Dana Transfer Kota Bekasi 2026 Susut Rp234 Miliar, Pemkot Lakukan Penyesuaian

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto.

Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto.

  • ​Total Pemangkasan: Dana transfer dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Barat ke Kota Bekasi berkurang total Rp234 Miliar untuk Tahun Anggaran 2026.
  • ​Rincian Pengurangan: Terdiri dari Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp98 Miliar serta DAU dan DAK sebesar Rp136 Miliar.
  • ​Langkah Pemkot: BPKAD akan melakukan penyesuaian dan efisiensi anggaran pada Triwulan I Tahun 2026.
  • ​Dampak: Diklaim tidak signifikan karena kemandirian fiskal daerah masih terjaga.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi harus menghadapi tantangan fiskal baru jelang tahun anggaran 2026 menyusul adanya pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi mencatat total pengurangan dana tersebut mencapai angka yang cukup fantastis, yakni Rp234 Miliar.

​Berapa Rincian Pemotongan Dana Transfer Kota Bekasi?

​Pengurangan alokasi dana transfer ini merupakan akumulasi dari kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data BPKAD, pemangkasan tersebut menyasar dua sektor utama penerimaan daerah.

​Pertama, pengurangan terjadi pada Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp98 Miliar. Kedua, pemotongan juga dilakukan pada pos Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total mencapai Rp136 Miliar.

Kondisi ini menuntut Pemkot Bekasi untuk lebih cermat dalam menyusun neraca keuangan APBD Tahun 2026.

​Apa Strategi BPKAD Menyikapi Defisit Anggaran?

​Merespons kebijakan tersebut, Pemkot Bekasi tidak tinggal diam. Langkah taktis berupa penyesuaian pos belanja dan efisiensi program prioritas akan segera dieksekusi pada awal tahun anggaran berjalan.

​”Sehingga kita harus perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian. Bahkan langkah efisiensi, nanti pasti akan kami lakukan mungkin pada saat APBD berjalan mungkin di triwulan satu,” kata Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Rabu (31/12/2025).

​Yudianto menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh terhadap program-program yang telah direncanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan anggaran yang tersedia terserap secara efektif.

​Apakah Pemangkasan Ini Mengganggu Layanan Publik?

​Meskipun angka pemotongan mencapai ratusan miliar, BPKAD Kota Bekasi memastikan bahwa stabilitas keuangan daerah masih dalam kondisi aman.

Yudianto menyebutkan bahwa dampak pengurangan ini tidak akan mengguncang pondasi APBD secara signifikan.

​Optimisme ini didasari oleh kemandirian fiskal Kota Bekasi yang cukup kuat, terutama dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Belanja dan pembiayaan program strategis yang telah ditetapkan oleh masing-masing kepala OPD dipastikan tetap berjalan.

​”Artinya kita masih memiliki kemandirian secara fiskal untuk melakukan pembelanjaan, pembiayaan terkait dengan program-program yang sudah ditetapkan oleh masing-masing kepala OPD. Dampaknya betul masih ada, tapi dampaknya tidak terlalu signifikan,” pungkasnya.

​Dengan adanya penyesuaian ini, Pemkot Bekasi diharapkan tetap mampu menjaga kualitas pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan dana transfer. Masyarakat diimbau untuk turut mengawasi realisasi anggaran agar tepat sasaran.

​Punya informasi terkait penggunaan anggaran yang tidak tepat di lingkungan Anda? Laporkan segera ke layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uji Nyali 22 Kandidat Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031
Kawal Visi Wali Kota Bekasi, Mampukah Sekda Muhammad Solikhin Satukan Komando 23.000 ASN?
Imunisasi Kejar Puskesmas Bintara Kota Bekasi Tembus 91,4 Persen, 3 Balita Zero Dose Kini Disisir Petugas
Kakanwil BPN Jabar Apresiasi Inovasi Si-RIMA dan PTSL Kantah Kota Bekasi
Kupon Bulan Dana PMI Dipatok Rp50 Ribu per Pegawai: Donasi Kemanusiaan atau Pungutan Wajib?
Sopir Truk Molen Maut di Bekasi Resmi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara
​Baru Lantik 67 Pejabat, Mengapa Kursi Strategis Kepala OPD Masih Lowong? Ini Skenario Rotasi Mutasi Pemkot Bekasi Berikutnya
​Ujian Perdana Sekda Muhammad Solikhin: Kejar Target PAD Kota Bekasi 90 Persen dalam Waktu Dua Bulan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:01 WIB

Uji Nyali 22 Kandidat Dewan Pendidikan Kota Bekasi 2026–2031

Rabu, 4 November 2026 - 11:34 WIB

Kawal Visi Wali Kota Bekasi, Mampukah Sekda Muhammad Solikhin Satukan Komando 23.000 ASN?

Rabu, 4 November 2026 - 10:40 WIB

Imunisasi Kejar Puskesmas Bintara Kota Bekasi Tembus 91,4 Persen, 3 Balita Zero Dose Kini Disisir Petugas

Selasa, 3 November 2026 - 19:34 WIB

Kakanwil BPN Jabar Apresiasi Inovasi Si-RIMA dan PTSL Kantah Kota Bekasi

Selasa, 3 November 2026 - 18:08 WIB

Kupon Bulan Dana PMI Dipatok Rp50 Ribu per Pegawai: Donasi Kemanusiaan atau Pungutan Wajib?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x