnya.

​Penyesuaian Regulasi Pemerintah Pusat

​Sebelum angka ini muncul, APINDO Kota Bekasi telah melakukan serangkaian kajian untuk menyesuaikan diri dengan regulasi Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan terbaru.

​Pada pertengahan pekan lalu, tepatnya Rabu (17/12/2025), Farid sempat menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu indikator makroekonomi dari pemerintah pusat. Hal ini menyusul pernyataan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengenai kajian mendalam PP Pengupahan serta formula baru yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk tahun 2026.

​”Proyeksi kenaikan awalnya berkisar pada besaran angka alfa yang ditetapkan pemerintah, yakni antara 4 sampai 6 persen,” ungkap Farid saat itu.

​Kini, dengan adanya kepastian angka rekomendasi sebesar 5,31 persen, proses perundingan di tingkat kota dianggap telah rampung. Semua pihak kini menunggu penetapan resmi dari Gubernur Jawa Barat yang biasanya diumumkan menjelang akhir tahun.

Ingin mendapatkan update terbaru seputar UMK 2026 dan berita ekonomi Bekasi lainnya? Jangan lupa bagikan artikel ini dan pantau terus perkembangan informasinya.

Visited 4781 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut 1 Muharram 1448 H, RW 015 Bekasi Jaya dan PMI Sukses Gelar Donor Darah
Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah
Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?
Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST
Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini
Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas
​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!
Harumkan Bekasi, Bocah Rawalumbu Rebut Mahkota Juara Umum Puteri Anak Jawa Barat 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:35 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, RW 015 Bekasi Jaya dan PMI Sukses Gelar Donor Darah

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:11 WIB

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Senin, 15 Juni 2026 - 17:02 WIB

Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?

Senin, 15 Juni 2026 - 13:14 WIB

Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini

Berita Terbaru

Suasana pelaksanaan Seleksi Tulis Beasiswa Calon Pelaut Pertamina Patra Niaga yang diikuti oleh puluhan kandidat saat mengerjakan ujian psikotes dan kemampuan bahasa berbasis digital di Semarang, pada 9 hingga 11 Juni 2026.

Nasional

Pertamina Jaring 101 Pelaut Muda, Amankan Distribusi Energi

Rabu, 17 Jun 2026 - 01:00 WIB

Seorang petugas SPBU Pertamina tengah melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan konsumen. PT Pertamina Patra Niaga mengklarifikasi bahwa angka Rp18.040 per liter pada struk viral adalah harga keekonomian murni, sementara masyarakat tetap membeli dengan harga subsidi yang ditetapkan Pemerintah. (Foto: Dok. Pertamina)

Nasional

Struk Pertalite Rp18.040 Viral, Pertamina Ungkap Faktanya

Rabu, 17 Jun 2026 - 00:11 WIB

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto.

Parlementaria

Komisi I DPRD Kota Bekasi Siap Kawal Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 16 Jun 2026 - 22:12 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x